Kamis, 19 Desember 2013

Orang Paling Kenyih Sedunia itu Namanya FiAsuuuu

Malam ini sepertinya saya akan mengangkat tema tentang, orang paling kenyih sedunia, orang yang suka menanggapi cerita orang lain dengan memandang kenyih

Ilustrasi, tapi mirip kok sama Fiasu


Berawal dari kos-kosan di daerah Bendungan Sutami Malang, kos-kosan ini mungil, terdiri dari 3 lantai, 3 kamar di lantai 1, 7 kamar di lantai 2, dan 2 kamar di lantai puncak.

Kos-kosan ini sering sekali banjir, yang selalu kena musibah adalah penghuni kamar lantai 1, yang lantai dua aman dengan view kuburan di belakangnya, lantai 3 kebocoran, lengkap kan komposisinya.

Kondisi itulah yang membuat personil kos-kosan ini sering gonta-ganti, yang di lantai satu gak tahan banjir, yang di lantai 2 gak tahan gosip, yang di lantai 3 gak tahan bocor.

Cerita dimulai dari perubahan personil di tahun 2013, di lantai 2 ada 4 anak baru sekaligus, dengan karakter masing-masing, 4 personil baru ini saling berkenalan dengan personil lama seperti saya, Ilmi, Niken, Epi dan Lia.

Lama-lama karakter 4 personil baru2 ini kelihatan aslinya, si Riris yang nyablak, si Ela yang gampang akrab, si Fia yang urat senyumnya putus, si Hilda yang suka menali rambutnya dengan karet gelang dan si Ibu guru yang saya gak kenal.

si Riris ini yang suka nongkrong di lantai 1, di area saya, dia suka cerita, cerita sama Ela, yang dicritakan ini si Fia, saya cuma pendengar saja wong saya gak suka nimbrung di lantai 2, saya gak tahu cerita keseharian mereka.

Berawal dari Epi yang bercerita ke saya
Epi: 'Mol, kamu kenal anak pojok itu gak? yang baru'
Dee: ora pi, kenopo?
Epi: mosok ngomong ngene, 'Pi, kamu kok akrab sih sama anak bawah itu, ati-ati lho kamu jangan deket-deket sama dia, dia kan tomboy
Dee: terus? terus?
Epi: yo tak kenekno tah, 'aku lho temenan sama dia udah bertaun-taun, lha ngapain mesti ati-ati, wong yo molly gak nyokot og'
Dee: hahaha, yowis jarno ae pi

Kemudian si Ilmi cerita
Ilmi: pagi-pagi kan aku ke pasar, aku beli sosis, trus aku masak di dapur, eh ada si Fia, tau-tau dia bilang gini 'ih mi, kamu kok masak sosis sih mi?, jijik tau, itu kan terbuat dari daging busuk'
Ilmi tidak melanjutkan ceritanya.

Dikisahkan oleh riris
Pagi itu Riris dan Ilmi sedang ke pasar untuk membeli sayuran, setelah pilih-pilih sayuran riris memutuskan membeli selada air, sayuran yang kaya anti oksidan, yang kalau dimasak rasanya ndak pahit seperti daun pepaya.
Sesampainya dikos, mereka ke dapur, memasak selada air, mereka akan buat pecel, masaknya simple, cukup di godok sampe layu, dikasih bumbu pecel, beres deh
Fia yang setiap hari memasak, sedang ada di dapur
Fia: Kalian masak apa?
Riris: Selada air
Fia: Aku lho gak pernah makan selada air, ibuku dirumah juga gak pernah masak itu, soalnya itu kaya makanan jangrik
Riris: Your mom keeper a!!!
Ilmi: Trus makanan yang kamu makan tiap hari makanan kucing?

Untung saja pas aku beli pecel, dan sayurnya adalah selada air, gak ada Fia disitu, bisa-bisa dia bilang begini 'waduh ono jangkrik gedene sak uwong lagi mangan' sampe dia ngomong gitu, your face far away Fiasu!

Waktu saya makan lalapan di lantai 1, Riris cerita lagi ke saya
Eh mbak, mbak lek sampean maem lalapan koyo ngene lak dikenekno ambe Fia
'Lho, kamu beli lalapan gubisnya mentah? itu lho belum diamasak, gubisnya kan dipegang orangnya, iya kalau tengannya bersih, kalau tangannya kotor kamu bisa kena HIV'

Ndassmu pliss Fiasuuu, yang namanya lalapan dimana-mana itu mentah begoooo, pendidikan matematikamu itu gimana sih?

0 comments:

Posting Komentar