KOPI

Hai Kopi, Senyum berantakanmu selalu memenuhi hidupku, Hai Cangkir, Setiap hari aku tetap merindu bibirmu (Dee Rahman).

Kopi Jalanan

Perjamuan ini, aku tak mengerti, tapi anggur sedikit membuatku bersabar. (Dee Rahman).

Espresso Soda

Kamulah Espresso Soda yang paling manis di lidahku, Kekasih (Dee Rahman).

Cerry

Kau selalu menggoda dengan segarnya tatapanmu (Dee Rahman).

Dee Rahman

Untuk membuat kue seorang wanita tidak perlu berdandan feminin, yang penting dia jatuh cinta rasanya pasti hmmmm (Dee Rahman).

Sabtu, 10 Desember 2016

China-Akupuntur


Intro

Empat tahun yang lalu, saya mengalami kecelakaan motor, tangan kanan saya terbanting ke aspal dengan posisi badan saya terlentang dan tangan saya terbanting ke belakang, saya tidak tahu bagaimana rasanya waktu itu, hanya waktu saya mau memindah motor saya, tiba-tiba tangan saya  sakit, lemas dan tidak bisa membindah motor saya, seperti lumpuh sebentar, beberapa saat kemudian kembali dengan sendirinya, saya pikir hanya keseleo biasa dan saya tidak langsung membawa nya ke dokter atau ke tukang pijat, setelah satu minggu masih terasa sakit, saya pergi ke tukang pijat urat, tidak terlalu ditangani serius, dan tetap sakit, saya pergi ke tukang pijat lainnya, tidak juga berhasil, saya biarkan saja.

Bulan-bulan berlalu, saya tidak merasakan sakit lagi, tapi ketika saya renang, dan saya renang gaya dada, ooohhh.... tiba--tiba lengan saya lepas dari bahu dan rasanya badan saya separuh lumpuh, badan bagian kanan, untung saya renang sama teman saya, dan digendong ke pinggir, saya takut sekali untuk menggerakkan tangan, karena semakin lama sakitnya semakin hmmmm, jadi saya tidak bisa berdiri, menunggu sampai tangan saya kembali ke tempatnya, hanya bisa menunggu sambil menikmati sakitnya, setelah saat itu saya trauma untuk menggerakkan tangan saya untuk hal-hal semacam renang, bulu tangkis, menarik gerbang, mendorong motor, bahkan pernah hanya karena saya menarik handuk dan posisinya tidak pas, lengan saya lepas, saya nangis di dalam kamar mandi, tanpa bisa apa-apa.

Satu tahun berlalu, saya mendaki gunung Arjuno, di situlah saya pernah merasa putus asa, saya takut tidak bisa turun karena saya sedang di puncak, di tepi jurang, saya tidak bisa menggerakkan badan saya lebih dari 20 menit, dan saya nangis, teman-teman saya sudah mencoba berbagai macam cara untuk menyembuhkan, tapi tidak ada yang berhasil, menikmati sakit selama bermenit-menit lamanya, bahkan saya tidak bisa bergerak sama sekali, tapi saya memaksa berdiri dengan bantuan teman saya meskipun rasanya waktu itu saya ingin pingsan tapi saya tidak bisa pingsan, penyebab utamanya adalah suhu dingin, beruntungnya ada pendaki lain yang melihat saya kesakitan dan memberi balsem, beberapa menit setelah diolesi balsem itu baru lengan saya bisa kembali ke bahu.

Sepulang dari gunung, teman saya menyarankan saya untuk pergi ke pijat alternatif, semacam sangkal putung, saya datang kesana, sama orangnya cuma ditekan-tekan, lalu diberi jamu yang rasanya melebihi pahitnya espresso, tiap mau minum jamu itu saya tersiksa, kaje iye kajek enjek kalau kata orang madura, koyo iyo koyo ora kalau kata orang jawa, tapi saya tetap minum jamu itu setiap hari sampai habis, saya juga tidak makan pantangannya, saya tidak boleh makan ikan teri, ikan bandeng, dan sate, eits jangan dikira ini ada klenik-kleniknya lho ya, 3 jenis makanan di atas memang tidak boleh dimakan bagi yang sakit saraf, gimana ya jelasinnya, pokoknya saya ini kena saraf nya gitu lho, gitu wes pokoke.

Pengobatan itu berlalu begitu saja, anggap saja saya sembuh, dan tentayata tidak, lengan saya masih kadang lepas dari bahu, lalu saya pergi lagi ke tukang pijat syaraf yang direkomendasikan teman saya, bahu, lengan, punggung saya diedel-edel, dulu saya tidak pernah takut pergi ke tukang pijat, sekarang saya jadi takut, setelah saat itu saya tidak berani lagi ke tukang pijat, akhirnya saya pergi ke dokter, bahu saya dirongen, kata perawatnya gak papa, lakok sama dokternya disuruh operasi, kampret, ogiaaaahhh.


