KOPI

Hai Kopi, Senyum berantakanmu selalu memenuhi hidupku, Hai Cangkir, Setiap hari aku tetap merindu bibirmu (Dee Rahman).

Kopi Jalanan

Perjamuan ini, aku tak mengerti, tapi anggur sedikit membuatku bersabar. (Dee Rahman).

Espresso Soda

Kamulah Espresso Soda yang paling manis di lidahku, Kekasih (Dee Rahman).

Cerry

Kau selalu menggoda dengan segarnya tatapanmu (Dee Rahman).

Dee Rahman

Untuk membuat kue seorang wanita tidak perlu berdandan feminin, yang penting dia jatuh cinta rasanya pasti hmmmm (Dee Rahman).

Senin, 01 Agustus 2016

Don't Judge Rempeyek from it's Cover


Hai pembaca blog Bridgett Beaumont yang teristimewa, tak terasa lebaran sudah sebulan, udah pada silaturrahmi ke Rumah tetangga, sodara, temen, musuh dll kan?
Biasanya kalo pas lebaran banyak kue-kue dewa, kue yang adanya pas lagi lebaran aja, ada juga camilan-camilan yang bisa muncul kapan aja, misalnya kacang, krupuk, kripik, dll.

Di Rumahku ada kacang dan yang sering saya makan gak jauh2 dari bahan2 kacang, seperti kacang telur atau rempeyek, kacang telur setahuku rasanya manis sedangkan rempeyek biasanya asin, di salah satu toples di rumah ku ada camilan yang dari tampilannya seperti kacang telur, pas saya makan ternyata rasanya asin, saya jadi bingung.

Ah, saya memang tidak terlalu bisa membedakan rasa, di mindsetku itu tetaplah kacang telur tapi rasanya bukan kacang telur pada umumnya. Baiklah, satu minggu kemudian ada sodara datang bersilaturrahmi ke rumahku, ibuku membuka satu persatu toples sambil menjelaskan, nah pas di toples yang kataku kacang telur itu ibuku menyebutnya rempeyek. Ternyata yang selama ini saya anggap kacang telur karena bentuk nya mirip kacang telur itu sebenarnya adalah rempeyek, saya tertipu oleh penampilan bahkan sama sekali tidak terlintas di otakku kalau itu adalah rempeyek, saya sudah salah men judge makanan dari rupa. Heuheuheu

Saya terima kalau itu memang rempeyek, tapi setelah saya cicipi lagi rasanyapun tidak seperti rempeyek kacang; nomomym (makanan yang rasanya seperti makanan lain). Rempeyek kacang ini rasanya tidak enak, sepertinya kualitas kacangnya kurang bagus, hmmm meskipun mindset saya sudah berubah dari kacang telur menjadi rempeyek, masih ada yang ganjal.

Setelah lebaran berlalu 2 minggu, teman saya datang ke rumah, kami ngobrol2 sambil mencicipi isi-isi toples, saya makan rempeyek kacang dan dia makan kue pastel kering, saya bilang sama dia "ini rempeyek kacang tapi rasanya kok bukan kacang", dia ikut mencicipi tapi dia bilang "ini kedele bukan kacang", OMG 😱😱😱😱 Di mindset ku, camilan ini adalah rempeyek kacang jadi setiap kali saya makan itu saya merasa rempeyek kacangnya gak enak, setelah saya tahu bahwa itu adalah kedelai, rasanya berubah menjadi enak.

Ternyata ya, sudah mengira itu kacang telur, eh bukan. Sudah dikasih tahu itu rempeyek masih juga gak bisa tahu kalau itu kedelai, masih aja ngeyel kalau itu kacang. Bener juga pepatah selama ini "don't judge a book from it's cover", tertipu penampilan kan??

Image result for dont judge

Selasa, 01 Maret 2016

Bosan untuk Ke-sekian kalinya

Dari tadi saya di depan laptop, mengetik  beberapa kata lalu saya tutup lagi, buka lagi tutup lagi, sampai berulang kali, saya mau menulis tapi tidak ada ide mau menulis apa, namanya juga sedang bosan, biasanya kalau sedang bosan begini saya harus pergi ke suatu kota, hanya untuk menghilangkan kebosanan saja, sekarang sudah bulan Maret 2016, semenjak Juni 2015 saya belum pernah pergi kemana-mana, otak ini rasanya beku, setiap hari yang saya lihat hanya komputer di tempat kerja, kasur di kos, jalan aspal menuju tempat kerja, itu saja.

Wow setelah saya hitung ternyata 9 bulan saya tidak kemana-mana, pantas saja separah ini rasanya, tapi kebosanan kali ini parah, sampai-sampai saya tidak tahu tentang lagu baru, tidak tahu tentang buku baru, tidak tahu tentang film terbaru, pokoknya serasa manusia paling normal sedunia hidupnya, kerja-tidur-bangun-makan-ulangi.

Hidup kok gak ada bumbu-bumbu nya sama sekali, dulu saya masih suka main gitar (latihan) sambil nyanyi-nyanyi, sekarang di tempat ini gak boleh teriak-teriak katanya, pokoknya "do not do anything nice", dulu aku masih suka ngopi, nulis sambil nyruput kopi, sekarang boro-boro, masih niat aja nggak, keburu ada yang larang-larang.

Paling-paling sekarang kalo kepengen ada suasana baru, mentok ya pulang kampung, di rumah sendiri, tapi begitu pulang juga gak bawa laptop gak sempet nulis, jadi di rumah ya sempetnya cuma ngopi di WC, dengan begitu saya masih bisa merasa bahwa hidupku masih merdeka.

Related image
Hmmmm
Mbuh lah.

Senin, 01 Februari 2016

Zona Bening - Diet Plastik

Bulan-bulan ini bulan kangenku kepada kegiatan-kegiatan yang kata kebanyakan orang kegiatan tidak berguna, tapi kami para pejuang lingkungan yakin bahwa apa yang kami lakukan lebih baik ketimbang tidur di rumah, atau nongkrong di cafe.

