KOPI

Hai Kopi, Senyum berantakanmu selalu memenuhi hidupku, Hai Cangkir, Setiap hari aku tetap merindu bibirmu (Dee Rahman).

Kopi Jalanan

Perjamuan ini, aku tak mengerti, tapi anggur sedikit membuatku bersabar. (Dee Rahman).

Espresso Soda

Kamulah Espresso Soda yang paling manis di lidahku, Kekasih (Dee Rahman).

Cerry

Kau selalu menggoda dengan segarnya tatapanmu (Dee Rahman).

Dee Rahman

Untuk membuat kue seorang wanita tidak perlu berdandan feminin, yang penting dia jatuh cinta rasanya pasti hmmmm (Dee Rahman).

Minggu, 04 Agustus 2013

Check Status Mahasiswa kamu di Dikti

1. Masuk ke link http://forlap.dikti.go.id/
2. Klik menu Pencarian Data + Data Mahasiswa


3. Isi nama Perguruan tinggi tempat kamu kuliah + isi nama/nim kamu
4. Sebagai contoh

 

Jumat, 02 Agustus 2013

Dee Rahman - Part of Music






Sabtu, 06 Juli 2013

Aku Ingin Pergi ke Suatu Kota


Sudah lama rasanya tidak tidur sembarangan, tidak tidur di kursi-kursi taman, tidak tidur di kursi-kursi stasiun, tidak duduk di terminal, tidak melihat no kendaraan yang berbeda dengan kotaku, tidak menggendong tas yang berisi baju-baju ganti, aku rindu kereta api, aku rindu menikmati pinggiran kota orang, aku rindu menulis di pinggiran rel kereta api, aku rindu duduk berjam-jam di kursi stasiun menunggu kereta tiba, sudah lama sekali rasanya...

Minggu, 26 Mei 2013

Aku Tidak Suka . . .

1. Sesuatu yang mengikat
2. Perjanjian, Pokoknya yang mengikat-mengikat begitulah...
    Apalagi sesuatu yang sok iyes tapi gak ada gunanya seperti anggota pramuka
3. Aku gak suka sama anggota pramuka, pangkat cuma pramuka saja gayanya sudah melebihi Jendral
4. Orang yang suka nyuruh aku mandi, buencinya aku setengah mati
5. Waktu nungguin orang, tapi orang itu lemot dan luama datengnya. Buencinya sak mbun-mbunan
6. Waktu dijalan, dibonceng orang, tapi orang itu gak fokus sama jalan di depan, malah tolah-toleh, kudu tak jundu teko mburi
7. Trus saya benci sama orang yang bangunnya siang, lumuh, wis gak ada harapan pokoke
8. Saya benci sama orang yang bego’, sok tau, udah bego’ tambah sok tau. Waduh ke neraka saja
9. Trus saya buenci sama orang yang pamer, ngguilani, sing diomongno berhubungan dengan kemenyek tok
10. Waktu makan di warung atau dimana gitu, ada orang didepanku makannya pake bunyi kecapan keras-keras. Duh sumpah koyo wong gak mangan 9 ulan nggarai aku males mangan
11. Orang yang kentut tapi disengaja banget kentut di depan orang, mbok pikir kentutmu iku membanggakan ngunu a? Saranku yo, silitmu iku kekono selang, salurno ng lambemu, trus ngentuto wis sak jebole silitmu, nikmatono dewe ae entutmu iku
12. Dan paling buenci sama orang KEPO, alias pengen tau aja... kerjaannya ngurusin orang aja, trus jadi profokator, trus rasan-rasan, timbang rasan-rasan mending korah-korah kono lho
13. Dikasih/dibeliin rok, JANCOK tenan lek iki
14. Ngeliat orang sakit yang Lebai, kenapa gak pura-pura mati aja, biar dikubur sekalian
15. Nanyain orang, mau pesen apa ni?’ (lagi di tempat makan) dan jawabannya ‘terserah’, emangnya ada ya menu terserah? mending ngomong aja, aku gak makan. ngunu lak penak gak garai wong lio mikirno opo sing kate mbok pangan. tiap ditanya jawabnya 'terserah' yo matio ae kono
16. Nanyain orang yang kelamaan mikir, dan gue suka bentak orang yang kelamaan mikir, siapapun itu