Reff

Sudah, saya selesai dengan lengan ini, saya sudah putus asa, sekarang saya kuliah di China, tahu kan kalau pengobatan China itu ciamik soro, sampai pada suatu hari dosen saya cerita tentang akupuntur, saya tidak tertarik sama sekali karena saya tidak berani, lawong waktu di Indonesia, teman saya nyuruh saya ke Dokter saraf, saya gak mau karena takut disuntik di bahu saya, apalagi akupuntur, ditusuk belasan jarum dan kata dosen saya rasanya sakit dan sakitnya ciamik soro pisan, ehhh lakok teman saya mekso saya nyoba, mekso bianget wes, yawes saya mau, waktu diperiksa, titik otot dari leher sampai tangan ditekan-tekan, dan semua titik yang ditekan sama dokter nya itu sakit, mulailah terjadi rasa-rasa ingin semaput, tapi lagi-lagi saya tidak pernah bisa semaput bagaimanapun rasa sakit hinggap di badan saya.

Dokternya bilang, sebelum akupuntur perutnya harus kenyang, lalu ditanya, nimen chi guo le ma? artinya kalian sudah kenyang kah? saya jawab, belum, kalau begitu saya mau makan dulu di dekat-dekat sini, eh sama dokternya malah diajak makan di tempatnya dia, hahaha ada gak ya dokter yang begitu di Indonesia? jadilah kami makan sama dokternya itu, dokternya masih muda, hanya di China bisa makan sama Dokter profesional yang masih muda, dikasih teh, diajaki ngomong, setelah setengah jam berlalu, inilah waktunya ditusuki jarum, dag dig dug mendera, saya disuruh berbaring ke kiri, lengan kanan saya diolesi alkohol, lalu jarumnya dikeluarin dari tempatnya, tenan, aku pingin semaput tapi gak isooooo.

Saya betah sakit, saya cuma gak betah takut, tiba-tiba... cep, di leher saya, mbooookkk... titik-titik yang tadi sakit itu yang ditusuk, rasanya leher saya kaya dipaku, so fucking pain, hauufffttt.... saya jadi merasa jadi ada yang lucu, tiba-tiba saya ketawa ke teman saya, eh ketawa itu kok jadi tambah sakit, jembaaaatttt tenan, saya merasa rasa sakit dari jarum kecil itu kok lucu, lucunya lagi, saya gak bisa gerak, saya coba gerakin jari, eh sakitnya semakin  menjadi, gimana saya gak pengen ketawa, tapi begitu ketawa tambah sakit, lak wasu a jenenge.



Saya gak bisa gerak dan merasakan dipaku 12 jarum selama 20 menit, setelah 20 menit saya lega karena saya pikir jarum-jarum itu akan dicabut, tibake, malah diputer-puter, jancuuuuuurrrrrr, sakitnya 2 x lipat lebih sakit dari tusukan pertama, lagi-lagi saya pengen ketawa, dan saya gak bisa ngempet waktu lihat wajah teman saya, jadilah saya kepingkel-pingkel, gimana gak kepingkel-pingkel, sini mikirnya jarumnya mau dicabut eh lakok diputer-puter, begitu ketawa, sakitnya 10x lebih sakit, wassssuuuuuuu hahahaha

Penderitaan ini masih harus saya alami 9x lagi karena terapi ini tidak bisa dilakukan hanya sekali, jadi akan ada wasu-wasu lainnya setelah ini.

Kamis, 22 September 2016

Surabaya - Shanghai - Ma'anshan - Anhui University of Technology



Hari ini tanggal 16 September 2016 adalah hari pertama saya bangun tidur di Negara China, di Kota Ma’anshan, dua hari yang lalu tanggal 14 september 2016 saya berangkat dari Indonesia, inilah perjalanan saya dari Indonesia menuju Kota Ma'anshan sendirian, saya berangkat dari Malang jam 01:30 dini hari menuju Bandara Juanda, sampai di Bandara Jam 04:30 pagi, diantar oleh Kakek, Nenek, Bapak, Ibuk, Adik, Sepupu, Amel, Boim dan Pawe, Mbak Wulan, beberapa jam kami nunggu di lobby Juanda sampai jam Check in dibuka, Jam 06:00 saya baru Check in, semua ikut masuk ke dalam, pertama kali yang saya lakukan adalah mencari informasi di konter Air Asia, Boim yang nanya tentang bagasi dan lain-lain, setelah nanya-nanya selesai sambil nunggu jam check in bagasi kami selfie-selfie dulu, hahahaaha.


Oke gusy Selfie selesai, waktunya berpamitan, saya pamit dulu ya guys, titip Indonesia. Jam 7:00 saya check in bagasi, bawaan bagasi saya overload 1 Kg, padahal biasanya overload 1 Kg itu biasa, tapi kemaren saya disuruh ngurangi isi koper, its ok, saya ambil 1 jaket dari koper dan saya pindah ke carrier, lalu carrier saya ditimbang juga dan overload juga, isinya 8 Kg, harusnya 7 Kg, lalu petugasnya bilang mending jaketnya ditaruh di tas laptop, kalau ditanya bilang aja isinya laptop, jadi total barang bawaan saya ada 20 kg+8 Kg+4Kg=34 Kg, scanning pertama lolos, scanning ke dua parfum kena sita karena beratnya melebihi batas maksimal, batas maksimalnya 100ml, parfum yang saya bawa 150ml.