Kami adalah Zona Bening
Kegiatan Kami cuma ngumpulin sampah di pasar Minggu, sampah-sampah orang yang habis makan/minum dibuang begitu aja di jalanan Ijen. Lalu apa bedanya kami dengan pemulung?





Kami lihat orang-orang yang belanja dan membawa kantong kresek, kami cuma bisa kasih tas ramah lingkungan biar orang-orang gak pakai kresek lagi

Bule dari Negeri Cina bilang kalau di China kresek itu dijual, jadi orang-orang yang berbelanja membawa tasnya sendiri dari rumah, jadi tidak banyak sampah plastik yang dibuang disana.
Ini Fita lagi pakai seragamnya Zona Bening (Pejuang Lingkungan) lagi menukar kresek dengan ecobag punya Zona Bening, Gratis.

Kegiatan ini bertempat di CFD Jl. Ijen Malang
Waktu itu kegiatan inti kami adalah penukaran kresek/botol bekas dengan Ecobag di bawah ini
Tujuannya: Mengedukasi masyarakat tentang bahaya sampah plastik, mengganti kresek dengan Ecobag yang bisa dipakai berulang-ulang (Diet Plastik)






Senin, 22 Juni 2015

Cara Membuat Paspor Online (Malang)

Ceritanya saya habis bikin paspor online buat keperluan administrasi beasiswa, mau gak mau ya harus bikin paspor, saya pilih cara online. Buat yang mau bikin paspor online begini caranya;

1. Klik link berikut https://ipass.imigrasi.go.id:8443/xpasinet/faces/InetMenu.jsp
2. Klik Pra pemohon personal;













































paspor 1

3. Untuk jenis permohonan isi sesuai dengan keperluan pembuatan paspor. Jika pertama kali membuat paspor klik Baru- Paspor biasa;

paspor 2

4. Pilih jenis paspor yang ingin dibuat berdasarkan kegunaan anda membuat paspor. Jenis paspor dan kegunaannya adalah;
paspor 6 

5. Pilih lokasi kantor imigrasi tempat anda membuat paspor. Saya memilih Kanim Kelas II Malang yang berlokasi di Jalan Panji Suroso No 4 Malang;

paspor 3

6. Selanjutnya isikan data diri dan pastikan semua data yang bertanda * sudah terisi dengan benar. Untuk pekerjaan jika anda pelajar atau mahasiswa pilih Lainnya. Jika sudah klik Lanjut;
7. Selanjutnya akan muncul tampilan seperti ini;
paspor 4
Isikan data alamat dan keluarga dan klik lanjut, kemudian akan muncul perintah cek email.

8. Anda akan mendapat email dari SPRI yang berisi biaya pembuatan paspor yang harus ditransfer lewat bank dan lampiran file PDF Undangan Pembuatan Paspor;

9. Sesudah membayar pastikan di slip dari Bank BNI  terdapat Nomor Jurnal dan jangan sampai hilang karena Bukti Pembayaran harus diserahkan saat melakukan interview.

Aktivasi pendaftaran:
1. Kembali ke email notifikasi dari SPRI, kemudian klik Lanjut atau kilik link yang diberikan untuk melakukan aktivasi;

2. Di halaman aktivasi masukkan No jurnal Bank yang tertera di slip Bank;

3. Pilih jadwal dan lokasi kantor imigrasi untuk melakukan foto dan interview;

4. Anda akan mendapat email notifikasi kedua yang berisi lampiran file PDF Tanda Terima permohonan. Print filenya dan bawa saat anda melakukan interview.

Interview dan Foto di Kantor Imigrasi:
1. Karena pengurusan paspor dilakukan secara online jadi tidak perlu desak desakan dan rebutan kuota, anda tinggal datang sesuai jadwal yang sudah dipilih saat jam kerja;
2. Sebaiknya tidak menggunakan kemeja bewarna putih dan gunakan pakaian bebas sopan;
3. Saat mengantri di kantor imigrasi pastikan ikut bagian antrian online;
4. Dokumen yang harus dibawa:
a. Undangan dari file PDF email notifikasi kedua
b. Bukti pembayaran dari Bank BNI
c. KTP asli dan fotokopi KTP milik pribadi
d. Fotokopi KTP kedua orang tua
e. KK asli dan fotokopi
f. Akta Kelahiran/Ijazah asli dan fotokopi
g. Untuk anak berusia dibawah 17 tahun harus menyertakan surat Nikah kedua orang tua
h. Materai 6000
Catatan: sebaiknya membawa semua dokumen yang dibutuhkan asli dan fotokopi jadi ga perlu repot2 mencari tempat fotokopi di kantor imigrasi. Dan di Malang petugas biasanya meminta dokumen difotokopi dengan ukuran A4.
5. Jika dokumen sudah lengkap anda tinggal menunggu antrian untuk interview dan foto
6. Di kantor Imigrasi Kota Malang paspor dapat di ambil setelah 3 hari kerja, misala anda mengurus hari jum'at maka selesainya hari rabu.

sumber https://fabularita.wordpress.com/2014/11/04/cara-membuat-dan-mengajukan-paspor-online-di-malang/

Selasa, 17 Maret 2015

TEKANAN yang disebabkan si MUKA DUA

Sebelum menulis ini, saya browsing dulu tentang apa itu arti tekanan, kalau saya gak salah ingat tekanan ada di pelajaran fisika SMP, setelah saya pelajari lagi tentang tekanan ternyata saya semakin bingung, heuheuheu. Ketimbang saya malah gak jadi menulis dan akhirnya pesan yang ingin saya sampaikan malah tidak tersampaikan mending abaikan saja arti tekanan yang sebenarnya.

Katakanlah, kali ini saya sedang merasakan tekanan yang sebenarnya tidak terlalu dahsyat apalagi berat, wong hanya ngadepi orang bermuka dua, wong saya aja bermuka sepuluh alias Doso Muko, eh Doso Muko kan Rahwana ya kalau di cerita wayang, saya bermuka 9 aja deh... :D, saya bermuka sembilan itu lho biasa, gak memperlihatkan kalau saya punya sembilan muka, saya sebutkan ya..
1. Manis;
2. Cantik;
3. Ganteng;
4. Menggemaskan;
5. Jutek;
6. Jahat;
7. Konyol;
8. Suka ketawa;
9. Manis-manis idealis, realistis, plegmatis, melankolis, sanguinis, anuis, dll.

