KOPI

Hai Kopi, Senyum berantakanmu selalu memenuhi hidupku, Hai Cangkir, Setiap hari aku tetap merindu bibirmu (Dee Rahman).

Kopi Jalanan

Perjamuan ini, aku tak mengerti, tapi anggur sedikit membuatku bersabar. (Dee Rahman).

Espresso Soda

Kamulah Espresso Soda yang paling manis di lidahku, Kekasih (Dee Rahman).

Cerry

Kau selalu menggoda dengan segarnya tatapanmu (Dee Rahman).

Dee Rahman

Untuk membuat kue seorang wanita tidak perlu berdandan feminin, yang penting dia jatuh cinta rasanya pasti hmmmm (Dee Rahman).

Minggu, 17 November 2013

Permen Karet Sewaktu TK nol Kecil

Adik ini usianya 4 tahun, dia mau masuk TK nol kecil, namanya molly anak dari bapak Abdul dan Ibu Rose, Adik kecil ini 2 minggu lagi akan masuk TK, dia sedang ke penjahit untuk membuat seragam yang ia idam-idamkan, akhirnya jadilah seragam TK milik molly, ayahnya menyuruh molly memakai seragam itu sesampainya dirumah, molly membuka seragamnya, tapi wajah molly tiba-tiba berubah, wajahnya langsung marah ketika dia melihat rok buatan penjahit, dia ingin membuang rok itu bahkan ingin menggunting-guntingnya, sambil mencaci maki ‘penjahit goblok, ngapain jahitin rok buat aku’. Dia bilang begitu berkali-kali sambil mengelilingi rumahnya dengan rok (seragam) di tangannya.

Molly tidak mau memakai rok, yang dia mau adalah celana (seragam) seperti milik sepupunya, molly ini memang tidak pernah memakai rok, dia biasa memakai celana, mungkin dia akan merasa asing dengan dirinya ketika dia memakai rok itu, akhirnya molly tidak mau sekolah karena permintaan molly memakai celana tidak dipenuhi oleh orang tuanya.

Satu tahun berlalu, teman-teman molly setiap hari pergi ke sekolah dan selalu pulang membawa cerita seru dari sekolah, akhirnya molly mau bersekolah meskipun memakai rok dengan perasaan canggung, teman-teman molly di kampung sudah naik kelas TK nol besar, sedangkan molly baru bersekolah dan tertinggal setahun dari teman-teman sebayanya.

Waktu itu molly duduk (sebangku) dengan Nurul, Nurul ini anak yang pendiam, rajin, gak clometan, gak nakal, suatu hari di kelas setelah ibu guru bercerita, si Nurul mencatat tapi Molly mengajak berbicara Nurul, karena Nurul sedang sibuk mencatat Nurul tidak menggubris pertanyaan Molly, Molly tersinggung karena dia ‘nggak direken’ sama Nurul, Molly sedang mengunyah permen karet di mulutnya, molly suka membeli permen karet yang harganya waktu itu Rp. 100,- / biji dan permennya warna-warni, ada yang warna biru, ada yang hijau, ada yang merah dll, si Nurul tetap sibuk dengan buku dan potlotnya sedangkan si Molly sudah kadung tersinggung, dengan sangat santai Molly mengambil permen karet yang dikunyahnya lalu diletakkannya kunyahan permen karet itu di rambut Nurul.

Molly ini anak kecil yang tidak terlalu membaur dengan teman-teman sekelasnya, dia hanya suka mengamati teman-temannya yang dianggapnya manja seperti Yhany, nakal seperti Dian, dan membosankan seperti Nurul, molly ini nggak nakal hanya saja dia keras kepala, anak kecil yang keras kepala, dan dia tidak merasa bersalah sama sekali karena sudah membuat rambut Nurul berantakan akibat permen karet itu.