Sekarang waktunya masuk gate, disana diperiksa lagi barang bawaan saya, dan lolos. Setelah menunggu agak lama ternyata pesawatnya delay satu jam, masih nunggu lagi sampai jam 9:20, setelah selesai, waktunya naik ke pesawat, jam 10:00 baru fligt, setelah dua jam di dalam pesawat akhirnya sampai juga di Kuala Lumpur, di Kuala Lumpur jam 13:30, setibanya di Air port harus cek paspor dulu, dengan antrian yang cukup panjang, hmmm kaki ini sudah lelah rasanya dan penerbangan selanjutnya menuju Shanghai-Pudong jam 19:30, saya harus menunggu lagi selama 5 jam di Airport Kuala Lumpur, selama di Airport saya beli makan di KFC, waktu saya nanya ke pelayan KFC apakah boleh bayar pakai kartu ATM? Ternyata tidak bisa, jawabnya harus pakai cash, jadi saya harus tukar uang dulu, Rp. 100.000 dapat 28 Ringgit, lalu saya kembali ke KFC dan makan disana dengan harga 13 ringgit, dapat nasi+ayam+lemon tea.

Airport Kuala Lumpur

Jam 4 saya mulai pergi ke tempat pemberangkatan, hayati sudah lelah, pokoknya jalan aja, waktu mau scan koper, nurunin tas, rasanya sudah naik gunung berjam-jam, pundak, kaki sudah njarem semua, waktu nurunin tas sambil ngomong “huft”, ternyata di belakangku ada cece baik yang nolongin nurunin tas dan nanya “are you ok?”, ku kira orang-orang gak peduli, ternyata masih ada yang mau nolongin, pas saya masuk ke pintu scanning, ada bunyi-bunyi tit tit tit tapi petugasnya gak ngecek, lalu saya nanya sama cece itu “is it Ok?”, dia jawab “go on, its ok, they dont stop you”, pas mau angkat tas, ditolongin lagi sama cece itu, cece nya baik deh.

Setelah jalan lumayan jauh, sampailah di scan koper terakhir, di sini scannya lebih ketat dan gak sukanya lagi mereka ngomong pakai bahasa china, itu menyebalkan, ini kan International Airport Kuala Lumpur tapi ngomongnya pake Bahasa China, hmmmm setelah itu ada pengecekan tiket, di sini pengecekan tiketnya biasa aja, lalu saya menunggu di waiting room, tiba-tiba ada bule Iran minta dijagain tasnya, katanya dia mau ke Kamar Mandi, setelah dia kembali dari kamar mandi kami banyak ngobrol di waiting room, tentang Computer Sience, tentang research, tentang Iran, Indonesia, dan banyak hal. Oiya, nama teman baru saya ini adalah Akbar, nice to found you Akbar. Sudah waktunya antri untuk masuk ke pesawat, lalu ada pengecekan boarding pass, petugasnya pakai Bahasa Cina lagi, dia ngomel-ngomel gak tahu ngomong apa, syak karepmu lah ngomong opo, wong aku ki Touris kok, jawab aja OK sambil lalu, beres wes.


Perjalanan dari Kuala Lumpur ke Shanghai membutuhkan waktu selama 6 jam, 6 Jam di Pesawat itu melelahkan sekali, kami tiba di Shanghai-Pudong jam 2 an, lalu setibanya di Airport kami harus antri lagi untuk pengecekan paspor, setelah dipanggil oleh petugasnya, eh dia malah nyuruh saya pergi ke sebelah kanan, ngomongnya pakai Bahasa China, petugas yang lain nanyain pake Bahasa China, wes Mboh lah, aku ki ora itreng umak ngomong opo bleh? Ternyata saya disuruh ngisi Departure Card dulu, hadehkah, Chinesse People cannot speak English. Setelah saya mengisi Departure Card saya balik lagi ke loket pengecekan paspor, saya diminta mengeluarkan Admission Notice, setelah itu selesai.