Tuh kan banyak...



TIPS MENGHADAPI ORANG BERMUKA DUA
1. CUEK
2. Kalau dia sudah melancarkan aksinya, langsung patahkan argumennya dengan tegas
3. Insting tetap di ON kan dengan kepekaan yang sangat tinggi
4. Kalau tidak ada pilihan lain, dengarkan saja, habis itu sudahi
5. Pasang headset, bernyanyilah...
6. Skak Mat
7. Pergi, jangan dekat-dekat orang bermuka dua, dekat-dekat orang bermuka sembilan saja :D

Semoga bermanfaat :) :) :)

Kamis, 12 Februari 2015

Bawahan vs Atasan

Bawahan tidak boleh komplain tentang apapun ke atasan, bawahan tidak boleh menyumbang ide apapun untuk kemajuan perusahaan, bawahan adalah tempat untuk disalah-salahkan, bawahan adalah tempat untuk dibodoh-bodohkan.

Catat, bawahan harus selalu bisa mengatasi apapun kekurangan yg terjadi di area masing-masing, jika seandainya ada produk yang cacat, perusahaan tidak mau tahu, yang mereka mau produk tersebut tetap laku dan tidak ada komplain dari siapapun juga dan pelanggan tetap berdatangan.

Orang yang tidak menghadapi pasar secara terus menerus tidak akan tahu betapa susahnya menghadapi customer apalagi customer yang nyocot, banyak maunya.

Jumat, 09 Januari 2015

Teori Inspirasi




Adakah yang pernah mengatakan "gak dapat ide", "gak dapat inspirasi", "buntu" dan lain sebagainya?
Pernahkah terpikir dari mana datangnya inspirasi?

Menurut saya, inspirasi selalu datang dari Tuhan dengan cara apa saja, bisa saja ketika kita  melihat burung beterbangan, bersahutan, atau ketika kita melihat senja, bertemu seseorang, dan lain sebagainya.

Tiba-tiba ide muncul dengan mudahnya untuk kita tuangkan dalam banyak bentuk, untuk kita tulis, untuk kita wujudkan dalam tindakan, untuk kita beri tahukan ke orang lain, dan lain sebagainya.

lalu, kenapa juga terkadang ketika kita bersusah payah mencari ide untuk kita tulis kita tiba-tiba merasa "tidak punya ide", "buntu" dan lain-lain.

Tahukah para pembaca kenapa?

Itu karena ketidak siapan, mungkin secara hati para pembaca sudah siap untuk menerima ide akan tetapi secara bentuk keterarutan para pembaca belum siap menerima, mungkin Tuhan bilang "lha mana bukumu?", "mana pulpenmu/", "mana alatmu untuk menulis ide yang akan Aku berikan padamu?", mungkin itulah sebab kita tidak dapat ide selama ini.

KESIAPAN

Kita jangan hanya meminta ide kepada Tuhan dengan tangan kosong, bawalah kertas, bawalah pulpen, atau kalau perlu bawalah laptop, itu baru namanya KESIAPAN menerima ide dari Tuhan.

Rabu, 07 Januari 2015

GREEN SCHOOL FESTIVAL, MENUJU KOTA MALANG HIJAU DIMULAI DARI SEKOLAH


Dengan diresmikannya “Haba Ecopark” di SMPN 8 Malang oleh Walikota Malang H. Moch Anton pada hari Rabu, 31 Desember 2014, maka berakhirlah seluruh rangkaian panjang kegiatan Green School Festival 2014. Haba Ecopark ini menjadi hadiah bagi juara-juara satu di kegiatan Green School Festival, berupa sebuah taman miniatur siklus ekologi di alam, di mana di dalamnya terdapat rangkaian mata rantai ekosistem, khususnya untuk ekosistem kupu-kupu dan capung. Di dalam ecopark ini dibangun kolam lengkap dengan tanaman air dan batu-batuan alam yang menjadi habitat bagi capung, ditanam tumbuhan-tumbuhan penghasil nektar sebagai makanan bagi kupu-kupu, dan beberapa tanaman yang disukai kupu-kupu untuk bertelur dan menjadi makanan bagi ulat kupu-kupu. Diharapkan Ecopark ini bisa menjadi media pembelajaran lingkungan hidup bagi siswa-siswa sekolah. Ecopark ini didesain dan dikerjakan oleh Andik Gondrong, seorang aktifis lingkungan hidup, mantan Ketua Umum pencinta alam Mapalipma IPM, yang saat ini sedang menggarap program konservasi berupa restorasi tanaman lokal di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Peresmian Haba Ecopark SMPN 8 Malang oleh walikota Malang H. Moch. AntonPeresmian Haba Ecopark SMPN 8 Malang oleh walikota Malang H. Moch. Anton

Green School Festival sendiri menjadi sebuah rangkaian kegiatan lingkungan hidup yang dalam dua tiga bulan ini banyak menghiasi berita di harian Jawa Pos Radar Malang. Banyak orang bertanya apa sebetulnya Green School Festival, apakah ini lomba lingkungan hidup, atau festival seni tentang lingkungan, atau apa? Wajar sekali pertanyaan-pertanyaan seperti itu muncul di masyarakat, termasuk juga hal ini menjadi pertanyaan di kalangan para aktifis maupun pegiat lingkungan hidup.

