KOPI

Hai Kopi, Senyum berantakanmu selalu memenuhi hidupku, Hai Cangkir, Setiap hari aku tetap merindu bibirmu (Dee Rahman).

Kopi Jalanan

Perjamuan ini, aku tak mengerti, tapi anggur sedikit membuatku bersabar. (Dee Rahman).

Espresso Soda

Kamulah Espresso Soda yang paling manis di lidahku, Kekasih (Dee Rahman).

Cerry

Kau selalu menggoda dengan segarnya tatapanmu (Dee Rahman).

Dee Rahman

Untuk membuat kue seorang wanita tidak perlu berdandan feminin, yang penting dia jatuh cinta rasanya pasti hmmmm (Dee Rahman).

Rabu, 07 Januari 2015

GREEN SCHOOL FESTIVAL, MENUJU KOTA MALANG HIJAU DIMULAI DARI SEKOLAH


Dengan diresmikannya “Haba Ecopark” di SMPN 8 Malang oleh Walikota Malang H. Moch Anton pada hari Rabu, 31 Desember 2014, maka berakhirlah seluruh rangkaian panjang kegiatan Green School Festival 2014. Haba Ecopark ini menjadi hadiah bagi juara-juara satu di kegiatan Green School Festival, berupa sebuah taman miniatur siklus ekologi di alam, di mana di dalamnya terdapat rangkaian mata rantai ekosistem, khususnya untuk ekosistem kupu-kupu dan capung. Di dalam ecopark ini dibangun kolam lengkap dengan tanaman air dan batu-batuan alam yang menjadi habitat bagi capung, ditanam tumbuhan-tumbuhan penghasil nektar sebagai makanan bagi kupu-kupu, dan beberapa tanaman yang disukai kupu-kupu untuk bertelur dan menjadi makanan bagi ulat kupu-kupu. Diharapkan Ecopark ini bisa menjadi media pembelajaran lingkungan hidup bagi siswa-siswa sekolah. Ecopark ini didesain dan dikerjakan oleh Andik Gondrong, seorang aktifis lingkungan hidup, mantan Ketua Umum pencinta alam Mapalipma IPM, yang saat ini sedang menggarap program konservasi berupa restorasi tanaman lokal di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Peresmian Haba Ecopark SMPN 8 Malang oleh walikota Malang H. Moch. AntonPeresmian Haba Ecopark SMPN 8 Malang oleh walikota Malang H. Moch. Anton

Green School Festival sendiri menjadi sebuah rangkaian kegiatan lingkungan hidup yang dalam dua tiga bulan ini banyak menghiasi berita di harian Jawa Pos Radar Malang. Banyak orang bertanya apa sebetulnya Green School Festival, apakah ini lomba lingkungan hidup, atau festival seni tentang lingkungan, atau apa? Wajar sekali pertanyaan-pertanyaan seperti itu muncul di masyarakat, termasuk juga hal ini menjadi pertanyaan di kalangan para aktifis maupun pegiat lingkungan hidup.

Lahirnya Green School Festival ini berasal dari tiga sumber inspirasi. Sumber pertama yaitu keinginan dari Walikota Malang H. Moch. Anton yang mengharapkan adanya sebuah agenda untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup sekolah-sekolah di kota Malang, yang disampaikan Walikota kepada Dinas Pendidikan Kota Malang. Sumber inspirasi kedua yaitu adanya keinginan dan komitmen dari Jawa Pos Radar Malang untuk bisa menjadi motor penggerak perubahan masyarakat kota Malang, khususnya dalam bidang pelestarian lingkungan hidup. Sumber ketiga adalah program dari lembaga Move Indonesia yang berkeinginan untuk menyebarluaskan metode pemetaan dan perencanaan pengelolaan lingkungan hidup.

Dari situlah akhirnya lahir sebuah konsep Green School Festival. Disebut sebagai “festival”, dan bukan disebut “lomba”, karena memang lomba hanyalah sebagai bagian kecil dari kegiatan ini, lomba hanya sebagai sebuah stimulan saja, yang lebih utama adalah pada bagaimana penyebarluasan metode pemetaan dan perencanaan lingkungan hidup untuk kemudian dipraktekkan oleh sekolah-sekolah dengan cara menggerakkan segenap komponen keluarga besar sekolah, dan bagaimana pergerakan-pergerakan itu bisa saling menginspirasi antara sekolah satu dan lainnya. Itulah ide dasar dari Green School Festival.

Maka dari itu, yang menjadi komponen utama dari Green School Festival ini adalah pada metode pembelajaran lingkungan hidup yang terintegrasi, mudah dipahami, mudah dipelajari, mudah disebarkan ulang, having fun (menyenangkan), dan menimbulkan semangat untuk belajar serta semangat berbagi. Tema lingkungan hidup selama ini biasanya menjadi tema yang berat, sehingga tidak banyak orang memiliki minat mempelajarinya. Namun di Green School Festival dikemaslah metode pembelajaran lingkungan hidup ini dengan cara yang menarik dan menyenangkan.

Workshop Green School Mapping di Hotel Wisata TidarWorkshop Green School Mapping di Hotel Wisata Tidar

Metode utama di Green School Festival kami beri judul Green School Mapping. Sebetulnya ini bukan metode yang sama sekali baru, namun merupakan gabungan dari beberapa metode yang dirangkum dan dimodifikasi ulang, disesuaikan dengan kebutuhan segmen peserta belajar. Metode-metode dasar yang menjadi sumber antara lain: metodeEcomapping (yang dikembangkan oleh Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit, sebuah lembaga di Jerman yang salah satu fokusnya adalah di bidang pelestarian lingkungan hidup dunia), metode Green Map (metode yang diciptakan oleh Wendy Brawer dari Amerika yang kini komunitasnya telah berkembang menjadi komunitas Green Mapinternasional), metode Mapping Analysis (metode yang menjadi materi perkuliahan di jurusan Teknik Perencanaan Wilayah Kota), dan dikombinasikan dengan metode permainan anak-anak peta harta karun.

Jadi bisa disimpulkan metode Green School Mapping sendiri adalah cara untuk mempetakan masalah dan potensi lingkungan hidup di area sekolah. Pemetaan masalah dan potensi ini dibuat dalam 9 buah peta yang berbeda-beda bahasan isunya. Kemudian dari pemetaan ini dilakukan pembahasan lebih mendetail mengenai apa masalah ataupun potensi yang ada, lalu dilakukan pembahasan perencanaan aksi apa yang akan dilakukan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan lingkungan hidup yang terpetakan, ataupun untuk peningkatan dari potensi-potensi yang sudah ada.
Adapun sembilan peta isu yang dibuat masing-masing membahas mengenai: isu energi, isu sampah, isu polusi udara, isu air dan limbah cair, isu tanah dan kontaminasi kimia, isu tanaman, isu resiko, isu keindahan, isu edukasi-informasi-inspirasi.