Selanjutnya, tugas saya dan Akbar adalah menemukan pintu keluar, nanya sama orang-orang yang lewat, gak ada yang bisa ngomong Bahasa Inggris satupun, Oh Tuhan, yoopo iki Tuhan? Kami nanya ke petugas Air Port, sama aja GAK ADA YANG BISA BAHASA INGGRIS, entah gimana caranya kami akhirnya menemukan pintu keluar, melewati scan koper lagi, sepertinya mereka menemukan sesuatu yang aneh di koperku, tapi saya tidak disuruh membuka koper, setelah itu Akbar nanya gimana caranya sampai ke Metro, Metro adalah kereta bawah Tanah yang bisa mengantarkan kita dari Airport Shanghai ke Kota Tujuan Kita dengan membeli tiket seharga 8 ¥ (selama Kota tujuannya masih bisa dijangkau pakai Metro), agak lama kami duduk di gerbang scan koper karena kami belum menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan kami, tidak ada satupun petugas Airport bisa ngomong Bahasa Inggris, akhirnya Akbar mengeluarkan aplikasi Translatter dari HP nya, mulailah dia mengetik-ngetik kalimat pendek, ternyata gak bisa nyambung juga percakapannya, OMG, What we have to do?


Setelah sekitar setengah jam lebih kami berkomunikasi kami tetap duduk di dekat gerbang scan koper, dan mereka membiarkan kami, lalu ada petugas baru datang untuk ganti shift, petugas yang satu ini punya aplikasi yang keren, namanya YouDao (kalau gak salah ketik), aplikasi ini bisa mentranslate Bahasa Cina ke Bahasa Inggris atau sebaliknya dengan suara, jadi orang Chinanya ngomong China dengan merekam suaranya di Aplikasi tersebut lalu aplikasi tersebut mentranslate menjadi Bahasa Inggris, begitu sebaliknya, Akbar ngomong pakai Bahasa Inggris dan aplikasi tersebut mentranslate ke Bahasa Cina, petugas ini bilang Metro baru ada jam 5 pagi, Akbar bilang kalau kami mau duduk di sini sampai Metro buka, sampai pada akhirnya petugasnya bilang kita bisa nunggu di waiting room di lantai 3 sambil tidur di sana, barulah rasanya masalah beres, kita diantar sampai lift, pas di dalam lift Akbar bilang “Wow its so huge, you can dance here”, lift nya lebar banget, ini pas di dalam lift.


Sesampainya di waiting room lantai 3, kursi yang bisa dipakai buat tidur sudah penuh semua, sepertinya kami tidak bisa tidur sampai pagi, Akbar cari-cari tempat yang bisa dipakai tidur, lalu dia bilang “there is a better place to sleep”, Oh Akbar, saya senang sekali mendengarnya, lalu dia menunjukkan tempat yang dikasih garis (penyekat), di dalam sekat itu ada kursi panjang dan ada meja panjang juga tapi tinggi nya sejajar, kami memarkir koper di dekat tempat tersebut, lalu akbar dengan Pedenya melepas sekat itu, saking girangnya saya langsung tiduran di meja itu (awalnya saya gak tahu kalau itu meja, paginya saya baru tahu), dan saya bilang “Oooh... Its a nice place”, dan Akbar tiba-tiba ketawa sambil menabok pundak saya, kami ketawa hahahaha, gak ada lima detik saya tiduran disitu ada petugas yang mengahmpiri kami, dan kami diusir wkwkwkwk Poor we are.



Akbar itu orangnya gigih, sudah tahu gak boleh tidur di situ dia tetap minta dikasihani sama petugas, sambil memperagakan gaya tidur dia merengek dalam Bahasa Bisu, tetep aja gak boleh, akhirnya kami muter-muter cari tempat yang sepi, parkirlah kami disitu, lepas sepatu dan kaos kaki, Akbar ke Kamar mandi dan saya enggak, lalu Akbar bilang “Don’t you wanna wash your feet?”, saya tahu maksud Akbar, dia mau bilang kalau kaki saya bau, hahaha, memang sudah dua hari saya belum lepas sepatu, lalu saya pergi ke Toilet dan mencuci kaki, tapi tetap saja bau, lalu saya bongkar-bongkar koper buat nyari kaos kaki buat ganti, agak berkuranglah baunya, jam nya sudah jam 4 pagi, kami memutuskan untuk mencari Metro karena masih pagi, kami turun ke lantai satu tapi di lantai satu kami malah menemukan waiting room, ada ada tempat untuk kami tidur, saya langsung tiduran dan tidur beneran, lumayan bisa tidur sampai jam 6 pagi.


Jam 6 pagi Akbar membangunkan saya dan mengajak untuk mencari Metro, kami mencari petunjuk di papan, Metro ada di Lt. 2, kami harus naik satu lantai lagi, setibanya di lantai 2, Akbar nanya-nanya lagi “Where is Metro?”, tetap tidak ada yang bisa ngasih tahu dimana jelasnya pintu menuju Metro, muter-muter sampai balik lagi ke tempat petugas yang ngasih tahu, sampai nemu tulisan gede di papan digantung di atas “METRO”, lalu Akbar melihat ke petugas yang tadi ngasih tahu sambil nunjuk-nunjuk papan itu, barulah jelas petugas itu ngasih tahu Metro ada diujung jalan depan setelah melewati tiga papan pengumuman, Oh God finally we found it, Akbar mau nerobos gerbang dan gak boleh masuk sama petugasnya, saya juga gak boleh masuk sama petugasnya sambil petuganya nunjuk-nunjuk ke sisi kanan dia, saya kira dia nyuruh baca larangan-larangan yang ditempel di tembok, ternyata dia nyuruh beli tiket.