Lahirnya Green School Festival ini berasal dari tiga sumber inspirasi. Sumber pertama yaitu keinginan dari Walikota Malang H. Moch. Anton yang mengharapkan adanya sebuah agenda untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup sekolah-sekolah di kota Malang, yang disampaikan Walikota kepada Dinas Pendidikan Kota Malang. Sumber inspirasi kedua yaitu adanya keinginan dan komitmen dari Jawa Pos Radar Malang untuk bisa menjadi motor penggerak perubahan masyarakat kota Malang, khususnya dalam bidang pelestarian lingkungan hidup. Sumber ketiga adalah program dari lembaga Move Indonesia yang berkeinginan untuk menyebarluaskan metode pemetaan dan perencanaan pengelolaan lingkungan hidup.

Dari situlah akhirnya lahir sebuah konsep Green School Festival. Disebut sebagai “festival”, dan bukan disebut “lomba”, karena memang lomba hanyalah sebagai bagian kecil dari kegiatan ini, lomba hanya sebagai sebuah stimulan saja, yang lebih utama adalah pada bagaimana penyebarluasan metode pemetaan dan perencanaan lingkungan hidup untuk kemudian dipraktekkan oleh sekolah-sekolah dengan cara menggerakkan segenap komponen keluarga besar sekolah, dan bagaimana pergerakan-pergerakan itu bisa saling menginspirasi antara sekolah satu dan lainnya. Itulah ide dasar dari Green School Festival.

Maka dari itu, yang menjadi komponen utama dari Green School Festival ini adalah pada metode pembelajaran lingkungan hidup yang terintegrasi, mudah dipahami, mudah dipelajari, mudah disebarkan ulang, having fun (menyenangkan), dan menimbulkan semangat untuk belajar serta semangat berbagi. Tema lingkungan hidup selama ini biasanya menjadi tema yang berat, sehingga tidak banyak orang memiliki minat mempelajarinya. Namun di Green School Festival dikemaslah metode pembelajaran lingkungan hidup ini dengan cara yang menarik dan menyenangkan.

Workshop Green School Mapping di Hotel Wisata TidarWorkshop Green School Mapping di Hotel Wisata Tidar

Metode utama di Green School Festival kami beri judul Green School Mapping. Sebetulnya ini bukan metode yang sama sekali baru, namun merupakan gabungan dari beberapa metode yang dirangkum dan dimodifikasi ulang, disesuaikan dengan kebutuhan segmen peserta belajar. Metode-metode dasar yang menjadi sumber antara lain: metodeEcomapping (yang dikembangkan oleh Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit, sebuah lembaga di Jerman yang salah satu fokusnya adalah di bidang pelestarian lingkungan hidup dunia), metode Green Map (metode yang diciptakan oleh Wendy Brawer dari Amerika yang kini komunitasnya telah berkembang menjadi komunitas Green Mapinternasional), metode Mapping Analysis (metode yang menjadi materi perkuliahan di jurusan Teknik Perencanaan Wilayah Kota), dan dikombinasikan dengan metode permainan anak-anak peta harta karun.

Jadi bisa disimpulkan metode Green School Mapping sendiri adalah cara untuk mempetakan masalah dan potensi lingkungan hidup di area sekolah. Pemetaan masalah dan potensi ini dibuat dalam 9 buah peta yang berbeda-beda bahasan isunya. Kemudian dari pemetaan ini dilakukan pembahasan lebih mendetail mengenai apa masalah ataupun potensi yang ada, lalu dilakukan pembahasan perencanaan aksi apa yang akan dilakukan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan lingkungan hidup yang terpetakan, ataupun untuk peningkatan dari potensi-potensi yang sudah ada.
Adapun sembilan peta isu yang dibuat masing-masing membahas mengenai: isu energi, isu sampah, isu polusi udara, isu air dan limbah cair, isu tanah dan kontaminasi kimia, isu tanaman, isu resiko, isu keindahan, isu edukasi-informasi-inspirasi.

Isu energi menekankan pada pemetaan bagaimana penggunaan listrik dan bahan bakar yang hemat, isu sampah menekankan pada pemetaan lokasi-lokasi rawan sampah dan proses pemilahan serta pengolahan  sampah, isu polusi udara membahas pemetaan lokasi-lokasi yang seringkali mendapatkan polusi udara maupun bau tidak sedap, isu air dan limbah cair membahas pemetaan penggunaan air yang tidak hemat dan drainase buangan air, isu tanah dan kontaminasi kimia menekankan pemetaan area resapan air dan tanah-tanah yang tercemari sampah maupun limbah kimia, isu tanaman membahas pemetaan konsep tanaman fungsional yang ditanam di sekolah dan penataannya, isu resiko membahas tentang resiko lingkungan hidup dan resiko kesehatan ataupun resiko keselamatan, isu keindahan mengupas tentang pemetaan suasana dan tampilan sekolah serta penataan area, sedangkan isu edukasi-informasi-inspirasi membahas pemetaan tentang petunjuk maupun poster-poster informasi dan himbauan tentang lingkungan hidup yang dipasang untuk mengedukasi maupun menginspirasi siswa.

Workshop Green School Mapping di Hotel Wisata TidarWorkshop Green School Mapping di Hotel Wisata Tidar

Secara teknis, setiap sekolah menyiapkan peta sekolah yang digandakan sebanyak 9 peta untuk peta isu dan satu peta untuk peta kesimpulan. Kemudian dilakukanlah pengamatan, dan pada masing-masing peta isu tersebut ditandailah area-area di mana terdapat isu yang diamati baik berupa masalah ataupun potensi, kemudian dilakukan pembahasan mengenai seperti apa kondisi yang ada, apa penyebabnya, dan di-skoring seberapa berat masalahnya atau seberapa bagus potensinya, kemudian dibahas rencana aksi apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang ada. Dari sembilan peta isu tersebut kemudian dilakukan langkah penyatuan peta menjadi sebuah peta kesimpulan akhir sebagai gabungan dari semua peta isu. Barulah kemudian dilakukan langkah-langkah teknis di lapangan sebagai bentuk pelaksanaan dari rencana aksi yang ditetapkan berdasarkan pemetaan yang ada.