17. Dibonceng nih ceritanya, trus tangan orang yang nyetir tuh pake raba-raba dengkul gue, nyetir-nyetir aja kale.. gak usah raba-raba dengkul segala, geli bego'
18. Orang yang suka alasan, apa repotnya bilang terus terang? kalo gak suka ya bilang aja gak suka, gampang kan? ngapain pake pura-pura ini, pura-pura itu, pura-pura ninja

Jumat, 03 Mei 2013

SIDANG SKRIPSI DI HARDIKNAS

Aku tidak akan pernah lupa dengan tanggal ujian sidang skripsiku ini, yang aku laksanakan di hiruk pikuknya upacara Hari Pendidikan Nasional di kampusku
Suasana hari itu terasa sangat berbeda, semua dosen tiba lebih pagi dari biasanya, berpakaian biru bermotif batik.
Pagi itu aku bangun jam 04:30 A.M, baru buka-buka power point, baca-baca sebentar, jam 05:00 A.M aku mandi, aku memakai celana kain warna hitam, memakai kemeja warna putih, sepatu hitam dan almamater kebanggaanku, berdandan di depan cermin yang besar di smart room lt.1 itu, aku siap berangkat sepagi ini.
Aku datang di kampus jam setengah 7 dan pintu gedung kampusku belum dibuka, betapa rajinnya aku hari itu.
Aku melihat ada mobil berwarna krem sedang akan parkir, aku memperhatikannya, penumpang mobil itu turun sebanyak 4 orang, aku melihat dosen yang sangat aku kenal, memakai kopyah terlihat lebih gagah dari biasanya, beliau adalah Abah Jendral.
Abah Jendral menyuruhku mempersiapkan ruangan dan alatku supaya diletakkan di ruang sidang A di jurusanku, Siap Jendal!!!
setelah aku siapkan semuanya, dan waktu menunjukkan pukul delapan, tapi dosen pengujiku belum datang, menunggu... tik tuk tik tuk... aku telp tidak diangkat, ya sudah aku sms saja, dan ada balasan, beliau ternyata masih dalam perjalanan menuju kampus, setengah sembilan, sudah waktunya ujian, aku ingin cepat melalui ujian aneh ini, mulai dari presentasi yang sangat singkat, hanya 5 menit kurang, menjawab pertanyaan dengan singkat, dan selama 30 menit aku di dalam ruang sidang itu cukup membuatku senang, setelah disuruh keluar, ternyata supporterku sudah berbaris di depan ruangan itu, tambah seneng ae atiku...
setelah aku rasa cukup diluar selama 2 menit, aku masuk tanpa dipanggil, itu yang diajarkan Abah Jendral kepadaku, dan Abah Jendral bertanya 'Yoopo iki? kiro-kiro awakmu lulus po ora?' saya jawab 'lulus pak'. sebenarnya aku sudah bukan mahasiswa bau kencur yang perlu begitu-begitu, ndang mari ndang wis itu malah bagus. aku tidak suka basa basi.
Dan akhirnya, beliau bertiga memberi selamat, hmmm aku selak bosen 1 semester fokus sama skripsi tok, gak pernah hunting foto, gak pernah touring, gak pernah kelayapan malem, gak pernah nongkrong-nongkrong di pinggiran jalan kota, gak pernah nyanyi, gak pernah ketemu temen-temen ngopi, sekarang cukup sudah yang begitu, sekarang waktunya mencari inspirasi di kota JOGJA. sampai jumpa di cerita berikutnya.



Buat semuanya yang mensupport selama aku skripsi terima kasih banyak, pokoknya buanyak sekali yang berperan membantuku dalam menyelesaikan skripsiku ini.
Buat Mas bro, Mb. Ira, Mas Wahyu, Mb.Eli, Agung, ayo ndang nyusul sidang, tak enteni traktirane, hehehe