Isu energi menekankan pada pemetaan bagaimana penggunaan listrik dan bahan bakar yang hemat, isu sampah menekankan pada pemetaan lokasi-lokasi rawan sampah dan proses pemilahan serta pengolahan  sampah, isu polusi udara membahas pemetaan lokasi-lokasi yang seringkali mendapatkan polusi udara maupun bau tidak sedap, isu air dan limbah cair membahas pemetaan penggunaan air yang tidak hemat dan drainase buangan air, isu tanah dan kontaminasi kimia menekankan pemetaan area resapan air dan tanah-tanah yang tercemari sampah maupun limbah kimia, isu tanaman membahas pemetaan konsep tanaman fungsional yang ditanam di sekolah dan penataannya, isu resiko membahas tentang resiko lingkungan hidup dan resiko kesehatan ataupun resiko keselamatan, isu keindahan mengupas tentang pemetaan suasana dan tampilan sekolah serta penataan area, sedangkan isu edukasi-informasi-inspirasi membahas pemetaan tentang petunjuk maupun poster-poster informasi dan himbauan tentang lingkungan hidup yang dipasang untuk mengedukasi maupun menginspirasi siswa.

Workshop Green School Mapping di Hotel Wisata TidarWorkshop Green School Mapping di Hotel Wisata Tidar

Secara teknis, setiap sekolah menyiapkan peta sekolah yang digandakan sebanyak 9 peta untuk peta isu dan satu peta untuk peta kesimpulan. Kemudian dilakukanlah pengamatan, dan pada masing-masing peta isu tersebut ditandailah area-area di mana terdapat isu yang diamati baik berupa masalah ataupun potensi, kemudian dilakukan pembahasan mengenai seperti apa kondisi yang ada, apa penyebabnya, dan di-skoring seberapa berat masalahnya atau seberapa bagus potensinya, kemudian dibahas rencana aksi apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang ada. Dari sembilan peta isu tersebut kemudian dilakukan langkah penyatuan peta menjadi sebuah peta kesimpulan akhir sebagai gabungan dari semua peta isu. Barulah kemudian dilakukan langkah-langkah teknis di lapangan sebagai bentuk pelaksanaan dari rencana aksi yang ditetapkan berdasarkan pemetaan yang ada.

Mengapa harus dipecah menjadi 9 isu adalah agar memudahkan pengamatan di lapangan. Satu peta satu isu. Setiap sekolah perlu membentuk 9 tim pengamatan. Masing-masing isu diamati oleh satu tim yang terdiri dari guru dan siswa. Dengan panduan materi yang didapatkan peserta dalam kegiatan workshop, maka tiap tim peta isu ini dapat melakukan pengamatan dengan tajam dan terukur.

Workshop Green School Mapping di Hotel Wisata TidarWorkshop Green School Mapping di Hotel Wisata Tidar

Panitia Green School Festival menyiapkan panduan-panduan berupa buku materi tertulis dan file-file penunjang berupa file digital. Selain itu diberikan pembekalan pada sekolah berupa kegiatan workshop yang dilaksanakan di Hotel Tidar pada tanggal 13-22 Oktober. Dalam workshop ini setiap sekolah mengirimkan 4 orang peserta, untuk SD dua orang guru dan dua siswa, untuk SMP-SMA-SMK satu orang guru dan tiga siswa. Setiap sekolah mendapatkan workshop selama satu hari, dan setiap harinya dilakukan workshop untuk sekitar 40 sekolah.

Di dalam workshop ini dilakukan pematerian mengenai apa itu metode Green School Mapping, dalam bentuk teori dan sekaligus dipraktekkan di lokasi workshop, mulai dari memetakan, merumuskan, sampai membuat rencana aksi. Kegiatan workshop yang diikuti oleh 153 SD, 27 SMP, 12 SMA dan 15 SMK ini, dikemas dengan metode eksplorasi otak kiri dan otak kanan, diselingi dengan pemutaran video dan beberapa game serta icebreakingyang lucu dan menyenangkan. Peserta workshop dengan antusias mengerjakan pemetaan, menuliskan permasalahan dan potensi lingkungan di atas kertas warna-warni, menggunting, mewarna, dan menghias peta agar terlihat menarik.

Selepas workshop, masing-masing peserta utusan sekolah ditugaskan untuk mensosialisasikan apa yang mereka dapat dalam workhop kepada guru dan siswa di sekolah masing-masing, kemudian bersama-sama dengan berbagai komponen sekolah dpraktekkanlah metode Green School Mapping ini secara utuh. Dari empat orang pesertaworkshop per sekolah, akhirnya mereka mensosialisasikan metode ini ke puluhan, bahkan ratusan siswa dan guru-guru di sekolahnya. Kemudian warga sekolah bergerak bersama untuk memetakan 9 isu lingkungan hidup ini, menganalisa apa masalah-masalah yang terjadi, menskoring seberapa berat masalahnya, membahas apa rencana aksi yang bisa dilakukan, sampai melakukan tindak lanjut dari rencana aksi ini.

Proses pembuatan Green School Mapping di sekolahProses pembuatan Green School Mapping di sekolah

Hasil dari peta per isu yang dibuat disatukan dalam sebuah peta kesimpulan. Peta kesimpulan inilah yang dikumpulkan oleh sekolah-sekolah peserta kepada panitia Green School Festival di Radar Malang, bersama bukti-bukti berupa CD dokumentasi foto proses yang dilakukan tiap sekolah di lapangan selama mereka mengerjakan Green School Mapping. Peta kesimpulan dan CD dokumentasi inilah yang menjadi bekal awal bagi dewan juri sebelum melakukan penjurian ke sekolah-sekolah peserta.

Semenjak tanggal 10 November sampai dengan 22 November 2014, dilakukanlah penjurian ke sekolah-sekolah peserta. Dibentuk 7 tim juri yang masing-masing tim terdiri dari 3 orang, dan masing-masing tim juri setiap harinya melakukan kunjungan penjurian ke 2-3 sekolah. Total didapatkan 131 SD, 24 SMP, 12 SMA dan 13 SMK yang akhirnya mengumpulkan persyaratan berupa Peta Kesimpulan dan CD Dokumentasi dan siap untuk dilakukan penjurian ke sekolah.

Dari proses penjurian di lapangan, ternyata bisa didapatkan banyak sekali temuan-temuan fakta yang menarik. Dari total 180 sekolah yang dijuri, terdapat cukup banyak program-program lingkungan hidup yang inspiratif. Beberapa catatan yang menarik untuk diperhatikan antara lain:
Untuk isu tanah, terdapat 62 sekolah yang memiliki biopori, dan 35 sekolah yang sudah memiliki sumur resapan. Di antara sekolah-sekolah tersebut tercatat rekor SMPN 10 memiliki 180 biopori dan 16 sumur resapan, serta SMPN 7 yang memiliki 115 biopori dan 6 sumur resapan. Ada pula sekolah SDN Plus Al-Kautsar yang mempertahankan 70% ruang terbuka hijau di lahannya.

Sementara untuk isu air terdapat 30 sekolah yang telah memiliki instalasi pengolahan air limbah, seperti pengolahan sisa air wudhu yang dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman ataupun untuk kolam lele, adapula yang memiliki pengolahan air limbah laundry seperti di SMKN 2, maupun pemrosesan air limbah percetakan dan pemanfaatan limbah air AC untuk menyiram tanaman seperti yang dimiliki oleh SMKN 4, program air keran langsung minum di SMPN 8 Malang.