Keesokan harinya, rambut Nurul botak, Nurul diantar kakaknya ke sekolah, Molly bersikap seperti biasa, seperti kemaren sebelum merusak rambut Nurul, dan yang nyebelin lagi Molly bertanya pada Nurul ‘rambutmu kenapa?, kok botak gitu?’, kalau kamu jadi Nurul kamu jawab apa pertanyaan Molly?, memang dasarnya Nurul ini pendiam dan tidak mau bermasalah dengan siapapun, Nurul menjawab ‘digunting mbakku’, Molly bertanya lagi ‘Lho ngapain digunting, pake minyak tanah lho bisa ilang (permen karetnya)’, Nurul menjawa lagi ‘nggak bisa, udah dicoba semua dari kemaren’.

Molly kecil tidak suka kalau dia tidak didengarkan ketika berbicara, entah itu sifat yang diturunkan siapa, Molly kecil tidak aktif di kelas, Molly kecil suka mengamati teman-temannya dengan diam, mungkin permen karet yang dia ambil dari mulutnya lalu diletakkan di kepala Nurul itu adalah bentuk kekesalan dia, tapi dia tetap tidak merasa bersalah, mungkin dia belum mengerti tentang maaf.

Hingga sekarang, aku bingung kenapa Molly kecil bisa sampai seperti itu, tidak ada yang mengajarinya seperti itu, aku juga heran kenapa Molly seperti sudah mempunyai karakter keras kepala dari kecil, sampai sekarangpun masih sama, dia tidak suka kalau dia tidak didengar ketika dia berbicara.

Sabtu, 09 November 2013

Cara Menginstal Fastestube (Tombol Download di Youtube)

1. Download Fastesttube di http://fastesttube.en.softonic.com/download
2. Install Fastesttube
3. Setelah install selesai aktifkan Fastesttube di Add-Ons Firefox, seperti Gambar 1