Mengapa harus dipecah menjadi 9 isu adalah agar memudahkan pengamatan di lapangan. Satu peta satu isu. Setiap sekolah perlu membentuk 9 tim pengamatan. Masing-masing isu diamati oleh satu tim yang terdiri dari guru dan siswa. Dengan panduan materi yang didapatkan peserta dalam kegiatan workshop, maka tiap tim peta isu ini dapat melakukan pengamatan dengan tajam dan terukur.

Workshop Green School Mapping di Hotel Wisata TidarWorkshop Green School Mapping di Hotel Wisata Tidar

Panitia Green School Festival menyiapkan panduan-panduan berupa buku materi tertulis dan file-file penunjang berupa file digital. Selain itu diberikan pembekalan pada sekolah berupa kegiatan workshop yang dilaksanakan di Hotel Tidar pada tanggal 13-22 Oktober. Dalam workshop ini setiap sekolah mengirimkan 4 orang peserta, untuk SD dua orang guru dan dua siswa, untuk SMP-SMA-SMK satu orang guru dan tiga siswa. Setiap sekolah mendapatkan workshop selama satu hari, dan setiap harinya dilakukan workshop untuk sekitar 40 sekolah.

Di dalam workshop ini dilakukan pematerian mengenai apa itu metode Green School Mapping, dalam bentuk teori dan sekaligus dipraktekkan di lokasi workshop, mulai dari memetakan, merumuskan, sampai membuat rencana aksi. Kegiatan workshop yang diikuti oleh 153 SD, 27 SMP, 12 SMA dan 15 SMK ini, dikemas dengan metode eksplorasi otak kiri dan otak kanan, diselingi dengan pemutaran video dan beberapa game serta icebreakingyang lucu dan menyenangkan. Peserta workshop dengan antusias mengerjakan pemetaan, menuliskan permasalahan dan potensi lingkungan di atas kertas warna-warni, menggunting, mewarna, dan menghias peta agar terlihat menarik.

Selepas workshop, masing-masing peserta utusan sekolah ditugaskan untuk mensosialisasikan apa yang mereka dapat dalam workhop kepada guru dan siswa di sekolah masing-masing, kemudian bersama-sama dengan berbagai komponen sekolah dpraktekkanlah metode Green School Mapping ini secara utuh. Dari empat orang pesertaworkshop per sekolah, akhirnya mereka mensosialisasikan metode ini ke puluhan, bahkan ratusan siswa dan guru-guru di sekolahnya. Kemudian warga sekolah bergerak bersama untuk memetakan 9 isu lingkungan hidup ini, menganalisa apa masalah-masalah yang terjadi, menskoring seberapa berat masalahnya, membahas apa rencana aksi yang bisa dilakukan, sampai melakukan tindak lanjut dari rencana aksi ini.

Proses pembuatan Green School Mapping di sekolahProses pembuatan Green School Mapping di sekolah

Hasil dari peta per isu yang dibuat disatukan dalam sebuah peta kesimpulan. Peta kesimpulan inilah yang dikumpulkan oleh sekolah-sekolah peserta kepada panitia Green School Festival di Radar Malang, bersama bukti-bukti berupa CD dokumentasi foto proses yang dilakukan tiap sekolah di lapangan selama mereka mengerjakan Green School Mapping. Peta kesimpulan dan CD dokumentasi inilah yang menjadi bekal awal bagi dewan juri sebelum melakukan penjurian ke sekolah-sekolah peserta.

Semenjak tanggal 10 November sampai dengan 22 November 2014, dilakukanlah penjurian ke sekolah-sekolah peserta. Dibentuk 7 tim juri yang masing-masing tim terdiri dari 3 orang, dan masing-masing tim juri setiap harinya melakukan kunjungan penjurian ke 2-3 sekolah. Total didapatkan 131 SD, 24 SMP, 12 SMA dan 13 SMK yang akhirnya mengumpulkan persyaratan berupa Peta Kesimpulan dan CD Dokumentasi dan siap untuk dilakukan penjurian ke sekolah.

Dari proses penjurian di lapangan, ternyata bisa didapatkan banyak sekali temuan-temuan fakta yang menarik. Dari total 180 sekolah yang dijuri, terdapat cukup banyak program-program lingkungan hidup yang inspiratif. Beberapa catatan yang menarik untuk diperhatikan antara lain:
Untuk isu tanah, terdapat 62 sekolah yang memiliki biopori, dan 35 sekolah yang sudah memiliki sumur resapan. Di antara sekolah-sekolah tersebut tercatat rekor SMPN 10 memiliki 180 biopori dan 16 sumur resapan, serta SMPN 7 yang memiliki 115 biopori dan 6 sumur resapan. Ada pula sekolah SDN Plus Al-Kautsar yang mempertahankan 70% ruang terbuka hijau di lahannya.

Sementara untuk isu air terdapat 30 sekolah yang telah memiliki instalasi pengolahan air limbah, seperti pengolahan sisa air wudhu yang dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman ataupun untuk kolam lele, adapula yang memiliki pengolahan air limbah laundry seperti di SMKN 2, maupun pemrosesan air limbah percetakan dan pemanfaatan limbah air AC untuk menyiram tanaman seperti yang dimiliki oleh SMKN 4, program air keran langsung minum di SMPN 8 Malang.

Penjurian Green School MappingPenjurian Green School Mapping

Untuk isu sampah, terdapat 77 sekolah memiliki program pembuatan kompos dengan beragam cara, mulai dari penggunaan alat komposting, penggunaan bakteri mikroorganisme lokal, pengkomposan dengan anaerob, dll. Ada pula 73 sekolah memiliki program produk daur ulang dan daur pakai, sebagai besar menjad bagian dari mata pelajaran prakarya, ataupun berupa bahan bekas yang dibuat menjadi alat peraga untuk mata pelajaran biologi seperti yang dikerjakan oleh SMAN 5 Malang. Demikian pula program Bank Sampah juga telah diterapkan oleh beberapa sekolah-sekolah peserta Green School Festival.

Untuk isu tanaman, ada 55 sekolah yang telah memiliki green house, 28 sekolah memiliki program tanaman hidroponik, 83 sekolah memiliki kebun tanaman obat keluarga, 20 sekolah memiliki hutan sekolah, 58 sekolah memiliki tanaman-tanaman penyerap polutan, 58 sekolah memiliki tanaman sayur organik, dan 108 sekolah memiliki koleksi tanaman buah.