Penjurian Green School MappingPenjurian Green School Mapping

Untuk isu sampah, terdapat 77 sekolah memiliki program pembuatan kompos dengan beragam cara, mulai dari penggunaan alat komposting, penggunaan bakteri mikroorganisme lokal, pengkomposan dengan anaerob, dll. Ada pula 73 sekolah memiliki program produk daur ulang dan daur pakai, sebagai besar menjad bagian dari mata pelajaran prakarya, ataupun berupa bahan bekas yang dibuat menjadi alat peraga untuk mata pelajaran biologi seperti yang dikerjakan oleh SMAN 5 Malang. Demikian pula program Bank Sampah juga telah diterapkan oleh beberapa sekolah-sekolah peserta Green School Festival.

Untuk isu tanaman, ada 55 sekolah yang telah memiliki green house, 28 sekolah memiliki program tanaman hidroponik, 83 sekolah memiliki kebun tanaman obat keluarga, 20 sekolah memiliki hutan sekolah, 58 sekolah memiliki tanaman-tanaman penyerap polutan, 58 sekolah memiliki tanaman sayur organik, dan 108 sekolah memiliki koleksi tanaman buah.

Terkait dengan isu resiko dan isu sampah, terdapat 18 sekolah memiliki program kantin bebas plastik, artinya tidak dijual makanan ataupun minuman yang menimbulkan sampah plastik. Kemudian terdapat pula 28 sekolah yang memiliki program kantin bebas 5P (pemanis-pengenyal-pewarna-penyedap-pengawet buatan).

Untuk isu energi terdapat 6 sekolah yang memiliki program biogas, baik berupa biogas dari kotoran sapi maupun biogas yang diolah dari limbah kotoran manusia, seperti yang dimiliki SMAN 10 dan SDN Ketawang Gede,  dan beberapa sekolah memiliki program percontohan solar cell (listrik tenaga matahari), ada pula program pembatasan penggunaan kendaraan bermotor seperti yang dilakukan oleh SMAN 7 Malang dan SMAN 4 Malang.
Untuk pelibatan siswa terkait dengan program menjaga dan melestarikan lingkungan hidup di sekolah, terdapat 85 sekolah yang memiliki program satu hari dalam seminggu sebagai hari bersih-bersih, ada pula sekolah-sekolah yang memiliki program polisi lingkungan hidup, laskar lingkungan, program buang satu sampah wajib memungut 10 sampah (SMPN 9 Malang), program 5 menit berburu sampah pada jam istirahat (SMAN 9 Malang), modifikasi Green School Mapping menjadi Green Class Mapping (SMPN 13 Malang), dan lain-lain.

Dan masih banyak lagi program-program unik dan kreatif yang dilakukan oleh sekolah-sekolah. Seperti program wirausaha berbasis lingkungan hidup, program pemberian label nama-nama tanaman dan fungsinya,  program ternak cacing, budidaya lele, budidaya jamur tiram, program penggantian lampu hemat energi, dan lain-lain.

Dan untuk bisa saling menginspirasi dan saling memotivasi, dilakukan pula aktivitas kampanye di sosial media, baik melalui Facebook, Twitter, maupun Instagram. Beberapa sekolah terlihat cukup aktif dalam menginformasikan perkembangan proses Green School Mapping di sekolah mereka ini di sosial media, baik oleh siswa maupun oleh bapak dan ibu gurunya. Hal ini diharapkan bisa memacu sekolah-sekolah yang lain untuk tidak mau kalah, dan berkreasi lebih baik lagi.

Diksusi cafe ide dalam proses Green School Mapping di sekolahDiksusi cafe ide dalam proses Green School Mapping di sekolah

Namun, satu hal yang menjadi catatan penting dalam Green School Festival ini, yaitu dalam event yang berlangsung selama lebih dari dua bulan ini, lomba di sini bukanlah lomba sekolah terbagus, sekolah terlengkap, lomba sekolah terbersih ataupun sekolah terindah. Di dalam Green School Festival kriteria yang memiliki nilai terbesar adalah bagaimana proses Green School Mapping dapat dipahami dan diterapkan dalam pembuatan peta isu dan dalam perencanaan perbaikan lingkungan hidup, serta bagaimana keterlibatan sebanyak mungkin komponen sekolah dalam proses Green School Mapping ini.

Sekolah-sekolah yang paham dengan metode ini, justru akan terlihat mencantumkan banyak permasalahan lingkungan di dalam petanya, sementara sekolah yang tidak paham biasanya akan menyembunyikan masalah lingkungannya dan menampilkan peta yang seolah-olah tidak banyak masalah yang ada di sekolahnya. Padahal, untuk merencanakan pengelolaan lingkungan hidup haruslah dimulai dengan memetakan dan membedah masalahnya. Di sinilah cukup banyak sekolah yang salah dalam memahami metode ini. Beberapa sekolah menyembunyikan masalahnya, ataupun tidak melakukan proses pemetaan secara utuh, yang seharusnya mereka melakukan pembuatan 9 peta isu terlebih dahulu, baru membuat peta kesimpulan.

Beberapa sekolah juga masih memiliki pemahaman yang salah mengenai wujud kecintaan pada satwa, seperti adanya kandang yang diisi dengan burung-burung hias. Padahal ini sangatlah tidak tepat dari kacamata pelestarian lingkungan. Burung-burung hias rumahnya adalah di alam bebas, bukan di dalam kandang, terkecuali untuk burung-burung peliharaan seperti merpati, ayam, dan sejenisnya. Beberapa sekolah terpaksa mendapatkan nilai minus karena hal ini.

Proses aplikasi Green School Mapping di sekolahProses aplikasi Green School Mapping di sekolah

Secara umum, bisa dikatakan bahwa berbagai rangkaian aktivitas Green School Festival ini memang tidaklah seperti lomba-lomba lingkungan hidup lain pada umumnya. Hasil fisik akhir kondisi lingkungan hidup di sekolah tetap dinilai, namun bukanlah yang utama. Hal yang terutama adalah menekankan pada bagaimana proses pembelajaran materi lingkungan hidup ini bisa dipahami peserta workshop dan bisa tersosialisasikan di sekolah masing-masing, serta  bagaimana hal ini bergulir menjadi sebuah gerakan bersama seluruh komponen sekolah yaitu guru, siswa, bahkan di beberapa sekolah sampai melibatkan orang tua siswa. Perlu kita pahami bahwa sebenarnya sumber permasalahan lingkungan hidup yang terbesar adalah manusia, sedangkan wujud fisik lingkungan hidup yang bagus ataupun rusak hanyalah dampak dari bagaimana sumber daya manusia memahami dan mencintai lingkungan hidup. Inilah yang menjadi dasar berpikir Green School Festival.

Bila kita beracuan dari data kondisi lingkungan hidup di kota Malang dan sekitarnya, saat ini sampah yang dihasilkan oleh warga kota Malang sudah mencapai angka 650 ton setiap harinya, sementara untuk kondisi ruang terbuka hijau luasan yang tersisa di kota ini hanya tinggal 2,89% dari seluruh luasan kota Malang, sedangkan untuk kondisi sumber air kita dari 873 sumber air di wilayah Kabupaten Malang kondisi debit airnya kian hari semakin menurun, belum lagi kejadian hilangnya banyak mata air di kota Batu dari 111 mata air kini tinggal tersisa 54 mata air, dan masih banyak lagi permasalahan-permasalahan lingkungan hidup yang terus terjadi. Maka itu pemahaman tentang lingkungan hidup perlu ditanamkan pada seluruh masyarakat, khususnya disebarluaskan melalui dunia pendidikan, untuk melahirkan sumber daya manusia generasi-generasi muda terpelajar yang  mencintai dan mau bertindak menyelamatkan lingkungan hidup.