4. Buka Youtube maka Tombol Download sudah bisa digunakan seperti Gambar 2
 

Jumat, 25 Oktober 2013

KARET GELANG



Saya terbiasa memakai karet gelang di pergelangan tangan, sejak jaman kuliah tahun 2007 lalu, sebenarnya awalnya karet gelang itu sisa saya beli nasi lalapan, nah kebetulan bungkusnya ditali dengan karet gelang, karetnya gak saya buang tapi saya pakai di pergelangan tangan.
Tapi kenapa ya orang-orang risih nge-lihatnya, kalau yang gak tahan diam ya pasti langsung tanya ‘kok pakai karet gelang sih?’, ‘memangnya kenapa?’, ‘aneh aja’, kesimpulan dari memakai karet gelang adalah ‘aneh’, dari banyak sekali jawaban mereka dan kesimpulan bagi orang yang pakai karet gelang itu ‘aneh’.
Sebenarnya di kelasku D3 Teknik Elektronika 2007 gak cuma saya yang suka pakai karet gelang, seingatku Hari Wahyudi alias W juga suka pakai karet gelang, atau Adi, Pak P, Eric, Umar juga biasanya pakai karet gelang, sekarang saya nanya ‘apa anehnya orang yang pakai karet gelang?’, apa karena karet gelang itu tidak berharga? Sipa bilang? Penjual-penjual lalapan itu beli karet gelang buat tali bungkusan jualannya, kalau seandainya bungkusan itu gak ditali karet gelang makanannya pasti tumpah waktu kalian bawa pulang dan gak ringkes.
Ada orang yang bilang, penampilan ok, wajah ok, anak kuliahan, tapi kenapa harus pakai karet gelang?, saya jelaskan satu persatu, karet gelang itu banyak fungsinya; bisa buat tali rambut, gak cuma cewek-cewek yang hoby mengikat rambutnya, cowok-cowok juga terutama cowok teknik, selain itu karet gelang juga bisa mengikat kabel, seperti kabel carger HP, carger laptop, dan kabel-kabel lainnya biar lebih ringkes, iya to?
Saya juga bisa kenal dengan banyak orang karena karet gelang, misalnya waktu orang butuh tali, nyari-nyari tali rafia saya langsung ambil saja karet gelang yang ada dipergelangan tangan, urusan cepat selesai, dan tidak luput dari pertanyaan ‘kok pakai karet gelang?’ bla bla bla, akhirnya kenalan, betapa gampangnya kenalan dengan orang baru.
Kalau pendapat Epi pacarnya W, W itu enggak banget kalau sudah pakai karet gelang, apalagi waktu mereka kencan, makan malam di luar, kelihatannya gak mbejaji (berharga), kata Epi. Lalu Epi nanya ke saya, ‘kenapa sih Moll kalian itu kok suka pakai karet gelang?’ emang gak ada gelang yang lain?’, bukan masalah gak ada gelang lain, tapi saya pakai karet gelang gak cuma buat asesoris, saya menilainya dari segi manfaatnya.
Dulu waktu aku kecil, teman mainku ada yang namanya Sian, Sian itu agak kurang sama dengan anak-anak yang lain, usianya sudah tua tapi dia masih suka main sama anak-anak kecil, kira-kira umurnya 25 an atau lebih, sedangkan kami teman mainnya masih berumur 7-10 tahunan, dia memang keterbelakangan mental, di pergelangan tangannya banyak sekali karet gelang, dulu waktu saya kecil saya juga sering menertawakannya, ternyata orang yang IQ nya melati memang suka menertawakan orang yang pakai karet gelang.
Coba lihat, kalau orang-orang yang IQ nya berbintang pasti mereka sudah tahu untuk apa karet gelang itu dipakai di pergelangan tangan, dan mereka tidak akan pernah bilang orang-orang yang pakai karet gelang itu ‘aneh’.
Misal kamu lagi pdkt sama seseorang, ditengah-tengah kalian ngobrol asyik banget dengan udara yang sangat panas, si cewek merasa gerah karena rambutnya yang terurai dan dia pengen mengikat rambutnya tapi dia lupa bawa tali rambut, kalau kamu gak pakai karet gelang pasti kamu bingung, apa yang bisa kamu lakukan dengan keadaan itu, akhirnya kenyamanan mengobrol berkurang karena kegerahan si cewek semakin menjadi, obrolan yang asyik tadi jadi terganggu, dan akhirnya gak jadi menyatakan cinta, hmmm sayang sekali. Coba kalau kamu bawa karet gelang, dengan cepat kamu menyelesaikan permasalahan itu, si cewek pasti langsung nerima kamu jadi pacarnya, menurutku cowok yang sedia karet gelang buat cewek itu adalah cowok romantis.
Gak cuma itu aja sih, ini semisal kamu lagi bantu-bantu teman kamu yang beres-beres mau pindah kos, pasti butuh banyak karet gelang buat mengikat barang-barang seperti asesoris yang dimasukkan jadi satu ke dalam plastik, plastik itu butuh karet gelang buat merapikannya biar gak kebuka waktu dibawa dalam perjalanan.
Sama halnya dengan kalian menikah butuh ikatan to? Itu filosofi awanya ya dari karet gelang, kalau gak ada ikatan pasti ngambang, gak jelas, kalau kebetulan diantara kalian ada yang pakai karet gelang, ikat aja tangannya jadikan satu dengan tangan kamu, kemana-mana kalian pergi jangan lepas karet itu pertanda kalian saling terikat.
Ada lagi fungsi lain dari karet gelang ini, misalnya kalian lagi ngantri di POLRES mau bikin SKCK tapi tau tau ada orang yang nyrobot tempat kamu, dia gak mau antri, kamu bidik saja matanya, gunakan karet gelangmu buat menjepret matanya, multifungsi banget kan karet gelang ini.
Mungkin dengan kalian baca tulisanku ini, karena berhenti menggerutu waktu melihat orang pakai karet gelang, mungkin dengan kalian baca tulisanku ini kalian bisa tahu apa yang harusnya dikritik dan apa yang harusnya didiamkan saja, mungkin dengan kalian baca tulisanku ini IQ kalian yang melati bisa naik tingkat jadi IQ berbintang.
Salam KARET GELANG