Terkait dengan isu resiko dan isu sampah, terdapat 18 sekolah memiliki program kantin bebas plastik, artinya tidak dijual makanan ataupun minuman yang menimbulkan sampah plastik. Kemudian terdapat pula 28 sekolah yang memiliki program kantin bebas 5P (pemanis-pengenyal-pewarna-penyedap-pengawet buatan).

Untuk isu energi terdapat 6 sekolah yang memiliki program biogas, baik berupa biogas dari kotoran sapi maupun biogas yang diolah dari limbah kotoran manusia, seperti yang dimiliki SMAN 10 dan SDN Ketawang Gede,  dan beberapa sekolah memiliki program percontohan solar cell (listrik tenaga matahari), ada pula program pembatasan penggunaan kendaraan bermotor seperti yang dilakukan oleh SMAN 7 Malang dan SMAN 4 Malang.
Untuk pelibatan siswa terkait dengan program menjaga dan melestarikan lingkungan hidup di sekolah, terdapat 85 sekolah yang memiliki program satu hari dalam seminggu sebagai hari bersih-bersih, ada pula sekolah-sekolah yang memiliki program polisi lingkungan hidup, laskar lingkungan, program buang satu sampah wajib memungut 10 sampah (SMPN 9 Malang), program 5 menit berburu sampah pada jam istirahat (SMAN 9 Malang), modifikasi Green School Mapping menjadi Green Class Mapping (SMPN 13 Malang), dan lain-lain.

Dan masih banyak lagi program-program unik dan kreatif yang dilakukan oleh sekolah-sekolah. Seperti program wirausaha berbasis lingkungan hidup, program pemberian label nama-nama tanaman dan fungsinya,  program ternak cacing, budidaya lele, budidaya jamur tiram, program penggantian lampu hemat energi, dan lain-lain.

Dan untuk bisa saling menginspirasi dan saling memotivasi, dilakukan pula aktivitas kampanye di sosial media, baik melalui Facebook, Twitter, maupun Instagram. Beberapa sekolah terlihat cukup aktif dalam menginformasikan perkembangan proses Green School Mapping di sekolah mereka ini di sosial media, baik oleh siswa maupun oleh bapak dan ibu gurunya. Hal ini diharapkan bisa memacu sekolah-sekolah yang lain untuk tidak mau kalah, dan berkreasi lebih baik lagi.

Diksusi cafe ide dalam proses Green School Mapping di sekolahDiksusi cafe ide dalam proses Green School Mapping di sekolah

Namun, satu hal yang menjadi catatan penting dalam Green School Festival ini, yaitu dalam event yang berlangsung selama lebih dari dua bulan ini, lomba di sini bukanlah lomba sekolah terbagus, sekolah terlengkap, lomba sekolah terbersih ataupun sekolah terindah. Di dalam Green School Festival kriteria yang memiliki nilai terbesar adalah bagaimana proses Green School Mapping dapat dipahami dan diterapkan dalam pembuatan peta isu dan dalam perencanaan perbaikan lingkungan hidup, serta bagaimana keterlibatan sebanyak mungkin komponen sekolah dalam proses Green School Mapping ini.

Sekolah-sekolah yang paham dengan metode ini, justru akan terlihat mencantumkan banyak permasalahan lingkungan di dalam petanya, sementara sekolah yang tidak paham biasanya akan menyembunyikan masalah lingkungannya dan menampilkan peta yang seolah-olah tidak banyak masalah yang ada di sekolahnya. Padahal, untuk merencanakan pengelolaan lingkungan hidup haruslah dimulai dengan memetakan dan membedah masalahnya. Di sinilah cukup banyak sekolah yang salah dalam memahami metode ini. Beberapa sekolah menyembunyikan masalahnya, ataupun tidak melakukan proses pemetaan secara utuh, yang seharusnya mereka melakukan pembuatan 9 peta isu terlebih dahulu, baru membuat peta kesimpulan.

Beberapa sekolah juga masih memiliki pemahaman yang salah mengenai wujud kecintaan pada satwa, seperti adanya kandang yang diisi dengan burung-burung hias. Padahal ini sangatlah tidak tepat dari kacamata pelestarian lingkungan. Burung-burung hias rumahnya adalah di alam bebas, bukan di dalam kandang, terkecuali untuk burung-burung peliharaan seperti merpati, ayam, dan sejenisnya. Beberapa sekolah terpaksa mendapatkan nilai minus karena hal ini.

Proses aplikasi Green School Mapping di sekolahProses aplikasi Green School Mapping di sekolah

Secara umum, bisa dikatakan bahwa berbagai rangkaian aktivitas Green School Festival ini memang tidaklah seperti lomba-lomba lingkungan hidup lain pada umumnya. Hasil fisik akhir kondisi lingkungan hidup di sekolah tetap dinilai, namun bukanlah yang utama. Hal yang terutama adalah menekankan pada bagaimana proses pembelajaran materi lingkungan hidup ini bisa dipahami peserta workshop dan bisa tersosialisasikan di sekolah masing-masing, serta  bagaimana hal ini bergulir menjadi sebuah gerakan bersama seluruh komponen sekolah yaitu guru, siswa, bahkan di beberapa sekolah sampai melibatkan orang tua siswa. Perlu kita pahami bahwa sebenarnya sumber permasalahan lingkungan hidup yang terbesar adalah manusia, sedangkan wujud fisik lingkungan hidup yang bagus ataupun rusak hanyalah dampak dari bagaimana sumber daya manusia memahami dan mencintai lingkungan hidup. Inilah yang menjadi dasar berpikir Green School Festival.

