KOPI

Hai Kopi, Senyum berantakanmu selalu memenuhi hidupku, Hai Cangkir, Setiap hari aku tetap merindu bibirmu (Dee Rahman).

Kopi Jalanan

Perjamuan ini, aku tak mengerti, tapi anggur sedikit membuatku bersabar. (Dee Rahman).

Espresso Soda

Kamulah Espresso Soda yang paling manis di lidahku, Kekasih (Dee Rahman).

Cerry

Kau selalu menggoda dengan segarnya tatapanmu (Dee Rahman).

Dee Rahman

Untuk membuat kue seorang wanita tidak perlu berdandan feminin, yang penting dia jatuh cinta rasanya pasti hmmmm (Dee Rahman).

Kamis, 19 Desember 2013

Woh Jampot, Matane, Aku dibilang Bajingan!!!

What the Fuck, Your Eyes, You said I am a Fucker!!!

hahaha, piye to bahasa Inggrise???

yo pokoke ngunu lah, saya tu baru beli no simpati, terus ada bapak-bapak telpon, saya kan langsung nanya, siapa ini?
wong ini nomor baru kok, yang tahu no ini paling cuma 2 s/d 3 orang, terjadilah percakapan gontok-gontokan di telpon


Bapak2: Halo
Dee: Halo, sopo iki?
Bapak2: Yayin mana?
Dee: Wah salah sambung pak
Bapak2: Ini no anak saya, siapa kamu?
Dee: Lho, ini nomer baru saya
Bapak2: Ini nomor anak saya, kamu nyuri ya?
Dee: Lha ngapain? wong saya beli
Bapak2: Lha tadi nomer ini telpon saya
Dee: Bapak dulu yang telpon saya, saya pikir Bapak teman saya yang mau telpon, jadi saya telpon balik
Bapak2: Anak saya yang telpon, tadi siang
Dee: Mungkin bapak salah nomor, coba dicek lagi
Bapak2: Dimana alamat kamu? kamu nyuri nomor anak saya kan?
Dee: Idih, sudah dibilangin saya itu beli, beli pak, Bapak itu salah sambung, coba dicek lagi nomornya, ini nomor saya, gak ada yang namanya Yayin disini
Bapak2: Kok bisa no anak saya ada di kamu? Bajingan ya kamu?
Dee:  Iyo te lapo kon heh?
tututututut telpon putus

Senin, 16 Desember 2013

Drama Perselingkuhan sewaktu Abimanyu TK

Ketika itu Abimanyu masih kecil, abimanyu masih kelas TK nol besar, eh lupa, Abimanyu gak pernh nol besar, dia akselerasi waktu TK. Ayah Abimanyu bekerja di sekolah SMP yang se lembaga dengan sekolah Abimanyu sebagai pegawai TU.

Setiap hari Abimanyu berangkat bersama ayahnya Bpk. Arjuna ke sekolah, setiap pulang juga bersama ayahnya, kadang-kadang Ayah Abimanyu mbarengi Ibu Banuwati pulang, Ibu Banuwati adalah istri dari Prabu Duryudana. Ibu Banuwati juga bekerja di SMP yang sama dengan Bpk. Arjuna sebagai guru Bahasa Inggris.

Bpk. Arjuna hampir setiap hari mbarengi Ibu Banuwati, dibonceng dibelakang, naik motor Yamaha keluaran tahun 1997 kalau ndak salah, kalau bahasa kerennya Yamaha Teng-teng. Bpk. Arjuna dan Ibu Banuwati terlihat sangat dekat sekali, kedekatan mereka sudah seperti orang sedang jatuh cinta, barengan sepulang kerja naik motor, dan Abimanyu ada di depan.

Seperti di cerita wayang, Arjuna dan Banuwati juga berselingkuh, nah cerita ini kok ya sama persis dengan cerita di wayang, Bpk. Arjuna ternyata sudah sering kirim-kirim surat cinta dengan Ibu banuwati, waktu itu masih belum ada BB jadi cara komunikasi mereka pakai surat.

Kurang lebih begini isi suranya

Kanda, besok kanda bisa ndak keluar sama dinda?
besok kan sekolah libur, dinda kepingin berduaan sama kanda, 
dinda kangen beud sama kanda, besok dinda tunggu ya ditempat biasa kanda jemput dinda. emmuahh

Yang mencintaimu,
ttd
Banuwati, S.Pd.