Proses aplikasi Green School Mapping di sekolahProses aplikasi Green School Mapping di sekolah

Akhir kata, kami sebagai panitia Green School Festival mengucapkan terima kasih banyak kepada segenap komponen sekolah yang telah berpartisipasi aktif dalam Green School Festival ini. Ucapan terimakasih juga kami sampaikan pada para juri yang telah bekerja keras melakukan penjurian ke sekolah-sekolah. Kami mengucapkan selamat kepada para sekolah pemenang, dan jangan patah semangat bagi sekolah-sekolah yang belum mendapatkan juara. Kami juga memohon maaf apabila masih banyak terdapat ketidaksempurnaan di sana-sini dalam pelaksanaan Green School Festival ini.

Semoga komitmen Walikota Malang untuk memperbaiki lingkungan hidup kota Malang dimulai dari sekolah dengan metode Green School Mapping ini bisa menjadi pondasi awal bagi dunia pendidikan untuk bisa mencetak generasi-generasi muda peserta didik yang peduli dan mencintai lingkungan hidup. Dan harapannya sebagai dampak dari itu semua adalah terwujudnya sekolah yang ramah lingkungan, sehat, serta memberi suasana nyaman dalam proses belajar dan mengajar.

Menuju kota Malang hijau dimulai dari sekolah.

Salam Lestari.


Catatan:
Pemenang-pemenang Green School Festival
Tingkat SD: SDN Blimbing 3 (juara 1), SDN Purwantoro 8 (juara 2), SDN Ketawang Gede (juara 3)
Tingkat SMP: SMPN 8 (juara 1), SMPN 9 (juara 2), SMPN 14 (juara 3)
Tingkat SMA: SMAN 7 (juara 1), SMAN 10 (juara 2), SMAN 4 (juara 3)
Tingkat SMK: SMKN 4 (juara 1), SMKN 13 (juara 2), SMKN 6 (juara 3)


Penulis:
Bachtiar Djanan Machmoed (Move Indonesia)

Selasa, 09 Desember 2014

Teori Dua Menit


Suatu sore ada dua orang yang sedang berbicara di saluran telepon, mereka membicarakan banyak hal, mulai dari yang berbobot sampai yang gak penting, pada akhirnya salah satu dari mereka harus beribadah Sholat Magrib, tapi masih ada satu hal yang harus disampaikan lagi sebelum kelupaan.

A: Aku Sholat Magrib dulu ya... udah Adzan.
B: Bentar, Dua menit aja ada satu hal lagi yang mau aku tanyakan.

Si A mengiyakan karena waktu yang diminta oleh si B hanya dua menit, begitu sudah ngomong ternyata masih banyak hal yang belum tersampaikan, dari tadi ngobrol lama ternyata yang diobrolkan adalah obrolan gak penting, setelah diberi batasan waktu selama dua menit ternyata masih banyak pembicaraan yang terlewatkan, gak kerasa mereka sudah ngomong selama sepuluh menit, teori ini mirip dengan injury time atau time bomb.

Jika hal ini kita terapkan dalam keseharian kita, bahwa kita tidak punya banyak waktu, bahwa waktu kita terbatas, anggaplah kita hanya punya dua menit untuk menyampaikan semuanya, anggaplah kita hanya punya dua menit untuk mengerjakan semuanya, kita tidak akan membuang-buang waktu kita untuk hal yang kurang berguna, jika kita tahu bahwa waktu kita hanya tinggal dua menit kita akan tergopoh-gopoh untuk menyelesaikan semua tanggungan kita.

Kita memang tidak tahu batas waktu yang kita punya, tapi kita tetap tahu bahwa kita punya batasan waktu kan?, tetap ingatlah bahwa kita punya batas waktu, hanya tinggal merubah dengan 'waktu kita hanya dua menit", lihatlah list pekerjaanmu yang biasa kamu tunda-tunda, tiba-tiba sudah tercentang semuanya berganti dengan pekerjaan baru yang harus diselesaikan tepat waktu.

Senin, 08 Desember 2014

Minum Parfum Laundry

Betapa lelahnya sepulang kuliah, gak kalah ngantuknya sama orang habis begadang, lelahnya juga gak kalah sama orang-orang yang kerja.

Saya suka bubuk ciang sehabis kuliah, soalnya kalau gak bubuk ciang diceneni bapakku, lek dicenenni aku gak dikei uik.

Jam 12 siang tidur, jam 3 bangun, bangun-bangun kok haus, gak cuma orang yang lagi jogging atau ospek aja yang bisa dehidrasi, orang tidur juga bisa, makanya kalau kamu bangun dari tidurmu, sempatkanlah minum, kalau pesannya dr. Ely sehari minumnya harus 8 gelas air bening. Kalau ada dokter yang nanya kamu begini:
Dokter: Kamu sehari minum berapa gelas?
jawabnya:
Dee: Saya ndak minum gelas dok

OK?

Saya tidurnya di Lt.2, di kos-kosan, waktu itu persediaan air saya habis, jadi saya turun ke Lt.1 nyari air, pas di Lt.1 saya lihat ada gelas plastik warna pink, terisi air bening, waahhh serasa nemu surga (lebay titik), yo cepet-cepet saya minum to, gleg-gleg-gleg sampai habis.

Dee: Mbak, kok airnya wangi ya? (tanya ke pegawai laundry)
Mb. Dewi: Yaampun Mbak Dee, itu gelas tadi aku isi parfum laundry
Dee: heeeh? @$Y08uf)(*&^%$#@

Khidmat menunggu reaksi

Kamis, 04 Desember 2014

Bukan Kebetulan Ketemu Sujiwo Tejo di Kotaku

Tanggal 2 Desember yang lalu di Universitas Negeri Malang (UM) ada bedah buku Rahvayana by Sujiwo Tejo, saya datang dan melihat beliau hanya dari kejauhan, seperti penonton pada umumnya duduk dibarisan yang sudah disediakan, menatap dari kejauhan idola kita yang sedang meniup sexophone, ikut ketawa saat beliau ketawa, itu saja.

Saat saya memasuki gedung Sasana Budaya UM, panggung belum sepenuhnya selesai ditata, para pemain wayang masih ribet di atas panggung, Sujiwo Tejo sudah duduk dengan nggateli sambil meniup sexophonnya, menelisik dengan gaya mendelik-mendelik seperti biasanya, itu kebiasaan beliau untuk memandang dalam-dalam penonton-penonton cewek yang lalu lalang baru datang, kesimpulan beliau untuk cewek-cewek di Kota Malang adalah "Cewek di Kota Malang lebih cantik dari pada cewek di Kota Surabaya yang selera berdandnnya ndeso", I'm sorry to say, tapi kejujuran memang menyakitkan, ini memang kalimat yang sering dilontarkan oleh Sujiwo Tejo.

Memasuki acara, seorang Pembantu Dekan Fakultas Sasrta UM membeber semua isi buku dari Rahvayana, inti dari pembeberan beliau adalah "Buku Rahvayana adalah buku paling sopan yang pernah ditulis oleh Sujiwo Tejo dari buku-buku sebelumnya dan buku ini adalah buku yang paling sok romantis, pada dasarnya buku ini bukan cerita Ramayana wong judulnya saja Rahvayana, Rahvayana itu adalah Rahwono dan saya yakin tulisan-tulisan ini sebenarnya adalah cerita Sujiwo Tejo sendiri dalam pengalamannya".

