Jumat, 03 Januari 2014

Dibilang Sombong??? IYA-in aja

Ada yang pernah menjadi pengambil keputusan? ada yang pernah bingung setengah mati karena pilihan-pilihan yang bagaikan memakan buah simalakama?

PILIHAN MEMANG SELALU MEMBINGUNGKAN

Pertanyaan kedua saya adalah:

1. Kamu capek
2. Kamu duduk di kursi dalam bus yang sesak
3. Ada seorang nenek tidak dapat tempat duduk sedang berdiri di sebelahmu
a. Apakah dengan kerendahan hatimu kamu akan tidur saja tanpa memberikan tempat dudukmu pada nenek tersebut?
b. Atau dengan kesombonganmu yang gagah kamu akan memberikan kursimu pada nenek tersebut?
Apakah kamu akan memilih jawaban pertama sebagai 'Rendah Hati' dengan embel-embel tidak memberi kursi kepada nenek, atau kamu akan memilih jabawan kedua sebagai 'Sombong' dengan embel-embel memberi kursi kepada nenek tersebut?
Saya rasa cukup gampang untuk menjawabnya, banyak yang menjawab B ketika pertanyaan ini saya tulis di status FB, tapi mereka menambahi dengan 'menolong nenek tapi gak sombong'.

Ya begitulah pilihan, tidak ada pilihan yang tidak merepotkan, kamu pengen baik tapi dibilang sombong, kamu pengen rendah hati tapi dibilang gak mau nolong, repot kan?. Pilihan memang sering kali menjebak tapi jangan sampai terjebak antara penilaian manusia memakai mata telanjangnya dengan penilaian Tuhan dengan Maha tau-Nya.

Jika ada yang bilang kamu sombong maka bersyukurlah masih ada yang mau memperhatikanmu, stempel-stempel yang diberikan orang kepadamu itu jadikan pembelajaran, lalu saat kamu menyadari bahwa kamu memang sombong maka jangan marah, tapi saat kamu merasa kamu bukan orang sombong kamu harus tahu, stempel orang itu jebakan untuk membuatmu marah atau dia hanya mencari perhatianmu buat deketin kamu, hahay

Orang sombong itu biasanya ber-omong-kosong seperti saya ini, gak peduli, gak mau nyapa, gak suka basa-basi, sukanya meroket, makanya saya meng-iya-kan setiap ada orang yang bilang saya sombong, gampang kan?

Tetaplah waspada kepada orang-orang yang suka memberi stempel, jangan dekat-dekat kalau kamu punya penyakit jantung atau stroke, kalau kamu mau melawan orang-orang seperti itu kamu harus mau mengakui kalau kamu memang sombong, dengan kamu bisa memenangkan dirimu sendiri, mengakui kekuranganmu, kamu bisa pulang dengan tersenyum, tidur dengan nyenyak, betapa indahnya hidup dengan penerimaan seperti itu.

Apapun yang mereka katakan, tetaplah fokus pada duniamu, jika kamu artis tetaplah menghibur para penggemarmu, jika kamu karyawan teruslah bekerja seolah kamu hidup 100 tahun lagi, jika kamu seniman maka berkaryalah tanpa batasan-batasan, jika kamu guru maka mengajarlah dengan penuh cinta, jika kamu seorang ibu maka bahagiakanlah anak-anakmu, jika kamu pengangguran teruskan menghitung bulu hidungmu sampai selesai. Maka selalu pulanglah dengan tersenyum orang yang dibilang sombong.


0 comments:

Posting Komentar