Surat yang sudah dibaca oleh Bpk. Arjuna lupa tidak disembunyikan dengan baik tapi malah ditaruh di meja kerja Bpk. Arjuna, dan surat itu ditemukan oleh Bundanya Abimanyu yaitu Ibu Subadra ketika beres-beres meja kerja suaminya, rupanya hari itu adalah hari dimana Bpk. Arjuna ketemuan dengan Ibu Banuwati. Surat itu dibaca berulang-ulang oleh Ibu Subadra, lalu Ibu Subadra wajahnya merah padam, murka, dan murka kepada Abimanyu yang masih TK.

Bumi gonjang ganjing langit kelap-kelap

Hei, Abimanyu. Kenapa kamu menutup-nutupi kelakuan ayahmu yang nyeleweng dengan Banuwati yang kegatelan itu? Lihat ini, surat cinta dari guru kegatelan itu, mereka cinta-cintaan, mereka selingkuh dan kamu gak ngomong sama mama!!! keterlaluan kamu Abimanyu.

Abimanyu melongo, Abimanyu bingung, Apa itu nyeleweng? Apa itu selingkuh?
Ibu Subadra tetap saja marah kepada Abimanyu, tapi Abimanyu tidak tahu harus ngomong apa wong Abimanyu saja masih TK.

Abimanyu terus berpikir, Abimanyu tahu bahwa ayahnya menghianati bundanya, hanya saja Abimanyu tidak tahu istilahnya, Abimanyu tahu ayahnya salah tapi Abimanyu tidak tahu harus ngomong dengan cara bagaimana ke bundanya, Abimanyu juga tidak suka dengan kelakuan ayahnya yang setiap hari mbarengi Ibu Banuwati.

Apalah daya, Abimanyu masih TK, mohon maklum para pembaca. Demikian

Minggu, 08 Desember 2013

Pacar temanku bukan temanku

Buat pacar temanku jangan curhat ke saya ya, soalnya saya tetap membela teman daripada membela pacar teman, gak ngurus siapa yang paling benar.

Dulu saya pernah dimarahi teman gegara saya memberi saran ke pacarnya, begini saran saya 'Orang yang gak mikirin kamu, gak usah kamu pikirin', eh si pacar teman ini bilang ke teman saya begini 'Kata Dee, Gak usah mikirin orang yang yang mikirin kamu'. Si teman saya datang ke saya dan bilang begini 'Jangan gitu Prof, kalau kamu ngasih saran yo yang baik to, jangan mengarahkan dia membenciku'.

Waktu itu umur saya baru 18 tahun dan teman saya 39 tahun, saya plonga-plongo gak membela diri sedikitpun, sambil mikir 'wah, salah deh nanggepin pacarnya curhat', kalo dipikir-pikir saya memang seharusnya membela teman bukan membela pacarnya.

Baru-baru ini rupanya saya sudah berubah, akhir-akhir ini saya tidak mau membela siapa-siapa, biarlah kehilangan teman, biarlah kehilangan orang yang suka mencari pembelaan, biarlah kehilangan sahabat yang tidak mau berubah menjadi lebih baik, wong sekarang ini orang yang dicurhati yang malah jadi sasaran salah-salahan.

Wes dicurhati, disalah-salahkan pacarnya, dibilang gak nganggep pacarnya, trus dimaki-maki, habis itu buka-buka aib orang yang dicurhati, matematikanya lho dimana? benar-benar heran saya.

Jadi maaf ya, orang-orang begitu tolong jangan curhat ke saya, saya gilo

Minggu, 17 November 2013

Permen Karet Sewaktu TK nol Kecil

Adik ini usianya 4 tahun, dia mau masuk TK nol kecil, namanya molly anak dari bapak Abdul dan Ibu Rose, Adik kecil ini 2 minggu lagi akan masuk TK, dia sedang ke penjahit untuk membuat seragam yang ia idam-idamkan, akhirnya jadilah seragam TK milik molly, ayahnya menyuruh molly memakai seragam itu sesampainya dirumah, molly membuka seragamnya, tapi wajah molly tiba-tiba berubah, wajahnya langsung marah ketika dia melihat rok buatan penjahit, dia ingin membuang rok itu bahkan ingin menggunting-guntingnya, sambil mencaci maki ‘penjahit goblok, ngapain jahitin rok buat aku’. Dia bilang begitu berkali-kali sambil mengelilingi rumahnya dengan rok (seragam) di tangannya.