Sujiwo Tejo tertawa mendengar pembeberan dari Bpk. Joko, Sujiwo Tejo menyanggah pendapat Bapak Joko, kata Sujiwo Tejo " Aku ini emang romantis, gimana mau dibilang gak romantis, dulu waktu aku masih muda pacarku itu banyak, waktu aku masih SMA saja aku pacaran sama guruku, dua lagi, aku ini romantis, mau bilang aku gak romantis lagi tak penggal kepalamu, tapi kalau yang cerita itu memang sebenarnya adalah kumpulan-kumpulan dari surat-suratku sendiri, bukan apa-apa aku buat lakonnya Rahwana, biar istriku gak tau" dengan gaya dagelannya itu beliau bercerita, penonton ketawa. 

Bedah buku selesai, sekarang waktunya Sujiwo Tejo komat-kamit alias nyanyi, nyanyinya diiringi pemain biola yang saya kenal, waktu violinis mengalunkan bunyi biolanya Sujiwo Bilang "Wajahnya sangar, main musiknya biola, lek moleh senengane ngencukkan kon iku Ji, Aji", nama violinis nya Aji Prasetyo yang punya kedai Tcangkir 13 di daerah Kalpataru Malang, saya baru tahu kalau Om Aji pemain biola, waktu Om Aji membereskan peralatan biolanya, saya datang mendekati panggung "Om, salamin ke Mbah Jo ya?"
Om Aji: Loh, kok gak langsung masuk aja?
Dee: Malu Om, ndak wes
Om Aji: Kenapa Malu? Kamis aku mau undang kang Tejo ke Kedai, dateng aja tapi ini untuk kalangan sendiri aja, buat teman-teman deket kita

Om Aji lalu ikut membeber karya-karya Sujiwo Tejo, saya diajak ngobrol-ngobrol dengan teman-teman Tjangkir 13, Om Aji bilang "Sebenarnya dalam suatu kisah tidak selalu yang baik yang menulis kisah, pada cerita Ramayana ini yang menulis adalah sang pemenang, pemenang boleh menulis apa saja untuk membaik-baikkan dirinya begitupun sebaliknya" kurang lebih itu kata-kata Om Aji mengenai cerita Ramayana, Om Aji memberikan pengetahuan dan pandangan dari sudut lain tentang cerita Ramayana seperti "Rakyatnya Rahwana itu sebenarnya bukan kera, tapi di Negara Alengka yang sekarang kita sebut Sri Lanka itu ada kasta, dan raktat Rahwana ini adalah kasta terendah yang ada di sana, saking rendahnya sampai dimonyet-monyetkan, nah karena pada dasarnya mereka adalah manusia makanya diputihkan (kera putih)". Sayang sekali saya lupa kasta apa yang jelas bukan Sudra.

Dua hari kemudian saya menanyakan ke Om Aji via sms "Om, Sujiwo tejo jadi kesana?" jawab Om Aji "Jadi, datanglah", "ini orangnya sudah datang", waktu itu aku ada preparation test toefl di UB, dan harus mengerjakan selama 2 jam sambil dibayang-bayangi oleh wajah ngencukan-nya Sujiwo tejo, duuuuhhh Asu tenan, Asu gak katokan, dengan gaya secepat gerimis saya hanya bisa mengerjakan soal lebih cepat 15 menit sebelum waktu normal, setelah itu saya langsung meluncur menuju Tjangkir 13, Sujiwo Tejo sudah dikerubungi orang-orang, ya iyalah masa dikerubungi semut.

Yaampuuunn... orang ini speachless wes... ketawa-ketawa, salaman, foto bareng, Sujiwo Tejo kalo di belakang panggung itu humble lho, gak kaya di twitter yang njancuki itu.






Yowes bagi pembaca tulisanku ini Salam Ndasmu kabeh yo...

Rabu, 05 November 2014

Aku Rapopo Become Sakitnya Tuh Disini



Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis sekilas tentang Aku Rapopo, bahwa Aku Rapopo adalah kebohongan publik yang sangat tidak elok, akan tetapi kita harus tetap optimis bahwa kebohongan adalah kejujuran yang tertunda, terbukti sekarang orang-orang sudah banyak update status "Sakitnya tuh disini", nge twit "Sakitnya tuh disini".

Whatever, kalau saya sih seneng aja ada trend-trend yang seperti itu, jadi saya ada bahan buat nulis. Contoh yang jaman sekarang "Sakitnya Tuh Disini", baru-baru ini Arema gagal berangkat ke Jakarta, trus... SAKITNYA TUH DISINI.

Mungkin kalo dulu tulisannya bakal "AKU RAPOPO".

Jaman AKU RAPOPO ada yang sampe nyiptain lagu dan dinyanyiin sama Jupe, lagu AKU RAPOPO booming juga

Kalo jaman sekarang ada yang nyiptain lagu SAKITNYA TUH DISINI pake goyang DUYUNG MANGAP (DUMANG), yang nyanyi namanya Cita Citata, lagu ini juga yang setiap pagi aku dengar dari kamar sebelah.

OALAH NAK... NAK... Marimu kapan?








Rabu, 08 Oktober 2014

Green School Festival Malang

Salam Lestari,
Assalammuallaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Pertama-tama kami panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Sempurna, karena atas anugerahNya, maka kegiatan Green School Festival dapat dilaksanakan.

Green School Festival ini adalah program yang digagas oleh Dinas Pendidikan Kota Malang bekerjasama dengan Radar Malang yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup Kota Malang dimulai dari sekolah. Program ini berupa rangkaian kegiatan workshop dan lomba yang menilai proses penataan lingkungan hidup sekolah dengan melibatkan berbagai komponen sekolah, untuk mempetakan kondisi permasalahan dan potensi lingkungan hidup yang ada, sebagai metode yang  memudahkan komponen sekolah dalam merencanakan pengelolaan dan peningkatan kualitas lingkungan hidup di sekolah, dengan tujuan akhir sekolah yang makin hijau, lestari dan ramah lingkungan. Metode ini bernama Green School Mapping. Selain workshop dan lomba tersebut, dalam rangkaian kegiatan Green School Festival terdapat pula kegiatan lomba Majalah Dinding 2 Dimensi / 3 Dimensi bertema  lingkungan hidup dan Pentas Seni Hijau.

Green School Festival ini diharapkan diikuti oleh semua sekolah di Kota Malang, tingkat SD, SMP, SMA dan SMK negeri maupun swasta. Diadakannya program Green School Festival ini, diharapkan dapat mencetak generasi-generasi muda yang peduli terhadap lingkungan.

Agar pelaksanaan Green School Mapping mudah dipahami dan diterapkan oleh sekolah-sekolah, tim panitia menyusun modul tutorial sebagai panduan dalam menyusun pemetaan lingkungan di sekolah. Untuk itu dilibatkanlah lembaga Move Indonesia sebagai tim lapang yang akan memandu dan menjaga konten lingkungan hidup yang ada. Move Indonesia adalah lembaga independen yang bergerak di bidang pendidikan dan pelestarian lingkungan hidup, yang mendapatkan mandat untuk membuat konsep, merancang workshop, dan sebagai pelaksana kegiatan di lapang, hingga menentukan metode penjurian bersama tim Radar Malang dan Dinas Pendidikan. Seluruh rangkaian
kegiatan ini akan dilaksanakan dengan metode yang menyenangkan sehingga diharapkan guru, siswa dan semua yang terlibat dapat menikmati dengan sukacita.