Minggu, 04 Agustus 2013

Check Status Mahasiswa kamu di Dikti

1. Masuk ke link http://forlap.dikti.go.id/
2. Klik menu Pencarian Data + Data Mahasiswa


3. Isi nama Perguruan tinggi tempat kamu kuliah + isi nama/nim kamu
4. Sebagai contoh

 

Jumat, 02 Agustus 2013

Dee Rahman - Part of Music






Sabtu, 06 Juli 2013

Aku Ingin Pergi ke Suatu Kota


Sudah lama rasanya tidak tidur sembarangan, tidak tidur di kursi-kursi taman, tidak tidur di kursi-kursi stasiun, tidak duduk di terminal, tidak melihat no kendaraan yang berbeda dengan kotaku, tidak menggendong tas yang berisi baju-baju ganti, aku rindu kereta api, aku rindu menikmati pinggiran kota orang, aku rindu menulis di pinggiran rel kereta api, aku rindu duduk berjam-jam di kursi stasiun menunggu kereta tiba, sudah lama sekali rasanya...

Minggu, 26 Mei 2013

Aku Tidak Suka . . .

1. Sesuatu yang mengikat
2. Perjanjian, Pokoknya yang mengikat-mengikat begitulah...
    Apalagi sesuatu yang sok iyes tapi gak ada gunanya seperti anggota pramuka
3. Aku gak suka sama anggota pramuka, pangkat cuma pramuka saja gayanya sudah melebihi Jendral
4. Orang yang suka nyuruh aku mandi, buencinya aku setengah mati
5. Waktu nungguin orang, tapi orang itu lemot dan luama datengnya. Buencinya sak mbun-mbunan
6. Waktu dijalan, dibonceng orang, tapi orang itu gak fokus sama jalan di depan, malah tolah-toleh, kudu tak jundu teko mburi
7. Trus saya benci sama orang yang bangunnya siang, lumuh, wis gak ada harapan pokoke
8. Saya benci sama orang yang bego’, sok tau, udah bego’ tambah sok tau. Waduh ke neraka saja
9. Trus saya buenci sama orang yang pamer, ngguilani, sing diomongno berhubungan dengan kemenyek tok
10. Waktu makan di warung atau dimana gitu, ada orang didepanku makannya pake bunyi kecapan keras-keras. Duh sumpah koyo wong gak mangan 9 ulan nggarai aku males mangan
11. Orang yang kentut tapi disengaja banget kentut di depan orang, mbok pikir kentutmu iku membanggakan ngunu a? Saranku yo, silitmu iku kekono selang, salurno ng lambemu, trus ngentuto wis sak jebole silitmu, nikmatono dewe ae entutmu iku
12. Dan paling buenci sama orang KEPO, alias pengen tau aja... kerjaannya ngurusin orang aja, trus jadi profokator, trus rasan-rasan, timbang rasan-rasan mending korah-korah kono lho
13. Dikasih/dibeliin rok, JANCOK tenan lek iki
14. Ngeliat orang sakit yang Lebai, kenapa gak pura-pura mati aja, biar dikubur sekalian
15. Nanyain orang, mau pesen apa ni?’ (lagi di tempat makan) dan jawabannya ‘terserah’, emangnya ada ya menu terserah? mending ngomong aja, aku gak makan. ngunu lak penak gak garai wong lio mikirno opo sing kate mbok pangan. tiap ditanya jawabnya 'terserah' yo matio ae kono
16. Nanyain orang yang kelamaan mikir, dan gue suka bentak orang yang kelamaan mikir, siapapun itu

17. Dibonceng nih ceritanya, trus tangan orang yang nyetir tuh pake raba-raba dengkul gue, nyetir-nyetir aja kale.. gak usah raba-raba dengkul segala, geli bego'
18. Orang yang suka alasan, apa repotnya bilang terus terang? kalo gak suka ya bilang aja gak suka, gampang kan? ngapain pake pura-pura ini, pura-pura itu, pura-pura ninja