Molly tidak mau memakai rok, yang dia mau adalah celana (seragam) seperti milik sepupunya, molly ini memang tidak pernah memakai rok, dia biasa memakai celana, mungkin dia akan merasa asing dengan dirinya ketika dia memakai rok itu, akhirnya molly tidak mau sekolah karena permintaan molly memakai celana tidak dipenuhi oleh orang tuanya.

Satu tahun berlalu, teman-teman molly setiap hari pergi ke sekolah dan selalu pulang membawa cerita seru dari sekolah, akhirnya molly mau bersekolah meskipun memakai rok dengan perasaan canggung, teman-teman molly di kampung sudah naik kelas TK nol besar, sedangkan molly baru bersekolah dan tertinggal setahun dari teman-teman sebayanya.

Waktu itu molly duduk (sebangku) dengan Nurul, Nurul ini anak yang pendiam, rajin, gak clometan, gak nakal, suatu hari di kelas setelah ibu guru bercerita, si Nurul mencatat tapi Molly mengajak berbicara Nurul, karena Nurul sedang sibuk mencatat Nurul tidak menggubris pertanyaan Molly, Molly tersinggung karena dia ‘nggak direken’ sama Nurul, Molly sedang mengunyah permen karet di mulutnya, molly suka membeli permen karet yang harganya waktu itu Rp. 100,- / biji dan permennya warna-warni, ada yang warna biru, ada yang hijau, ada yang merah dll, si Nurul tetap sibuk dengan buku dan potlotnya sedangkan si Molly sudah kadung tersinggung, dengan sangat santai Molly mengambil permen karet yang dikunyahnya lalu diletakkannya kunyahan permen karet itu di rambut Nurul.

Molly ini anak kecil yang tidak terlalu membaur dengan teman-teman sekelasnya, dia hanya suka mengamati teman-temannya yang dianggapnya manja seperti Yhany, nakal seperti Dian, dan membosankan seperti Nurul, molly ini nggak nakal hanya saja dia keras kepala, anak kecil yang keras kepala, dan dia tidak merasa bersalah sama sekali karena sudah membuat rambut Nurul berantakan akibat permen karet itu.

Keesokan harinya, rambut Nurul botak, Nurul diantar kakaknya ke sekolah, Molly bersikap seperti biasa, seperti kemaren sebelum merusak rambut Nurul, dan yang nyebelin lagi Molly bertanya pada Nurul ‘rambutmu kenapa?, kok botak gitu?’, kalau kamu jadi Nurul kamu jawab apa pertanyaan Molly?, memang dasarnya Nurul ini pendiam dan tidak mau bermasalah dengan siapapun, Nurul menjawab ‘digunting mbakku’, Molly bertanya lagi ‘Lho ngapain digunting, pake minyak tanah lho bisa ilang (permen karetnya)’, Nurul menjawa lagi ‘nggak bisa, udah dicoba semua dari kemaren’.

Molly kecil tidak suka kalau dia tidak didengarkan ketika berbicara, entah itu sifat yang diturunkan siapa, Molly kecil tidak aktif di kelas, Molly kecil suka mengamati teman-temannya dengan diam, mungkin permen karet yang dia ambil dari mulutnya lalu diletakkan di kepala Nurul itu adalah bentuk kekesalan dia, tapi dia tetap tidak merasa bersalah, mungkin dia belum mengerti tentang maaf.

Hingga sekarang, aku bingung kenapa Molly kecil bisa sampai seperti itu, tidak ada yang mengajarinya seperti itu, aku juga heran kenapa Molly seperti sudah mempunyai karakter keras kepala dari kecil, sampai sekarangpun masih sama, dia tidak suka kalau dia tidak didengar ketika dia berbicara.

Sabtu, 09 November 2013

Cara Menginstal Fastestube (Tombol Download di Youtube)

1. Download Fastesttube di http://fastesttube.en.softonic.com/download
2. Install Fastesttube
3. Setelah install selesai aktifkan Fastesttube di Add-Ons Firefox, seperti Gambar 1