Akbar nanya lagi sama petugasnya, sama petugasnya ditanyai alamat, tapi lama banget Akbar nyari alamatnya, di mesin pembelian tiket ada touris lagi beli tiket dan dia tahu kalau kami ini newbie, lalu dia membantu kami membeli tiket, saya bilang tujuan saya adalah Shanghai Hongqiao Station, harga tiketnya 8 ¥, yang membantu saya dan Akbar adalah anah-anak Khazakstan, mereka ada sekitar 8 orang, mereka bilang tujuan mereka sama dengan tujuanku tapi gak sama dengan tujuannya Akbar, mereka bilang “don’t worry”, mereka sangat terburu-buru sekali, kaya dikejar Tsunami, mereka gak bisa jalan santai, mereka lari-lari, gak tahu mereka lagi buru-buru atau enggak, tapi mereka bener-bener gak bisa santai, dan itu so oweseeemmm, kamu tahu oweseemmm? Pendeknya asem lah.


Over all, mereka baik mau bantuin kami sampai mau bareng naik kreta, waktu itu sekitar jam 6:30 pagi, saya nanya ke salah satu dari mereka “how long?”, dia jawab “about 2 hours but its ok, don’t worry”, di tengah jalan semua orang turun dari kreta, saya dan Akbar gak ngerti harus turun atau gimana, kami kira mereka turun karena tujuan mereka sama Akbar beda tapi ternyata di situ adalah tempat untuk ganti kreta jadi semua orang harus turun, saya dan Akbar kedandapan atau kepontalan, mereka gak ngasih tahu kalau kami semua harus turun di situ, untungnya Akbar itu baik mau angkatin koper saya yang overload itu, di China segala sesuatu serba cepat, kalau kamu gak cepat pasti kamu ketinggalan.


Setelah ganti kreta, Akbar harus turun di line selanjutnya, China punya subway yang OK punya, bikin mumetnya OK, bikin bingungnya OK, bikin gak tahu deh, ini peta nya, silahkan diamati. Saya dan Akbar harus berpisah di sini, Bye Akbar, see you... thanks to accompany me, Thanks God, sudah mempertemukan saya dengan Akbar yang baik sekali, perjalanan saya masih sangat jauh sekali, setelah satu setengah jam saya dan anak-anak Khazakstan sampai di Shanghai Hongqiao Station, lagi-lagi mereka jalan kaya dikejar setan, satu orang yang bisa berbahasa China pergi untuk membeli tiket kereta, dan dia juga mengajak saya buat beli tiket, dia juga yang ngomong ke petugasnya yang semuanya pakai Bahasa China.


Saya gak mau bego, jadi saya nanya ke dia, nomor tempat duduknya yang mana? Sambil nunjukin tiketnya, dia ngasih tahu, mungkin kalau saya gak nanya dia gak bakal ngasih tahu. Ini dia tiketnya, nomor tempat duduknya 06C dan gerbongnya 10, kretanya G7140, itu saja yang saya tahu. Tiket yang pagi sudah habis semua, adanya yang jam 15:08, sedangkan waktu itu masih jam 08:00 pagi, jadi saya harus nunggu lagi selama 7 jam, ada untungnya juga saya nunggu selama 7 jam itu, saya bisa tidur-tidur dulu, saya kesulitan untuk mengabari dosen yang akan menjemput saya, jadi saya nanya sama petugas, “How to connect the wifi?”, dia gak bisa jawab, waktu itu ada remaja cewek duduk juga di situ, saya tanya lagi, di jawabnya malah “first time”, aduh, jadi saya nunjukin HP yang ada tulisan Chinanya ke dia, dia bilang “your chinesse phone number”, saya jawab “I dont have”, dia semakin bingung, saya minta tolong dia minjem nomernya biar saya bisa nyambung ke wifi, untungnya dia ngerti, tapi setelah dia ketik nomornya di HP saya dan dia masukkan kodenya ternyata wechat tetap tidak bisa dipakai, saya minta tolong lagi ke dia buat add dosen saya, dan dia mau, lalu saya minta dia ngirimin foto tiket saya ke dosen saya, pokoknya gitu, Alhamdulillah pole, masih ada orang baik yang mau nolongin.


Setelah 4 jam duduk dan tidur sesekali, saya naik ke lantai atas tempat dimana nantinya kita naik kreta, waktu itu masih jam 12, masuk ke scan koper lagi, scan badan, dan barulah sampai di waiting room, waiting room nya kaya gini ni, di sini saya nanya lagi sambil nunjukin tiket sambil ngomong “where is it”, habis itu saya dtunjukin dimana saya harus nunggu, saya disini sekitar 2,5 jam, saya tutup muka saya pakai kain, banyak yang ngeliatin dari atas ke bawah, gak tahu kenapa, cuek wes, lagian siapa mereka, saya memperhatikan orang-orang yang lewat situ, ternyata bener sekali kata kebanyakan orang kalau orang-orang di China itu kemproh banget, di stasiun yang sebesar ini mereka sangat biasa meludah dan pakai suara khuuuuaaakkk cuuuhhh. Ihhhh!!!! Sumpah lah gilo. Di depan saya ada orang yang duduk dan ketiduran, banyak orang yang lewat dan ngetawain orang ini.