Jumat, 03 Mei 2013

SIDANG SKRIPSI DI HARDIKNAS

Aku tidak akan pernah lupa dengan tanggal ujian sidang skripsiku ini, yang aku laksanakan di hiruk pikuknya upacara Hari Pendidikan Nasional di kampusku
Suasana hari itu terasa sangat berbeda, semua dosen tiba lebih pagi dari biasanya, berpakaian biru bermotif batik.
Pagi itu aku bangun jam 04:30 A.M, baru buka-buka power point, baca-baca sebentar, jam 05:00 A.M aku mandi, aku memakai celana kain warna hitam, memakai kemeja warna putih, sepatu hitam dan almamater kebanggaanku, berdandan di depan cermin yang besar di smart room lt.1 itu, aku siap berangkat sepagi ini.
Aku datang di kampus jam setengah 7 dan pintu gedung kampusku belum dibuka, betapa rajinnya aku hari itu.
Aku melihat ada mobil berwarna krem sedang akan parkir, aku memperhatikannya, penumpang mobil itu turun sebanyak 4 orang, aku melihat dosen yang sangat aku kenal, memakai kopyah terlihat lebih gagah dari biasanya, beliau adalah Abah Jendral.
Abah Jendral menyuruhku mempersiapkan ruangan dan alatku supaya diletakkan di ruang sidang A di jurusanku, Siap Jendal!!!
setelah aku siapkan semuanya, dan waktu menunjukkan pukul delapan, tapi dosen pengujiku belum datang, menunggu... tik tuk tik tuk... aku telp tidak diangkat, ya sudah aku sms saja, dan ada balasan, beliau ternyata masih dalam perjalanan menuju kampus, setengah sembilan, sudah waktunya ujian, aku ingin cepat melalui ujian aneh ini, mulai dari presentasi yang sangat singkat, hanya 5 menit kurang, menjawab pertanyaan dengan singkat, dan selama 30 menit aku di dalam ruang sidang itu cukup membuatku senang, setelah disuruh keluar, ternyata supporterku sudah berbaris di depan ruangan itu, tambah seneng ae atiku...
setelah aku rasa cukup diluar selama 2 menit, aku masuk tanpa dipanggil, itu yang diajarkan Abah Jendral kepadaku, dan Abah Jendral bertanya 'Yoopo iki? kiro-kiro awakmu lulus po ora?' saya jawab 'lulus pak'. sebenarnya aku sudah bukan mahasiswa bau kencur yang perlu begitu-begitu, ndang mari ndang wis itu malah bagus. aku tidak suka basa basi.
Dan akhirnya, beliau bertiga memberi selamat, hmmm aku selak bosen 1 semester fokus sama skripsi tok, gak pernah hunting foto, gak pernah touring, gak pernah kelayapan malem, gak pernah nongkrong-nongkrong di pinggiran jalan kota, gak pernah nyanyi, gak pernah ketemu temen-temen ngopi, sekarang cukup sudah yang begitu, sekarang waktunya mencari inspirasi di kota JOGJA. sampai jumpa di cerita berikutnya.



Buat semuanya yang mensupport selama aku skripsi terima kasih banyak, pokoknya buanyak sekali yang berperan membantuku dalam menyelesaikan skripsiku ini.
Buat Mas bro, Mb. Ira, Mas Wahyu, Mb.Eli, Agung, ayo ndang nyusul sidang, tak enteni traktirane, hehehe