4. Buka Youtube maka Tombol Download sudah bisa digunakan seperti Gambar 2
 

Jumat, 25 Oktober 2013

KARET GELANG



Saya terbiasa memakai karet gelang di pergelangan tangan, sejak jaman kuliah tahun 2007 lalu, sebenarnya awalnya karet gelang itu sisa saya beli nasi lalapan, nah kebetulan bungkusnya ditali dengan karet gelang, karetnya gak saya buang tapi saya pakai di pergelangan tangan.
Tapi kenapa ya orang-orang risih nge-lihatnya, kalau yang gak tahan diam ya pasti langsung tanya ‘kok pakai karet gelang sih?’, ‘memangnya kenapa?’, ‘aneh aja’, kesimpulan dari memakai karet gelang adalah ‘aneh’, dari banyak sekali jawaban mereka dan kesimpulan bagi orang yang pakai karet gelang itu ‘aneh’.
Sebenarnya di kelasku D3 Teknik Elektronika 2007 gak cuma saya yang suka pakai karet gelang, seingatku Hari Wahyudi alias W juga suka pakai karet gelang, atau Adi, Pak P, Eric, Umar juga biasanya pakai karet gelang, sekarang saya nanya ‘apa anehnya orang yang pakai karet gelang?’, apa karena karet gelang itu tidak berharga? Sipa bilang? Penjual-penjual lalapan itu beli karet gelang buat tali bungkusan jualannya, kalau seandainya bungkusan itu gak ditali karet gelang makanannya pasti tumpah waktu kalian bawa pulang dan gak ringkes.
Ada orang yang bilang, penampilan ok, wajah ok, anak kuliahan, tapi kenapa harus pakai karet gelang?, saya jelaskan satu persatu, karet gelang itu banyak fungsinya; bisa buat tali rambut, gak cuma cewek-cewek yang hoby mengikat rambutnya, cowok-cowok juga terutama cowok teknik, selain itu karet gelang juga bisa mengikat kabel, seperti kabel carger HP, carger laptop, dan kabel-kabel lainnya biar lebih ringkes, iya to?
Saya juga bisa kenal dengan banyak orang karena karet gelang, misalnya waktu orang butuh tali, nyari-nyari tali rafia saya langsung ambil saja karet gelang yang ada dipergelangan tangan, urusan cepat selesai, dan tidak luput dari pertanyaan ‘kok pakai karet gelang?’ bla bla bla, akhirnya kenalan, betapa gampangnya kenalan dengan orang baru.
Kalau pendapat Epi pacarnya W, W itu enggak banget kalau sudah pakai karet gelang, apalagi waktu mereka kencan, makan malam di luar, kelihatannya gak mbejaji (berharga), kata Epi. Lalu Epi nanya ke saya, ‘kenapa sih Moll kalian itu kok suka pakai karet gelang?’ emang gak ada gelang yang lain?’, bukan masalah gak ada gelang lain, tapi saya pakai karet gelang gak cuma buat asesoris, saya menilainya dari segi manfaatnya.
Dulu waktu aku kecil, teman mainku ada yang namanya Sian, Sian itu agak kurang sama dengan anak-anak yang lain, usianya sudah tua tapi dia masih suka main sama anak-anak kecil, kira-kira umurnya 25 an atau lebih, sedangkan kami teman mainnya masih berumur 7-10 tahunan, dia memang keterbelakangan mental, di pergelangan tangannya banyak sekali karet gelang, dulu waktu saya kecil saya juga sering menertawakannya, ternyata orang yang IQ nya melati memang suka menertawakan orang yang pakai karet gelang.
Coba lihat, kalau orang-orang yang IQ nya berbintang pasti mereka sudah tahu untuk apa karet gelang itu dipakai di pergelangan tangan, dan mereka tidak akan pernah bilang orang-orang yang pakai karet gelang itu ‘aneh’.
Misal kamu lagi pdkt sama seseorang, ditengah-tengah kalian ngobrol asyik banget dengan udara yang sangat panas, si cewek merasa gerah karena rambutnya yang terurai dan dia pengen mengikat rambutnya tapi dia lupa bawa tali rambut, kalau kamu gak pakai karet gelang pasti kamu bingung, apa yang bisa kamu lakukan dengan keadaan itu, akhirnya kenyamanan mengobrol berkurang karena kegerahan si cewek semakin menjadi, obrolan yang asyik tadi jadi terganggu, dan akhirnya gak jadi menyatakan cinta, hmmm sayang sekali. Coba kalau kamu bawa karet gelang, dengan cepat kamu menyelesaikan permasalahan itu, si cewek pasti langsung nerima kamu jadi pacarnya, menurutku cowok yang sedia karet gelang buat cewek itu adalah cowok romantis.
Gak cuma itu aja sih, ini semisal kamu lagi bantu-bantu teman kamu yang beres-beres mau pindah kos, pasti butuh banyak karet gelang buat mengikat barang-barang seperti asesoris yang dimasukkan jadi satu ke dalam plastik, plastik itu butuh karet gelang buat merapikannya biar gak kebuka waktu dibawa dalam perjalanan.
Sama halnya dengan kalian menikah butuh ikatan to? Itu filosofi awanya ya dari karet gelang, kalau gak ada ikatan pasti ngambang, gak jelas, kalau kebetulan diantara kalian ada yang pakai karet gelang, ikat aja tangannya jadikan satu dengan tangan kamu, kemana-mana kalian pergi jangan lepas karet itu pertanda kalian saling terikat.
Ada lagi fungsi lain dari karet gelang ini, misalnya kalian lagi ngantri di POLRES mau bikin SKCK tapi tau tau ada orang yang nyrobot tempat kamu, dia gak mau antri, kamu bidik saja matanya, gunakan karet gelangmu buat menjepret matanya, multifungsi banget kan karet gelang ini.
Mungkin dengan kalian baca tulisanku ini, karena berhenti menggerutu waktu melihat orang pakai karet gelang, mungkin dengan kalian baca tulisanku ini kalian bisa tahu apa yang harusnya dikritik dan apa yang harusnya didiamkan saja, mungkin dengan kalian baca tulisanku ini IQ kalian yang melati bisa naik tingkat jadi IQ berbintang.
Salam KARET GELANG