Bila kita beracuan dari data kondisi lingkungan hidup di kota Malang dan sekitarnya, saat ini sampah yang dihasilkan oleh warga kota Malang sudah mencapai angka 650 ton setiap harinya, sementara untuk kondisi ruang terbuka hijau luasan yang tersisa di kota ini hanya tinggal 2,89% dari seluruh luasan kota Malang, sedangkan untuk kondisi sumber air kita dari 873 sumber air di wilayah Kabupaten Malang kondisi debit airnya kian hari semakin menurun, belum lagi kejadian hilangnya banyak mata air di kota Batu dari 111 mata air kini tinggal tersisa 54 mata air, dan masih banyak lagi permasalahan-permasalahan lingkungan hidup yang terus terjadi. Maka itu pemahaman tentang lingkungan hidup perlu ditanamkan pada seluruh masyarakat, khususnya disebarluaskan melalui dunia pendidikan, untuk melahirkan sumber daya manusia generasi-generasi muda terpelajar yang  mencintai dan mau bertindak menyelamatkan lingkungan hidup.

Proses aplikasi Green School Mapping di sekolahProses aplikasi Green School Mapping di sekolah

Akhir kata, kami sebagai panitia Green School Festival mengucapkan terima kasih banyak kepada segenap komponen sekolah yang telah berpartisipasi aktif dalam Green School Festival ini. Ucapan terimakasih juga kami sampaikan pada para juri yang telah bekerja keras melakukan penjurian ke sekolah-sekolah. Kami mengucapkan selamat kepada para sekolah pemenang, dan jangan patah semangat bagi sekolah-sekolah yang belum mendapatkan juara. Kami juga memohon maaf apabila masih banyak terdapat ketidaksempurnaan di sana-sini dalam pelaksanaan Green School Festival ini.

Semoga komitmen Walikota Malang untuk memperbaiki lingkungan hidup kota Malang dimulai dari sekolah dengan metode Green School Mapping ini bisa menjadi pondasi awal bagi dunia pendidikan untuk bisa mencetak generasi-generasi muda peserta didik yang peduli dan mencintai lingkungan hidup. Dan harapannya sebagai dampak dari itu semua adalah terwujudnya sekolah yang ramah lingkungan, sehat, serta memberi suasana nyaman dalam proses belajar dan mengajar.

Menuju kota Malang hijau dimulai dari sekolah.

Salam Lestari.


Catatan:
Pemenang-pemenang Green School Festival
Tingkat SD: SDN Blimbing 3 (juara 1), SDN Purwantoro 8 (juara 2), SDN Ketawang Gede (juara 3)
Tingkat SMP: SMPN 8 (juara 1), SMPN 9 (juara 2), SMPN 14 (juara 3)
Tingkat SMA: SMAN 7 (juara 1), SMAN 10 (juara 2), SMAN 4 (juara 3)
Tingkat SMK: SMKN 4 (juara 1), SMKN 13 (juara 2), SMKN 6 (juara 3)


Penulis:
Bachtiar Djanan Machmoed (Move Indonesia)

Selasa, 09 Desember 2014

Teori Dua Menit


Suatu sore ada dua orang yang sedang berbicara di saluran telepon, mereka membicarakan banyak hal, mulai dari yang berbobot sampai yang gak penting, pada akhirnya salah satu dari mereka harus beribadah Sholat Magrib, tapi masih ada satu hal yang harus disampaikan lagi sebelum kelupaan.

A: Aku Sholat Magrib dulu ya... udah Adzan.
B: Bentar, Dua menit aja ada satu hal lagi yang mau aku tanyakan.

Si A mengiyakan karena waktu yang diminta oleh si B hanya dua menit, begitu sudah ngomong ternyata masih banyak hal yang belum tersampaikan, dari tadi ngobrol lama ternyata yang diobrolkan adalah obrolan gak penting, setelah diberi batasan waktu selama dua menit ternyata masih banyak pembicaraan yang terlewatkan, gak kerasa mereka sudah ngomong selama sepuluh menit, teori ini mirip dengan injury time atau time bomb.

Jika hal ini kita terapkan dalam keseharian kita, bahwa kita tidak punya banyak waktu, bahwa waktu kita terbatas, anggaplah kita hanya punya dua menit untuk menyampaikan semuanya, anggaplah kita hanya punya dua menit untuk mengerjakan semuanya, kita tidak akan membuang-buang waktu kita untuk hal yang kurang berguna, jika kita tahu bahwa waktu kita hanya tinggal dua menit kita akan tergopoh-gopoh untuk menyelesaikan semua tanggungan kita.

Kita memang tidak tahu batas waktu yang kita punya, tapi kita tetap tahu bahwa kita punya batasan waktu kan?, tetap ingatlah bahwa kita punya batas waktu, hanya tinggal merubah dengan 'waktu kita hanya dua menit", lihatlah list pekerjaanmu yang biasa kamu tunda-tunda, tiba-tiba sudah tercentang semuanya berganti dengan pekerjaan baru yang harus diselesaikan tepat waktu.

Senin, 08 Desember 2014

Minum Parfum Laundry

Betapa lelahnya sepulang kuliah, gak kalah ngantuknya sama orang habis begadang, lelahnya juga gak kalah sama orang-orang yang kerja.

Saya suka bubuk ciang sehabis kuliah, soalnya kalau gak bubuk ciang diceneni bapakku, lek dicenenni aku gak dikei uik.

Jam 12 siang tidur, jam 3 bangun, bangun-bangun kok haus, gak cuma orang yang lagi jogging atau ospek aja yang bisa dehidrasi, orang tidur juga bisa, makanya kalau kamu bangun dari tidurmu, sempatkanlah minum, kalau pesannya dr. Ely sehari minumnya harus 8 gelas air bening. Kalau ada dokter yang nanya kamu begini:
Dokter: Kamu sehari minum berapa gelas?
jawabnya:
Dee: Saya ndak minum gelas dok

OK?

Saya tidurnya di Lt.2, di kos-kosan, waktu itu persediaan air saya habis, jadi saya turun ke Lt.1 nyari air, pas di Lt.1 saya lihat ada gelas plastik warna pink, terisi air bening, waahhh serasa nemu surga (lebay titik), yo cepet-cepet saya minum to, gleg-gleg-gleg sampai habis.