Jam 2 lebih saya mulai antri di depan pengecekan tiket, di sini saya ketemu kakek yang ngajak ngomong pakai Bahasa Entahlah apa, saya jawab aja I dont understain, mbuh dia jawab apa lalu dia pergi, setelah gerbang tiket mulai dibuka, semua orang berdesakan dan mereka juga sangat cepat, ada yang naik lift, ada yang naik eskalator, saya pilih naik lift karena barang bawaan saya banyak sekali, saya pakai naluri aja harus jalan kemana, dan harus bagaimana, saya nyegat orang yang lagi jalan setengah berlari buat nanya gerbong dan kreta ini dimana? Gak ada yang mau berhenti, saya tanya ke petugas dia jawab “right (benar)”,  saya naik gerbong nomor 10 dan mencari tempat duduk 06C, di tengah jalan simpangan sama orang yang bawa koper juga, akhirnya gak bisa lewat dua-duanya, saya nunjuk-nunjuk tempat duduk saya dan saya dibantu sama cowok ngangkatin koper saya, ke depan tempat duduk saya, saya harus naruh carrier saya yang besar di atas, karena raga ini sudah lelas saya agak gak kuat ngangkat, tau-tau ada bapak-bapak bantuain dari belakang ngangkat carrier saya.
Setelah itu saya bisa duduk dengan nyaman, berharap saya gak salah kreta, sebelah saya ada ibu-ibu yang ngajak ngomong lagi, saya bilang aja I dont understain, terus saya tunjukin papor, tiket, dan mbuhlah pokoke saya ngasih tahu kalau saya bukan orang sini, setelah lama sekitar 2,5 jam saya harus menurunkan tas yang ada di atas itu sedangkan saya gak nyampe, ibu itu nolongin saya ngambil carrier, lalu saya bilang bye bye, dia balas gak tahu apa.



China Part I, bersambung . . . 

Kamis, 25 Agustus 2016

Tumpukan Mantan seperti Berkas Bau Busuk

Ternyata hidup itu kalau punya banyak mantan dan sampai overload kadang-kadang gak enak juga, pagi-pagi masih tidur udah dibangunin karena ada mantan datang ke rumah, siang-siang pengen santai, ada mantan yang lain lagi nangkring di depan rumah, katanya lagi nyari Pokemon, maklum rumahnya di sebelah rumah saya.

Lagi mainan HP ada notif di grup WA, di grup itu ada mantan juga, ada notif lagi di grup WA yang lain, eh ada mantan juga di situ, ada notif FB ada postingan mantan lagi share foto bareng saya 2 th yll, hmmmm hidup kok gak jauh-jauh dari kata mantan.

Kadang-kadang ya ada seru nya juga, rasanya punya cerita sendiri tiap ketemu mantan dimanapun, tapi kadang-kadang ada males nya juga, bosen kalau terus-terusan ketemu mantan, kalau ketemu mantan yang udah move on sih enak, lha kalau ketemu mantan yang masiiiiiiihh aja bilang kangen, sayang, ah kampret lah pokoknya.

Mbok ya uwes, yang sudah ya sudah kok masih aja pengen ngulang-ngulang crita, kok gak bosen yo? Duh ini males nya kalau habis ketemu mantan yang gak bisa move on, menuh-menuhin aja.

Image result for berkas numpuk

Selasa, 23 Agustus 2016

H-21


Bangun tidur, bikin kopi, makan, ngobrol, BAB, sikat Gigi, cuci muka, ganti baju, makan lagi, berangkat ke kampus nganter Boim cari info tentang biaya tes EILTS, ketemu Rici, ngobrol, mampir ke pengrajin sepatu,

Ngopi di pujasera kampus sampe sore, ngobrol sama Beri yang kaya lagi mengsle otaknya, mampir opus, liat Boim mukul2 drumb gak jelas, duduk2 di depan opus, nyanyi sama orang2 mengsle juga, kenalan, salaman, pulang,

Di jalan pake sabuk pangaman, dengerin lagu2 dari HP Boim, nyanyi2 dikit, beli gorengan, makan malam di rumah, minum teh, chatting sebentar, liat-liat foto lama, nulis ini, tidur.