Minggu, 04 Agustus 2013

Check Status Mahasiswa kamu di Dikti

1. Masuk ke link http://forlap.dikti.go.id/
2. Klik menu Pencarian Data + Data Mahasiswa


3. Isi nama Perguruan tinggi tempat kamu kuliah + isi nama/nim kamu
4. Sebagai contoh

 

Jumat, 02 Agustus 2013

Dee Rahman - Part of Music






Sabtu, 06 Juli 2013

Aku Ingin Pergi ke Suatu Kota


Sudah lama rasanya tidak tidur sembarangan, tidak tidur di kursi-kursi taman, tidak tidur di kursi-kursi stasiun, tidak duduk di terminal, tidak melihat no kendaraan yang berbeda dengan kotaku, tidak menggendong tas yang berisi baju-baju ganti, aku rindu kereta api, aku rindu menikmati pinggiran kota orang, aku rindu menulis di pinggiran rel kereta api, aku rindu duduk berjam-jam di kursi stasiun menunggu kereta tiba, sudah lama sekali rasanya...

Minggu, 26 Mei 2013

Aku Tidak Suka . . .

1. Sesuatu yang mengikat
2. Perjanjian, Pokoknya yang mengikat-mengikat begitulah...
    Apalagi sesuatu yang sok iyes tapi gak ada gunanya seperti anggota pramuka
3. Aku gak suka sama anggota pramuka, pangkat cuma pramuka saja gayanya sudah melebihi Jendral
4. Orang yang suka nyuruh aku mandi, buencinya aku setengah mati
5. Waktu nungguin orang, tapi orang itu lemot dan luama datengnya. Buencinya sak mbun-mbunan
6. Waktu dijalan, dibonceng orang, tapi orang itu gak fokus sama jalan di depan, malah tolah-toleh, kudu tak jundu teko mburi
7. Trus saya benci sama orang yang bangunnya siang, lumuh, wis gak ada harapan pokoke
8. Saya benci sama orang yang bego’, sok tau, udah bego’ tambah sok tau. Waduh ke neraka saja
9. Trus saya buenci sama orang yang pamer, ngguilani, sing diomongno berhubungan dengan kemenyek tok
10. Waktu makan di warung atau dimana gitu, ada orang didepanku makannya pake bunyi kecapan keras-keras. Duh sumpah koyo wong gak mangan 9 ulan nggarai aku males mangan
11. Orang yang kentut tapi disengaja banget kentut di depan orang, mbok pikir kentutmu iku membanggakan ngunu a? Saranku yo, silitmu iku kekono selang, salurno ng lambemu, trus ngentuto wis sak jebole silitmu, nikmatono dewe ae entutmu iku
12. Dan paling buenci sama orang KEPO, alias pengen tau aja... kerjaannya ngurusin orang aja, trus jadi profokator, trus rasan-rasan, timbang rasan-rasan mending korah-korah kono lho
13. Dikasih/dibeliin rok, JANCOK tenan lek iki
14. Ngeliat orang sakit yang Lebai, kenapa gak pura-pura mati aja, biar dikubur sekalian
15. Nanyain orang, mau pesen apa ni?’ (lagi di tempat makan) dan jawabannya ‘terserah’, emangnya ada ya menu terserah? mending ngomong aja, aku gak makan. ngunu lak penak gak garai wong lio mikirno opo sing kate mbok pangan. tiap ditanya jawabnya 'terserah' yo matio ae kono
16. Nanyain orang yang kelamaan mikir, dan gue suka bentak orang yang kelamaan mikir, siapapun itu