Dee: Mbak, kok airnya wangi ya? (tanya ke pegawai laundry)
Mb. Dewi: Yaampun Mbak Dee, itu gelas tadi aku isi parfum laundry
Dee: heeeh? @$Y08uf)(*&^%$#@

Khidmat menunggu reaksi

Kamis, 04 Desember 2014

Bukan Kebetulan Ketemu Sujiwo Tejo di Kotaku

Tanggal 2 Desember yang lalu di Universitas Negeri Malang (UM) ada bedah buku Rahvayana by Sujiwo Tejo, saya datang dan melihat beliau hanya dari kejauhan, seperti penonton pada umumnya duduk dibarisan yang sudah disediakan, menatap dari kejauhan idola kita yang sedang meniup sexophone, ikut ketawa saat beliau ketawa, itu saja.

Saat saya memasuki gedung Sasana Budaya UM, panggung belum sepenuhnya selesai ditata, para pemain wayang masih ribet di atas panggung, Sujiwo Tejo sudah duduk dengan nggateli sambil meniup sexophonnya, menelisik dengan gaya mendelik-mendelik seperti biasanya, itu kebiasaan beliau untuk memandang dalam-dalam penonton-penonton cewek yang lalu lalang baru datang, kesimpulan beliau untuk cewek-cewek di Kota Malang adalah "Cewek di Kota Malang lebih cantik dari pada cewek di Kota Surabaya yang selera berdandnnya ndeso", I'm sorry to say, tapi kejujuran memang menyakitkan, ini memang kalimat yang sering dilontarkan oleh Sujiwo Tejo.

Memasuki acara, seorang Pembantu Dekan Fakultas Sasrta UM membeber semua isi buku dari Rahvayana, inti dari pembeberan beliau adalah "Buku Rahvayana adalah buku paling sopan yang pernah ditulis oleh Sujiwo Tejo dari buku-buku sebelumnya dan buku ini adalah buku yang paling sok romantis, pada dasarnya buku ini bukan cerita Ramayana wong judulnya saja Rahvayana, Rahvayana itu adalah Rahwono dan saya yakin tulisan-tulisan ini sebenarnya adalah cerita Sujiwo Tejo sendiri dalam pengalamannya".

Sujiwo Tejo tertawa mendengar pembeberan dari Bpk. Joko, Sujiwo Tejo menyanggah pendapat Bapak Joko, kata Sujiwo Tejo " Aku ini emang romantis, gimana mau dibilang gak romantis, dulu waktu aku masih muda pacarku itu banyak, waktu aku masih SMA saja aku pacaran sama guruku, dua lagi, aku ini romantis, mau bilang aku gak romantis lagi tak penggal kepalamu, tapi kalau yang cerita itu memang sebenarnya adalah kumpulan-kumpulan dari surat-suratku sendiri, bukan apa-apa aku buat lakonnya Rahwana, biar istriku gak tau" dengan gaya dagelannya itu beliau bercerita, penonton ketawa. 

Bedah buku selesai, sekarang waktunya Sujiwo Tejo komat-kamit alias nyanyi, nyanyinya diiringi pemain biola yang saya kenal, waktu violinis mengalunkan bunyi biolanya Sujiwo Bilang "Wajahnya sangar, main musiknya biola, lek moleh senengane ngencukkan kon iku Ji, Aji", nama violinis nya Aji Prasetyo yang punya kedai Tcangkir 13 di daerah Kalpataru Malang, saya baru tahu kalau Om Aji pemain biola, waktu Om Aji membereskan peralatan biolanya, saya datang mendekati panggung "Om, salamin ke Mbah Jo ya?"
Om Aji: Loh, kok gak langsung masuk aja?
Dee: Malu Om, ndak wes
Om Aji: Kenapa Malu? Kamis aku mau undang kang Tejo ke Kedai, dateng aja tapi ini untuk kalangan sendiri aja, buat teman-teman deket kita

Om Aji lalu ikut membeber karya-karya Sujiwo Tejo, saya diajak ngobrol-ngobrol dengan teman-teman Tjangkir 13, Om Aji bilang "Sebenarnya dalam suatu kisah tidak selalu yang baik yang menulis kisah, pada cerita Ramayana ini yang menulis adalah sang pemenang, pemenang boleh menulis apa saja untuk membaik-baikkan dirinya begitupun sebaliknya" kurang lebih itu kata-kata Om Aji mengenai cerita Ramayana, Om Aji memberikan pengetahuan dan pandangan dari sudut lain tentang cerita Ramayana seperti "Rakyatnya Rahwana itu sebenarnya bukan kera, tapi di Negara Alengka yang sekarang kita sebut Sri Lanka itu ada kasta, dan raktat Rahwana ini adalah kasta terendah yang ada di sana, saking rendahnya sampai dimonyet-monyetkan, nah karena pada dasarnya mereka adalah manusia makanya diputihkan (kera putih)". Sayang sekali saya lupa kasta apa yang jelas bukan Sudra.

Dua hari kemudian saya menanyakan ke Om Aji via sms "Om, Sujiwo tejo jadi kesana?" jawab Om Aji "Jadi, datanglah", "ini orangnya sudah datang", waktu itu aku ada preparation test toefl di UB, dan harus mengerjakan selama 2 jam sambil dibayang-bayangi oleh wajah ngencukan-nya Sujiwo tejo, duuuuhhh Asu tenan, Asu gak katokan, dengan gaya secepat gerimis saya hanya bisa mengerjakan soal lebih cepat 15 menit sebelum waktu normal, setelah itu saya langsung meluncur menuju Tjangkir 13, Sujiwo Tejo sudah dikerubungi orang-orang, ya iyalah masa dikerubungi semut.

Yaampuuunn... orang ini speachless wes... ketawa-ketawa, salaman, foto bareng, Sujiwo Tejo kalo di belakang panggung itu humble lho, gak kaya di twitter yang njancuki itu.






Yowes bagi pembaca tulisanku ini Salam Ndasmu kabeh yo...