Selasa, 29 Januari 2013

Semakin aku berpikir kolam itu dangkal, semakin aku tenggelam

Itu cerita masa kecil yang tak pernah aku lupakan, aku hampir mati karena tenggelam
ketika itu aku berusia 10 tahun, waktu masih duduk di kelas empat Madrasah Ibtida'iyah
Aku tak pernah belajar berenang sebelumnya, tapi keinginan untuk bisa berenang sangat besar sekali, melebihi besarnya kolam itu
Aku tak pernah dibolehkan berenang di sana, karena alasan klasik seperti nanti habis berenang di saana takutnya kenapa-kenapa, takutnya terjadi apa-apa, takutnya, takutnya... akhirnya aku memang tenggelam
Saking kepinginnya aku belajar berenang di sana, sampai-sampai aku merengek menangis biar diperbolehkan (kebiasaan Dee kecil)
dan tiba-tiba aku ada di sana bersama kakekku, maksudnya aku berangkat ke sana, pemandian yang katanya penuh misteri itu, haha
untuk pertama kalinya aku melihat air sebegitu beningnya, air sebegitu menggiurkannya, melihat teman-teman sepantaranku meliuk-meliuk di dalam lubang mata air itu, mereka dengan fasih menggerakkan badan, tangan dan kakinya sehingga mereka bisa melaju dalam air.
Kolam itu dangkal sekali, hanya sepahaku kira-kira, siapa yang tak tergiur untuk melompat dengan gaya anjing menggonggong atau lumba-lumba menjerit, semua orang yang ada di sana sah sah saja melompat, bergerak, melaju di dalam air sesuka mereka, kenapa aku masih diam saja di pinggir kolam ini sambil bengong?
JEBUUUURRRR... tiba-tiba aku merasa sesak, saluran pernafasanku tertutup air, aku melompat-melompat dalam air seperti anak kecil setelah dibelikan barang yang diinginkannya, pantas saja tidak ada orang yang menolongku
semakin banyak air yang aku minum, semakin kenyang saja. tak ada juga orang yang menolongku
orang-orang duduk di pinggir-pinggir kolam pun diam saja meskipun mereka melihatku, bagaimana sih caranya ngasih tau mereka kalau aku sedang tenggelam?
Ya sudah, aku mengikhlaskan untuk mati saja, aku tak berusaha menghirup oksigen, aku tak berusaha melompat lompat di air, tenggelam saja mengikuti aliran air itu, tiba-tiba ada suara 'loh, anak itu tenggelam' dan orang itu menyelamatkanku
hhhhhhhh aku menarik nafas panjang setelah keluar dari air itu, terimakasih tuhan aku masih hidup.
Ternyata kolam itu dalam sekali, semakin aku perpikir kolam itu dangkal, semakin aku tenggelam
Kakekku tak bisa berenang, waktu itu beliau yang menenmaniku ke sana, tapi karena beliau tak bisa berenang akhirnya aku dibiarkan saja menelan air banyak.
teman-temanku yang jago berenang juga banyak, tapi mereka berlalu dengan kesenangannya sendiri
sejak saat itu aku putuskan untuk belajar berenang biar aku tak tenggelam lagi
dan sekarang aku bisa berenang

Minggu, 13 Januari 2013

Sumpah aku jago memaki

Pernahkah kalian marah-marah sampai mencela fisik seseorang? atau mencela kekurangan seseorang, misalnya 'Hei pendek, bla bla bla'
itu salah satu contoh, pernahkah?
Sumpah aku jago kalau hanya mencela seperti itu saja, aku biasanya memaki mbak Ozawa yang jangkung putih itu, 'Sampean iku pinter-pinter..., ayu...'
atau 'Dari pada kamu, kecantikanmu berbanding terbalik dengan kepintaranmu' atau 'Cantik enggak, pinter enggak, gila iya'
Jago kan aku? tapi mulutku bukan hanya untuk memaki dengan kata-kata kotor seperti preman pasar atau seperti kenek angkot di terminal, kurang elegan memaki yang seperti itu.
Orang gak sekolah juga bisa kalo hanya memaki seperti ini 'He Janc*k, awakmu iku ga duwe utek. utekmu secilik awakmu. pantes nggak iso mikir.'
mbok dibedakan cara memakinya dengan kenek angkot atau tukang parkir, biar kelihatan kalau kita itu berpendidikan, semester akhir lagi, perguruan tinggi negeri ternama lagi, jurusan keguruan lagi, wah wah wah... memprihatinkan