17. Dibonceng nih ceritanya, trus tangan orang yang nyetir tuh pake raba-raba dengkul gue, nyetir-nyetir aja kale.. gak usah raba-raba dengkul segala, geli bego'
18. Orang yang suka alasan, apa repotnya bilang terus terang? kalo gak suka ya bilang aja gak suka, gampang kan? ngapain pake pura-pura ini, pura-pura itu, pura-pura ninja

Jumat, 03 Mei 2013

SIDANG SKRIPSI DI HARDIKNAS

Aku tidak akan pernah lupa dengan tanggal ujian sidang skripsiku ini, yang aku laksanakan di hiruk pikuknya upacara Hari Pendidikan Nasional di kampusku
Suasana hari itu terasa sangat berbeda, semua dosen tiba lebih pagi dari biasanya, berpakaian biru bermotif batik.
Pagi itu aku bangun jam 04:30 A.M, baru buka-buka power point, baca-baca sebentar, jam 05:00 A.M aku mandi, aku memakai celana kain warna hitam, memakai kemeja warna putih, sepatu hitam dan almamater kebanggaanku, berdandan di depan cermin yang besar di smart room lt.1 itu, aku siap berangkat sepagi ini.
Aku datang di kampus jam setengah 7 dan pintu gedung kampusku belum dibuka, betapa rajinnya aku hari itu.
Aku melihat ada mobil berwarna krem sedang akan parkir, aku memperhatikannya, penumpang mobil itu turun sebanyak 4 orang, aku melihat dosen yang sangat aku kenal, memakai kopyah terlihat lebih gagah dari biasanya, beliau adalah Abah Jendral.
Abah Jendral menyuruhku mempersiapkan ruangan dan alatku supaya diletakkan di ruang sidang A di jurusanku, Siap Jendal!!!
setelah aku siapkan semuanya, dan waktu menunjukkan pukul delapan, tapi dosen pengujiku belum datang, menunggu... tik tuk tik tuk... aku telp tidak diangkat, ya sudah aku sms saja, dan ada balasan, beliau ternyata masih dalam perjalanan menuju kampus, setengah sembilan, sudah waktunya ujian, aku ingin cepat melalui ujian aneh ini, mulai dari presentasi yang sangat singkat, hanya 5 menit kurang, menjawab pertanyaan dengan singkat, dan selama 30 menit aku di dalam ruang sidang itu cukup membuatku senang, setelah disuruh keluar, ternyata supporterku sudah berbaris di depan ruangan itu, tambah seneng ae atiku...
setelah aku rasa cukup diluar selama 2 menit, aku masuk tanpa dipanggil, itu yang diajarkan Abah Jendral kepadaku, dan Abah Jendral bertanya 'Yoopo iki? kiro-kiro awakmu lulus po ora?' saya jawab 'lulus pak'. sebenarnya aku sudah bukan mahasiswa bau kencur yang perlu begitu-begitu, ndang mari ndang wis itu malah bagus. aku tidak suka basa basi.
Dan akhirnya, beliau bertiga memberi selamat, hmmm aku selak bosen 1 semester fokus sama skripsi tok, gak pernah hunting foto, gak pernah touring, gak pernah kelayapan malem, gak pernah nongkrong-nongkrong di pinggiran jalan kota, gak pernah nyanyi, gak pernah ketemu temen-temen ngopi, sekarang cukup sudah yang begitu, sekarang waktunya mencari inspirasi di kota JOGJA. sampai jumpa di cerita berikutnya.



Buat semuanya yang mensupport selama aku skripsi terima kasih banyak, pokoknya buanyak sekali yang berperan membantuku dalam menyelesaikan skripsiku ini.
Buat Mas bro, Mb. Ira, Mas Wahyu, Mb.Eli, Agung, ayo ndang nyusul sidang, tak enteni traktirane, hehehe