Semoga amanah untuk berjuang bagi lingkungan hidup ini selalu bisa dijaga dan menjadi nafas bagi sekolah-sekolah dan warga di Kota Malang. Semoga kota Malang semakin hijau dan lestari.

Semoga Tuhan memberkati,
Salam Lestari
Wassallammualaikum. Wr. Wb.





Malang, 1 Oktober 2014


Rabu, 01 Oktober 2014

FUN OUTBOUND by MOVE INDONESIA

Fun Outbound Pertamina EP
Move Indonesia

Fun Outbound kali ini bertemakan Alien, lokasi outbound di Singgasana Hotel and Resort Surabaya, klien adalah PERTAMINA EP sebanyak 40 orang, Outbound ini bertujuan untuk melemaskan otak dan otot karyawan PERTAMINA.

Team MOVE INDONESIA sejumlah 20 orang, Outbound kali ini membutuhkan persiapan selama 6 hari mulai dari tanggal 23 Agustus s/d 28 Agustus 2014, tanggal 29 Agustus 2014 team MOVE INDONESIA berangkat dari Jl. Jakarta 46 Malang menuju Hotel Singgasana Surabaya.

Team MOVE INDONESIA memasang instalasi game di area Camping Ground Hotel Singgasana Surabaya, mulai dari memasang banner bertemakan Alien, memasang instalasi game, briefing team, latihan team sampai malam hari.

Show Time
30 Agustus 2014

We dance..... we sing..... we play.....
We enjoy the time and have fun.... then we learn ^-^



Sabtu, 02 Agustus 2014

Si Malas dan Pasukan Tuyul Cerdas-nya

Si Malas ini adalah orang yang punya angan-angan hidup enak, kaya raya, ndak suka bekerja.

Si malas ini pekerjaan sehari-harinya adalah taruhan bola, taruhan Bilyard, Sabung ayam, main remi, main domino, skak, main ular tangga, dan dam-daman (kalau gak tahu apa itu dam-daman tanya sama +anke junafi ).

Si Malas sering menang taruhan tapi lebih sering kalah, karena dia sering kalah dia jadi punya banyak hutang di Bank titil, Bank Gali, Bank Toyib, Bakul lombok, Bakul Kubis, dia jadi sutres mikirin hutangnya yang kalau di tumpuk bagaikan tumpukan jerami yang menutupi jarum.

Sudah puluhan tahun dia menggeluti pekerjaan taruhan tapi gak kaya-kaya, malah terbelit hutang, si Malas jadi mikir bagaimana biar dia bisa cepat kaya seperti tetangganya yang punya mobil Avanza, Pick up dan odong-odong, usut punya usut tetangga si Malas yang kaya raya itu memelihara tuyul di rumahnya, di kampung ini memang santer terdengar ada beberapa orang yang memelihara tuyul.

Tanpa pikir pikir dulu si Malas langsung bertandang ke rumah tetangganya yang memelihara tuyul

si Malas: tok tok tok (bunyi ketuk pintu)
Tuan Tuyul: Krieeeeekkk (bunyi buka pintu)
si Malas: Selamat sonten Pak
Tuan Tuyul: Monggo pinarak Mas, nggoleki sinten nggih Mas?
si Malas: kulo mriki nggoleki njenengan
Tuan Tuyul: Aku kok digoleki mas? emange aku golekan ta?
si Malas: Ah, bapak niki osi-osi mawon...
Tuan Tuyul: Ada apa gerangan dirimu kemari Mas?
si Malas: Gini Pak, dengar-dengar, krungon-krungon, Bapak memelihara tuyul ya?
Tuan Tuyul: Loh, kok tau sampean kalau saya memelihara tuyul?, kenapa Mas?
 si Malas: Ya tahu dong Pak... Saya... (sambil memukul dadanya sendiri), jadi begini Pak, maksud dan tujuan, visi dan misi saya kemari adalah tidak lain tidak bukan ingin bertanya kepada bapak, dimanakah bapak membeli tuyul? di Splindid ada ndak Pak?
Tuan Tuyul: Yo ndak ada to mas kalau di Splindid, sampean ini duduk tapi kok jongkok ya? ya kalau mau beli tuyul itu di dukun to Mas... sampean mau tahu?
si Malas: lha iya to Pak...
Tuan Tuyul: Bener... mau tahu? yakiiiinn? Sungguuuuhh? ndak Ddustaaaa?
si Malas: Duuhh pak... cek suwene se kate ngomong ae kok sik kudu ngunu?
Tuan Tuyul: yowes.. sini tak bisikin Mas... tapi curek-en sik kupingmu pake cutton buds, gah lek kupingmu rung resik
si Malas: iki Bapak-bapak siki kok rempong temen se? Bapak-bapak PKK paling...
Tuan Tuyul: sini mas tak bisikin, heweshewesheweshewesheweshewes pretpretpretpretpretpret em em em em bruuuuttttt
si Malas: Owww injih injih... injih Pak,, Siap. Siap. Ok Ok. huuum... hmmmm iya iya (sambil manggut-manggut)

Percakapan selesai.
Berkat bisikan em em  em em heweshewes pretpretpretpret bruuuuut, si Malas langsung datang ke dukun.

si Malas: dugdugdug (bunyi ketuk pintu)
Dukun: Selamat pagi, Salam satu Jiwa AREMA
si Malas: Selamat pagi duk.
Dukun: Silahkan duduk, ono opo le?
si Malas: Saya mau ternak tuyul Duk
Dukun: gampang, yang penting bagi hasil 50-50, piye?
si Malas: Saya 60, sampean 40. gimana?
SEPAKAT!!!

si Malas meminta dukun menyediakan 1000 tuyul, tapi dukun tidak bisa menyediakan 1000 tuyul, karena di alam tuyul belum musim kawin lagi, jadi tuyul nya Dukun belum beranak-pinak hingga 1000, "ooowww dasar wong gendeng, rumangsamu aku +anke junafi bakulan keong, rumangsamu aku +wulandari iyg distributor keong?, tuyul mbok padakno keong!!!", kata dukun komat-kamit.

Hampir pupus harapan si Malas dengan angan-angannya mempunyai 1000 keong, walah... maksudnya 1000 tuyul. Dukun tetap menyediakan tuyul buat si Malas, tapi mentok (bukan unggas) hanya bisa menyediakan 100 tuyul yang tak bertuan, tuyul yang biasanya ngamen di jalan juga diambil, tuyul yang biasanya di lampu-lampu merah yang bawa ecek-ecek "Selak ijo mas... selak ijo mas...", juga dibawa.

"Not bad-lah" kata si Malas, tak ada 1000 tuyul, 100 pun jadi!!!

Setelah si Malas mendapatkan 100 tuyul, si malas malah bekerja keras mengumpulkan uang buat beli Smarphone merk Samsul Bahri S5 sebanyak 100 buah, si Malas ndak beli yang KW, dia beli smartphone yang orisinil. Untuk komunikasi dengan pasukan tuyulnya si Malas membeli 100 buah HP yang merk-nya si Emen M-150 BISA!!! seharga 5000-an.