Selasa, 29 Januari 2013

Semakin aku berpikir kolam itu dangkal, semakin aku tenggelam

Itu cerita masa kecil yang tak pernah aku lupakan, aku hampir mati karena tenggelam
ketika itu aku berusia 10 tahun, waktu masih duduk di kelas empat Madrasah Ibtida'iyah
Aku tak pernah belajar berenang sebelumnya, tapi keinginan untuk bisa berenang sangat besar sekali, melebihi besarnya kolam itu
Aku tak pernah dibolehkan berenang di sana, karena alasan klasik seperti nanti habis berenang di saana takutnya kenapa-kenapa, takutnya terjadi apa-apa, takutnya, takutnya... akhirnya aku memang tenggelam
Saking kepinginnya aku belajar berenang di sana, sampai-sampai aku merengek menangis biar diperbolehkan (kebiasaan Dee kecil)
dan tiba-tiba aku ada di sana bersama kakekku, maksudnya aku berangkat ke sana, pemandian yang katanya penuh misteri itu, haha
untuk pertama kalinya aku melihat air sebegitu beningnya, air sebegitu menggiurkannya, melihat teman-teman sepantaranku meliuk-meliuk di dalam lubang mata air itu, mereka dengan fasih menggerakkan badan, tangan dan kakinya sehingga mereka bisa melaju dalam air.
Kolam itu dangkal sekali, hanya sepahaku kira-kira, siapa yang tak tergiur untuk melompat dengan gaya anjing menggonggong atau lumba-lumba menjerit, semua orang yang ada di sana sah sah saja melompat, bergerak, melaju di dalam air sesuka mereka, kenapa aku masih diam saja di pinggir kolam ini sambil bengong?
JEBUUUURRRR... tiba-tiba aku merasa sesak, saluran pernafasanku tertutup air, aku melompat-melompat dalam air seperti anak kecil setelah dibelikan barang yang diinginkannya, pantas saja tidak ada orang yang menolongku
semakin banyak air yang aku minum, semakin kenyang saja. tak ada juga orang yang menolongku
orang-orang duduk di pinggir-pinggir kolam pun diam saja meskipun mereka melihatku, bagaimana sih caranya ngasih tau mereka kalau aku sedang tenggelam?
Ya sudah, aku mengikhlaskan untuk mati saja, aku tak berusaha menghirup oksigen, aku tak berusaha melompat lompat di air, tenggelam saja mengikuti aliran air itu, tiba-tiba ada suara 'loh, anak itu tenggelam' dan orang itu menyelamatkanku
hhhhhhhh aku menarik nafas panjang setelah keluar dari air itu, terimakasih tuhan aku masih hidup.
Ternyata kolam itu dalam sekali, semakin aku perpikir kolam itu dangkal, semakin aku tenggelam
Kakekku tak bisa berenang, waktu itu beliau yang menenmaniku ke sana, tapi karena beliau tak bisa berenang akhirnya aku dibiarkan saja menelan air banyak.
teman-temanku yang jago berenang juga banyak, tapi mereka berlalu dengan kesenangannya sendiri
sejak saat itu aku putuskan untuk belajar berenang biar aku tak tenggelam lagi
dan sekarang aku bisa berenang

Minggu, 13 Januari 2013

Sumpah aku jago memaki

Pernahkah kalian marah-marah sampai mencela fisik seseorang? atau mencela kekurangan seseorang, misalnya 'Hei pendek, bla bla bla'
itu salah satu contoh, pernahkah?
Sumpah aku jago kalau hanya mencela seperti itu saja, aku biasanya memaki mbak Ozawa yang jangkung putih itu, 'Sampean iku pinter-pinter..., ayu...'
atau 'Dari pada kamu, kecantikanmu berbanding terbalik dengan kepintaranmu' atau 'Cantik enggak, pinter enggak, gila iya'
Jago kan aku? tapi mulutku bukan hanya untuk memaki dengan kata-kata kotor seperti preman pasar atau seperti kenek angkot di terminal, kurang elegan memaki yang seperti itu.
Orang gak sekolah juga bisa kalo hanya memaki seperti ini 'He Janc*k, awakmu iku ga duwe utek. utekmu secilik awakmu. pantes nggak iso mikir.'
mbok dibedakan cara memakinya dengan kenek angkot atau tukang parkir, biar kelihatan kalau kita itu berpendidikan, semester akhir lagi, perguruan tinggi negeri ternama lagi, jurusan keguruan lagi, wah wah wah... memprihatinkan