Kamis, 18 Agustus 2016

Tips menghilangkan badmood

Image result for badmood 

1. Pindah badmood ke orang lain, caranya nyanyi yang keras pastikan suaramu jelek
2. Jadilah orang sok, tepatnya sok gila dengan cara ketawa sendiri sepuasnya
3. Lakukan sesuatu tidak seperti biasanya, kalau biasanya kamu jalannya maju, cobalah jalan mundur
4. Kalau belum sukses juga, maka kamu harus keluar dari tempatmu, carilah kantong plastik warna merah, pakailah di kepala, jalan-jalanlah di mall
5. Terakhir, kamu harus nyanyi keras-keras sambil ketawa sepuasnya sambil jalan mundur di Mall dengan topi kresek warna merah di kepala.

Ngopi opo Rabi?



Ngopi seperti nya adalah kegiatan yang simple tapi kalau ngopi sudah jadi karakter yang me nempel di jiwa seseorang maka akan sangat sulit memilih antara ngopi dan rabi.

Ketika kamu memilih rabi berarti kamu bersedia mengurangi banyak waktu ngopi-mu, mau tidak mau, ketika kamu memilih ngopi berarti kamu bersedia mengulur waktu untuk menikah, lagi-lagi mau tidak mau.

Ngopi yang saya bahas disini adalah kegiatan kumpul-kumpul sama teman, ngobrol ngalor ngidul, lalu kenapa dua kegiatan ini tidak bisa berjalan bersamaan? Ya karena menikah itu tempat nya bukan di warung kopi atau di kedai kopi, tapi di KUA.

Iya to?

Image result for before and after marriage meme

Woles-e Dee Rahman


1. Sempatkan melakukan hal yang disukai minimal seminggu sekali, apapun itu yang penting jangan lupa share kegiatan kamu

2. Perbanyak minum kopi

3. Ubah keluhan menjadi motivasi

4. Tidak perlu update status yang isinya mengeluh

5. Kalau suka selfie, jangan lupa pasang wajah sumringah dengan senyum atau tertawa

6. Dan, yang paling penting ingatlah "Di atas langit masih ada langit, di bawah bumi masih ada bumi"

7. Simple aja, kalau lapar makan, kalau haus minum, kalau ngantuk tidur, tidak perlu dipikir tapi kerjakan

8. Selesaikan tugas sesuai prosedur

9. Terimalah semua hasil yang didapat, apapun itu.

Image result for malang suantai sayang

Selasa, 09 Agustus 2016

Apply X Visa (Student Visa) China

X Visa dibedakan menjadi dua macam, yaitu X1 visa adalah visa pelajar untuk masa study lebih dari 6 bulan dan X2 adalah visa pelajar untuk masa study kurang dari 6 bulan.

Cara Apply X Visa

1. Lengkapi berkas-berkas yang diperlakukan sbb;
 a. FC & asli Paspor yang masih berlaku S/d 6 bulan ke depan
 b. FC & asli admission notice dari kampus kamu di China
 c. FC & asli JW202
 d. Pas foto berwarna terbaru, baground putih, ukuran 3,3x4,8 cm

2. Datang ke Kedubes China di
    SPAZIO Building - 502 Kompleks Graha Festival Kav No.3 
         Jalan Mayjend Yono Soewoyo Graha Famili, SURABAYA
         Phone No:031-60039880     Fax:031-60039881
         Email address: surabayacentre@visaforchina.org

3. Mintalah formulir ke petugas, isilah dengan lengkap sesuai petunjuk

4. Ambil nomor antrian

5. Jika sudah dipanggil, majulah ke loket, ikuti proses selanjutnya 

6. Visa dapat diambil setelah 3 hari kerja.

Image result for x visa china

Senin, 01 Agustus 2016

Don't Judge Rempeyek from it's Cover


Hai pembaca blog Bridgett Beaumont yang teristimewa, tak terasa lebaran sudah sebulan, udah pada silaturrahmi ke Rumah tetangga, sodara, temen, musuh dll kan?
Biasanya kalo pas lebaran banyak kue-kue dewa, kue yang adanya pas lagi lebaran aja, ada juga camilan-camilan yang bisa muncul kapan aja, misalnya kacang, krupuk, kripik, dll.

Di Rumahku ada kacang dan yang sering saya makan gak jauh2 dari bahan2 kacang, seperti kacang telur atau rempeyek, kacang telur setahuku rasanya manis sedangkan rempeyek biasanya asin, di salah satu toples di rumah ku ada camilan yang dari tampilannya seperti kacang telur, pas saya makan ternyata rasanya asin, saya jadi bingung.

Ah, saya memang tidak terlalu bisa membedakan rasa, di mindsetku itu tetaplah kacang telur tapi rasanya bukan kacang telur pada umumnya. Baiklah, satu minggu kemudian ada sodara datang bersilaturrahmi ke rumahku, ibuku membuka satu persatu toples sambil menjelaskan, nah pas di toples yang kataku kacang telur itu ibuku menyebutnya rempeyek. Ternyata yang selama ini saya anggap kacang telur karena bentuk nya mirip kacang telur itu sebenarnya adalah rempeyek, saya tertipu oleh penampilan bahkan sama sekali tidak terlintas di otakku kalau itu adalah rempeyek, saya sudah salah men judge makanan dari rupa. Heuheuheu

Saya terima kalau itu memang rempeyek, tapi setelah saya cicipi lagi rasanyapun tidak seperti rempeyek kacang; nomomym (makanan yang rasanya seperti makanan lain). Rempeyek kacang ini rasanya tidak enak, sepertinya kualitas kacangnya kurang bagus, hmmm meskipun mindset saya sudah berubah dari kacang telur menjadi rempeyek, masih ada yang ganjal.