Pasukan tuyul yang berjumlah 100, semuanya diberi nama mulai dari;
1. Ana, Ani, Una, dst...
2. Asa, Asi, Asu, dst...
3. Ada, Adi, Adu, dst...
4. Aka, Aki, Aku, dst...
5. Aha, Ahi, Ahu, dst...
6. Awa, Awi, Awu, dst...
7. Aga, Agi, Age, dst..
8. Aya, Ayi, Ayu, dst...
9. Aca, Aci, Ace, dst...
10. Ama, Ami, Amu, dst...


Masing-masing dikelompokkan per sepuluh tuyul, tiap pagi pasukan tuyul ini di briefing, diajari ilmu pengetahuan umum, diajari ilmu akuntansi, diajari matematika, diajari informatika, tidak lupa diajari tentang management positive thinking.

Setelah pontang panting cari uang, si Malas bisa membeli smartphone sebanyak 100 buah, smarphone ini sudah sangat canggih, GPS, Internet, Aplikasi Hacker, Aplikasi kalkulator, aplikasi ular tangga juga ada, kalau tuyul lagi off tugas bisa main ular tangga buat mengisi waktu, TTS juga ada, pokoknya lengkap.

Yang paling penting smarphone ini sudah bekerja sama dengan jaringan milik KPK (Komisi Pemberhangus Korupsi), nama-nama yang terdaftar sebagai koruptor di KPK akan secara otomatis terkirim ke Samsul Bahri S5 milik pasukan tuyul, lengkap dengan nomor rekening si koruptor, lengkap dengan alamat rumah, lengkap dengan nomor telepon yang bisa disadap, lengkap dengan nama selingkuhan-selingkuhannya (kalau lagi kesepian, tuyul bisa gantiin).

Baiklah, 100 tuyul cerdas akan memulai penyadapan telepon para koruptor, dimana ada transaksi yang berbau uang, si tuyul akan menguntit si koruptor, dengan sangat mudah dan terkendali, uang transaksi berpindah ke tangan tuyul, tuyul yang bertugas khusus di bagian IT kerjaannya membobol rekening para koruptor, jadi gak perlu capek-capek menguntit, tuyul yang tugasnya di bagian akuntansi mengaudit uang yang dibawa pulang oleh para tuyul, wahhh keren ya.

END.

Rabu, 18 Juni 2014

Berbuat baik adalah terbaik

Begitu kuatnya kekuatan lidah kita dalam menanggapi kegagalan orang lain maupun keberhasilan orang lain, begitu kuatnya kalimat positif yang selalu mengelilingi kita, begitu kuatnya kalimat negatif yang selalu mengelili kita.

Yang berbeda dari keduanya adalah hasil yang akan kita dapatkan, saat kita menghina seseorang karena kekurangannya, maka orang yang kita hina akan cenderung membenci kita, cenderung menghindari kita, cenderung malas untuk bangkit. Sebaliknya, jika kita memotivasi orang yang gagal dengan hanya berkata "Aku tahu sebenarnya kamu mampu dan bisa, hanya keberuntungan belum berpihak kepadamu, kamu bisa coba lagi lain waktu, siap-siaplah meraih keberhasilanmu".

Adakah yang tahu apa yang akan terjadi jika kita memilih mengatakan kalimat yang ke-2? yang akan terjadi adalah, orang yang kita beri stimulus positif akan melakukan hal positif seperti yang sudah kita katakan, alam bawah sadarnya membawa kalimat positif kita  dalam kesehariannya.

Dan selalu tebarlah hal baik dalam keseharian kita, beri cinta di setiap apa yang kita lakukan, selalu tebarlah kalimat-kalimat positif dan bantulah orang lain menemukan potensinya, bantulah orang-orang yang ada di sekitarmu menyelam dalam potensinya, berilah kepercayaan bahwa dia mampu meraih apa yang dia cita-citakan.

Jadilah ketenangan di tengah hiruk pikuk kegundahan teman-temanmu yang butuh kamu dukung, jadilah peneduh di tengah metal-metalnya perang diantara hatinya dan apa yang dia perjuangkan, jadilah seseorang yang bisa menyadarkan bahwa dia mampu melakukan apa yang dia impikan.

Begitu berharganya kalimat positif kita, begitu dahsyatnya kalimat positif kita, dan percayalah, tidak ada niat baik yang dicatat tidak baik oleh malaikat, jadi tetaplah baik  kepada semua orang, termasuk  orang yang tidak kamu suka, termasuk orang yang pernah membuatmu menangis nelangsa, termasuk orang yang pernah membuatmu sakit hati setengah mati, dan termasuk orang yang tidak baik kepadamu.

Minimal, tersenyumlah saat kau melihat seseorang yang tidak kamu sukai ada di hadapanmu, setelah itu pergilah jika ingin pergi tapi pamitlah dengan baik-baik, sambil mengatakan dalam hati "aku tahu sebenarnya kamu baik, aku tahu kamu sebenarnya tidak pernah berniat jahat kepadaku, aku tahu kesalahan yang pernah kamu lakukan kepadaku tidak kamu sengaja", dan pergilah dengan kalimat itu hingga kamu merasa bahwa tidak ada yang perlu dibenci.

Paling tidak, jika kamu mengatakan kalimat di atas pada dirimu sendiri, kamu tidak akan insomnia karena hanya memikirkan bagaimana cara balas dendam, bagaimana cara membalas sakit hatimu kepada orang yang pernah menyakitimu, paling tidak kamu akan merasa lebih tenang, dan rasa nelangsa tidak akan pernah berani mendekat kepadamu.

Di bawah ini ada video yang mungkin bisa menginspirasi kita, video ini baru saja saya lihat barusan setelah diberi tahu teman saya (Mas Hanif), entah ada hubungannya dengan tulisan saya atau tidak, saya ingin mempostingnya disini.

Judulnya adalah "Memberi adalah komunikasi terbaik"


Minggu, 27 April 2014

Save The Water


Gerakan ini adalah gerakan menghemat air, saya mengajak para perempuan-perempuan cantik yang jika perempuan itu tidak mandipun sudah cantik, dan tidak menimbulkan bau badan, bagi yang tidak cantik mending jangan ikut gerakan ini karena akan menyebabkan semakin tidak cantiknya penampilan kalian, gerakan ini bernama gerakan Save The Water, bentuk gerakannya adalah tidak mandi selama mungkin semampunya selama-lamanya.

Untuk para penganut ajaran ini maksimal sehari mandi hanya sekali, gerakan kami ini termasuk gerakan mulia, jangan menghina orang-orang yang tidak mandi, karena tujuan kami adalah menjaga agar volume air tidak semakin berkurang secara drastis hanya karena dipakai untuk mandi, selamatkan air bersih di dunia!!!

Bayangkan jika persediaan air kita melimpah ruah seperti jaman kita belum lahir dulu, air tidak perlu beli, air bersih ada dimana-mana, setiap rumah punya sumur yang menghasilkan air bersih yang sangat cukup untuk persedian sampai 7 turunan, tapi karena di jaman edan sekarang ini sudah terlalu banyak pabrik yang limbahnya mengotori air bersih di Indonesia, maka dari itu kami berniat, bertekad, dan melakukan gerakan save the water dengan cara tidak mandi. GUnakan air dengan bijaksana.