Setelah lebaran berlalu 2 minggu, teman saya datang ke rumah, kami ngobrol2 sambil mencicipi isi-isi toples, saya makan rempeyek kacang dan dia makan kue pastel kering, saya bilang sama dia "ini rempeyek kacang tapi rasanya kok bukan kacang", dia ikut mencicipi tapi dia bilang "ini kedele bukan kacang", OMG 😱😱😱😱 Di mindset ku, camilan ini adalah rempeyek kacang jadi setiap kali saya makan itu saya merasa rempeyek kacangnya gak enak, setelah saya tahu bahwa itu adalah kedelai, rasanya berubah menjadi enak.

Ternyata ya, sudah mengira itu kacang telur, eh bukan. Sudah dikasih tahu itu rempeyek masih juga gak bisa tahu kalau itu kedelai, masih aja ngeyel kalau itu kacang. Bener juga pepatah selama ini "don't judge a book from it's cover", tertipu penampilan kan??

Image result for dont judge

Selasa, 01 Maret 2016

Bosan untuk Ke-sekian kalinya

Dari tadi saya di depan laptop, mengetik  beberapa kata lalu saya tutup lagi, buka lagi tutup lagi, sampai berulang kali, saya mau menulis tapi tidak ada ide mau menulis apa, namanya juga sedang bosan, biasanya kalau sedang bosan begini saya harus pergi ke suatu kota, hanya untuk menghilangkan kebosanan saja, sekarang sudah bulan Maret 2016, semenjak Juni 2015 saya belum pernah pergi kemana-mana, otak ini rasanya beku, setiap hari yang saya lihat hanya komputer di tempat kerja, kasur di kos, jalan aspal menuju tempat kerja, itu saja.

Wow setelah saya hitung ternyata 9 bulan saya tidak kemana-mana, pantas saja separah ini rasanya, tapi kebosanan kali ini parah, sampai-sampai saya tidak tahu tentang lagu baru, tidak tahu tentang buku baru, tidak tahu tentang film terbaru, pokoknya serasa manusia paling normal sedunia hidupnya, kerja-tidur-bangun-makan-ulangi.

Hidup kok gak ada bumbu-bumbu nya sama sekali, dulu saya masih suka main gitar (latihan) sambil nyanyi-nyanyi, sekarang di tempat ini gak boleh teriak-teriak katanya, pokoknya "do not do anything nice", dulu aku masih suka ngopi, nulis sambil nyruput kopi, sekarang boro-boro, masih niat aja nggak, keburu ada yang larang-larang.

Paling-paling sekarang kalo kepengen ada suasana baru, mentok ya pulang kampung, di rumah sendiri, tapi begitu pulang juga gak bawa laptop gak sempet nulis, jadi di rumah ya sempetnya cuma ngopi di WC, dengan begitu saya masih bisa merasa bahwa hidupku masih merdeka.

Related image
Hmmmm
Mbuh lah.

Senin, 01 Februari 2016

Zona Bening - Diet Plastik

Bulan-bulan ini bulan kangenku kepada kegiatan-kegiatan yang kata kebanyakan orang kegiatan tidak berguna, tapi kami para pejuang lingkungan yakin bahwa apa yang kami lakukan lebih baik ketimbang tidur di rumah, atau nongkrong di cafe.

Kami adalah Zona Bening
Kegiatan Kami cuma ngumpulin sampah di pasar Minggu, sampah-sampah orang yang habis makan/minum dibuang begitu aja di jalanan Ijen. Lalu apa bedanya kami dengan pemulung?





Kami lihat orang-orang yang belanja dan membawa kantong kresek, kami cuma bisa kasih tas ramah lingkungan biar orang-orang gak pakai kresek lagi

Bule dari Negeri Cina bilang kalau di China kresek itu dijual, jadi orang-orang yang berbelanja membawa tasnya sendiri dari rumah, jadi tidak banyak sampah plastik yang dibuang disana.
Ini Fita lagi pakai seragamnya Zona Bening (Pejuang Lingkungan) lagi menukar kresek dengan ecobag punya Zona Bening, Gratis.

Kegiatan ini bertempat di CFD Jl. Ijen Malang
Waktu itu kegiatan inti kami adalah penukaran kresek/botol bekas dengan Ecobag di bawah ini
Tujuannya: Mengedukasi masyarakat tentang bahaya sampah plastik, mengganti kresek dengan Ecobag yang bisa dipakai berulang-ulang (Diet Plastik)