Ayo ikuti gerakan kami save the water, InsyaAllah niat baik dapat hasil yang baik. Amiiinn

Rabu, 02 April 2014

7 Hari yang Penuh KELIR



26 MARET 2014

08:00 - 09:00 - GONDANGLEGI - MALANG
10:00 - 11:00 - PASAR TAWANGMANGU (BELANJA) - RAMPAL (KELIR)
11:00 - 12:00 - RAMPAL - ALUN-ALUN BATU
12:00 - 14:00 - ALUN-ALUN BATU - SEDAWUN (KLANGON)
14:00 - 16:00 - MOTRET ACARA TRAUMA HEALING (SEDAWUN)
16:00 - 17:00 - EVALUASI ACARA TRAUMA HEALING
17:00 - 19:00 - SEDAWUN - PARI BATU (SEBELAH BATOS - MAKAN MALAM)
21:00 - 22:00 - PARI BATU - RAMPAL KELIR
22:00 - 02:00 - NONTON LIVE PERFORMANCE OM UGIK DAN OM BRUDER NUNGKY

27 MARET 2014
03:00 - 04:00 - BERNYANYI SEPANGGUNG BERSAMA OM OM ARTIS (KALIAN LUAR BIASA)
04:00 - 05:00 - SESI CURHAT BERSAMA COWOK MELANKOLIS
05:00 - 06:30 - LEYEH-LEYEH
06:00 - 07:30 - JADI OB
07:30 - 10:00 - BUBUK MLUNGKER DI SOFA
10:00 - 13:00 - BANTU MBAK RINA DAN MAS AGUS DI KITCHEN
13:30 - 14:00 - RAMPAL - PERPUS KOTA MALANG
14:00 - 15:00 - RAMPAL - GONDANGLEGI
16:00 - 18:00 - BUBUK DI KAMAR POLKADOT KUNING
18:00 - 19:00 - GUYON SAMA KEPONAKAN
19:00 - 20:00 - BERSIH-BERSIH KAMAR
20:00 - 22:00 - PACKING BUAT ACARA OUTBOUND BESOK
23:00 - 24:00 - GONDANGLEGI - RAMPAL

28 MARET 2014
04:00 - 01:00 - NGOBROL SAMA BRUDER NUNGKY DAN MBAK ANITA
02:00 - 04:00 - SESI CURHAT SAMA COWOK MELANKOLIS
04:00 - 05:00 - MENGAMATI LUKISA DI KELIR
06:00 - 08:00 - JADI OB
08:00 - 10:00 - PREPARE KITCHEN
10:00 - 11:00 - PREPARE BARANG-BARANG MOVIND BUAT ACARA OUTBOUND
11:00 - 12:00 - RAMPAL - JALAN JAKARTA (BASECAMP MOVIND) - SARAPAN
12:00 - 13:30 - CHECK LIST ALAT2 OUTBOUND
14:00 - 15:00 - JL. JAKARTA MLG - VILLA SONGGORITI (TEMPAT OUTBOUND)
15:30 - 16:00 - PASANG SPANDUK MOVIND
16:00 - 17:00 - BREIFING TEAM MOVIND
18:30 - 19:00 - MAKAN MALAM
19:00 - 21:30 - PEMBUKAAN PELATIHAN - ICE BREAKING - PERKENALAN MOVIND - PEMBAGIAN TELUR TEMAN - SURAT SAHABAT - PEMBAGIAN REGU - GAME PERKENALAN - PRESENTASI REGU - POHON APEL HARAPAN
21:30 - 22:30 - NGGARAP HYBERNATE
22:30 - 23:00 - HYBERNATE
23:15 - 23:30 - SAYA MAKAN LAGI YANG LAIN NDAK HAHA
23:30 - 24:00 - EVALUASI TEAM MOVIND

29 MARET 2014
24:00 - 03:00 - PREPARE BUAT GAME BESOK (TIME BOMB)
03:00 - 06:00 - BOBOK MANIS
CATATAN: MAS BIDIN JANGAN LUPA YA BERTUGAS MEMBANGUNKAN SAHABAT MOVIND DAN MERAPIKAN SANDAL/SEPATU PESERTA OUTBOUND
06:00 - 07:00 - SELAMAT PAGI... - FOTO COPY - PASANG JALUR GAME
07:00 - 07:30 - SARAPAN
08:00 - 09:00 - TRUST FALL
09:00 - 10:00 - GAME KOMPETISI
10:00 - 11:00 - GAME PARALLEL
11:00 - 12:00 - INTERROUP ACTIVITIES (TIME BOMB)
12:00 - 13:00 - MAKAN SIANG
13:00 - 15:00 - APRESIASI GAME - MATERI (MAS IRHAM)
14:00 - 15:00 - NGGARAP HYBERNATE KE-2
15:00 - 19:00 - TEAM MOVIND ISTIRAHAT
15:00 - 16:00 - SONGGORITI - PUNTEN BATU (AMBIL HARD DISK)
19:00 - 22:00 - MATERI KEPEMIMPINAN - PEMUTARAN FILM MOTIVASI - AKU NGGARAP HYBERNATE KE- 3
22:00 - 22:15 - HYBERNATE
22:30 - 01:00 - EVALUASI TEAM MOVIND

30 MARET 2014
01:00 - 01:30 - MENANGANI SEMENTARA PESERTA YANG SAKIT SEBELUM DIBAWA KE DOKTER
02:00 - 05:00 - BOBOK MANIS
05:00 - 06:30 - SELAMAT PAGI... BERTEMU LAGI DENGAN HYBERNATE KE 4
07:00 - 08:00 - MOTRET SESI TELUR TEMAN
08:00 - 09:00 - SARAPAN SAMBIL BIKIN VIDEO HYBERNATE KE 5
10:00 - 12:00 - APRESIASI - MATERI - SURAT SAHABAT - KESIMPULAN - PENUTUP - HYBERNATE
13:00 - 13:30 - PREPARE PULANG (RINGKES-RINGKES ALAT)

----------DILUAR OUTBOUND
14:00 - 15:00 - BERANJAK DARI BATU MENUJU PROBOLINGGO, JARE DEWE KATE NERABAS LIWAT KARANGPLOSO EH MALAH KESASAR MBALIK MANEH KE mBATU
15:00 - 19:00 - BATU - KARANG PLOSO - KARANG LO - PROBOLINGGO (4 JAM MEEENN NYETIR SAMBIL TIDUR)
19:00 ---------- RS. dr. MOCHAMMAD SHALEH PROBOLINGGO
23:00 - 04:30 - BOBOK MANIS

31 MARET 2014
04:30 - SELAMAT PAGI
17:00 - 19:30 - PROBOLINGGO - SINGOSARI MALANG (NGOPI DISIK CEK GAK NGANTUK)
21:30 - 22:00 - SINGOSARI - RAMPAL (KELIR)
22:00 - 24:00 - BIKIN LAGU

1 APRIL 2014
24:00 - 04:00 - NGOBROL SAMA MAS MENEJER SAMBIL NONTON FILM
09:00 - 10:30 - PASAR TAWANGMANGU
11:00 -  12:00 - RAMPAL - GONDANGLEGI

HAI APRIL... SEMOGA LEBIH BER-KELIR